Melansir Mayo Clinic, postur buruk saat bekerja di depan laptop merupakan salah satu penyebab umum nyeri leher. Keluhan leher pegal karena laptop ini banyak dialami oleh pekerja kantoran, mahasiswa, atau mereka yang bekerja dari rumah.
Awalnya mungkin hanya terasa kaku, tetapi kebiasaan menggunakan laptop dengan postur yang salah bisa membuat leher dan bahu semakin tegang.
Karena itu, mengatasi leher pegal tidak cukup hanya dengan mengurangi rasa tidak nyaman. Posisi kerja hingga kebiasaan saat menggunakan laptop juga perlu diperbaiki agar leher tidak terus terbebani.
Secara fisiologis, leher dirancang untuk menopang kepala dalam posisi yang seimbang. Namun, saat bekerja menggunakan laptop, posisi kepala sering bergerak ke depan atau menunduk untuk melihat layar.
Kondisi ini sering terjadi karena beberapa kebiasaan atau posisi saat menggunakan laptop berikut ini:
Layar laptop yang terlalu rendah membuat pandangan otomatis mengarah ke bawah. Akibatnya, kepala ikut menunduk dan leher berada dalam posisi membungkuk lebih lama.
Duduk membungkuk, bahu terlalu maju, atau kepala terdorong ke depan dapat membuat otot leher dan bahu bekerja lebih keras. Jika kebiasaan ini berlangsung selama berjam-jam setiap hari, rasa kaku dan pegal lebih mudah muncul.
Bahkan posisi duduk yang sudah cukup baik tetap bisa membuat tubuh terasa kaku jika dipertahankan terlalu lama. Leher dan bahu membutuhkan kesempatan untuk bergerak agar tidak terus menerima beban dalam posisi yang sama.
Jika leher mulai terasa pegal setelah bekerja di depan laptop, lakukan beberapa hal berikut ini agar tidak semakin buruk.
Peregangan ringan dapat membantu menggerakkan leher setelah lama berada dalam satu posisi. Kamu bisa perlahan memiringkan kepala ke kanan dan kiri atau melakukan gerakan leher dengan rentang yang nyaman.
Jangan menunggu sampai leher terasa sakit untuk berhenti dari layar. Berdiri, berjalan sebentar, atau sekadar mengubah posisi dapat membantu memutus waktu yang terlalu lama dalam posisi statis.
Pijatan ringan pada area leher dan bahu bisa memberikan rasa rileks setelah bekerja. Namun, hindari menekan bagian depan leher terlalu kuat karena justru bisa menimbulkan nyeri, pusing, atau rasa tidak nyaman.
Selain melakukan peregangan dan memperbaiki posisi kerja, kamu bisa melengkapi rutinitas dengan Plossa Panasin.
Mengandung Capsicum oleoresin, Plossa Panasin membantu meredakan nyeri, nyeri sendi, dan pegal-pegal dengan sensasi panas yang lebih kuat.
Sebagai minyak aromaterapi multifungsi 4 in 1, Plossa juga praktis digunakan untuk pijat, kerok, roll on, dan inhaler. Jadi, saat leher dan bahu mulai terasa pegal setelah beraktivitas di depan laptop, Plossa Panasin bisa menjadi pilihan praktis untuk menemani rutinitasmu.
Jika pegal sering muncul setelah bekerja, periksa kembali pengaturan meja, kursi, dan laptop. Menurut Cleveland Clinic, pengaturan workstation yang ergonomis membantu tubuh bekerja tanpa memberikan tekanan yang tidak perlu pada otot dan persendian.
Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Badan Pegal-Pegal agar Siap Beraktivitas Lagi

Mengubah posisi laptop dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi kebiasaan menunduk. Tujuannya adalah membuat kepala dan leher tetap berada dalam posisi netral selama bekerja.
Atur layar agar pandangan tidak terus-menerus mengarah ke bawah. Jika laptop terlalu rendah, gunakan laptop stand atau penyangga lain untuk menaikkan posisi layar hingga mendekati ketinggian mata.
Untuk mempertahankan posisi kerja yang nyaman, Mayo Clinic menyarankan jarak sekitar satu lengan dengan layar. Pada jarak ini, tulisan tetap mudah dibaca tanpa perlu mendekatkan kepala ke layar.
Duduk dengan punggung tersangga membantu menjaga tubuh tetap stabil selama bekerja. Selain itu, pastikan kaki menapak dengan nyaman di lantai dan bahu tidak terangkat atau membungkuk ke depan.
Keyboard dan mouse sebaiknya ditempatkan pada posisi yang memungkinkan lengan tetap rileks dan siku berada kurang lebih pada sudut 90 derajat. Bahu juga sebaiknya tidak terangkat saat mengetik.
Sesekali menunduk untuk melihat layar tentu boleh. Namun, hindari mempertahankan posisi tersebut terlalu lama karena dapat menambah beban pada otot leher dan bahu. Usahakan pandangan tetap mengarah ke depan dan ubah posisi secara berkala agar leher tidak terus berada dalam posisi yang sama.
Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Pegal di Leher dan Pundak Bahu, Ampuh!
Setelah posisi kerja diperbaiki, kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan. Lakukan ini kalau tidak ingin keluhan leher pegal semakin memburuk.
Sisipkan gerakan ringan di sela pekerjaan untuk menjaga leher dan bahu tetap aktif. Misalnya dengan memiringkan kepala perlahan atau menarik bahu ke belakang, ini bisa kamu lakukan tanpa harus meninggalkan meja.
Berdiri sebentar, berjalan untuk mengambil air, atau melihat jauh dari layar memberimu kesempatan untuk mengubah posisi tubuh. Jeda singkat seperti ini juga membantu mengurangi waktu tubuh dalam posisi statis dan memberi kesempatan bagi otot leher serta bahu untuk lebih rileks.
Tidak perlu memaksakan diri mempertahankan satu posisi duduk sepanjang hari. Sesekali ubah posisi kaki, atur kembali posisi punggung, atau berdiri sebentar agar beban pada otot tidak terus berada di titik yang sama.
Jika pekerjaan mengharuskan duduk berjam-jam, gunakan pengingat untuk berdiri dan bergerak. Kamu bisa memanfaatkan momen sederhana seperti mengambil minum, pergi ke toilet, atau melakukan panggilan sambil berdiri.
Biasakan memeriksa posisi tubuh selama bekerja. Pastikan kepala tidak terus terdorong ke depan, bahu tetap rileks, punggung tersangga, dan pandangan tidak mengarah terlalu jauh ke bawah.
Baca Juga: Kerokan di Leher, Apakah Aman? Simak Penjelasannya!
Jika leher mulai terasa tegang, berhenti sejenak dan lakukan pijatan ringan pada area leher belakang atau bahu dengan menggunakan Plossa. Kamu juga bisa mengombinasikannya dengan gerakan leher perlahan untuk membantu mengurangi rasa kaku.
Jika pegal berubah menjadi nyeri berat, tidak membaik, atau disertai kesemutan maupun gejala lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapat penanganan yang tepat.