Ingin pakaian tetap rapi sepanjang hari? Menentukan jenis bahan baju yang tak gampang kusut bisa jadi solusinya.
Mulai dari polyester, nylon, hingga tencel blend, karakteristik kain sangat menentukan seberapa mudah pakaian berkerut saat dipakai, dilipat, atau disimpan.
Dengan mengenali pilihan dan perbedaannya, kamu bisa menentukan pakaian seperti apa yang praktis dirawat dan nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas.
Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Serat Kain Alami dan Buatan, Apa Saja?

Berikut 6 rekomendasi jenis bahan baju yang bisa dipilih:
Pertama adalah polyester, salah satu jenis material yang relatif tahan kusut karena seratnya memiliki kemampuan kembali ke bentuk semula setelah mengalami tekanan atau lipatan.
Bahan ini sering digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan tampilan rapi tanpa banyak perawatan, seperti kemeja, celana kerja, rok, atau seragam.
Jika dibandingkan dengan beberapa kain berbahan serat alami murni, polyester umumnya lebih cepat kering sehingga praktis untuk penggunaan rutin.
Nylon merupakan serat sintetis yang dikenal ringan, kuat, cukup elastis, serta relatif tidak mudah kusut untuk pemakaian sehari-hari.
Meski sama-sama berbahan nylon, kemampuan dalam menahan kusut bisa berbeda tergantung ketebalan dan struktur kain, misalnya nylon bertekstur tipis cenderung lebih fleksibel dan mudah dirapikan.
Penggunaan nylon sendiri banyak ditemukan pada pakaian olahraga, seperti jaket windbreakers, legging, sport bra, dan celana lari.
Pilihan bahan baju yang tak gampang kusut berikutnya adalah rayon blend, material yang dibuat dengan memadukan rayon dengan jenis serat lain, seperti katun atau linen untuk meningkatkan daya tahannya.
Kombinasi material pada jenis bahan baju ini sangat efektif untuk mengurangi kecenderungan rayon murni yang relatif mudah kusut.
Dalam industri fashion, bahan ini sering digunakan untuk blus, tunik, dres, dan celana dengan cutting yang longgar.
Seperti rayon blend, spandex blend adalah jenis bahan baju yang menggabungkan spandex dengan serat lain, misalnya polyester dan katun untuk menghasilkan karakteristik kain yang lebih lentur.
Bahan ini banyak digunakan pada celana kerja, kaus, dan pakaian olahraga elastis seperti legging untuk memberikan keleluasaan saat bergerak.
Meski demikian, kemampuan spandex blend dalam menahan kusut tetap bergantung pada jenis material lain yang dipadukan dalam pembuatannya.
Wol memiliki karakteristik yang cenderung lebih tahan terhadap kerutan, ini yang membuat beberapa pakaian berbahan campuran wol cukup baik dalam mempertahankan tampilan yang rapi.
Meski relatif tahan kusut, kain ini tetap bisa membentuk lipatan jika tertekan di dalam koper atau lemari, sehingga cara penyimpanannya juga perlu diperhatikan.
Baca juga: 13 Jenis Kain yang Tidak Mudah Kusut & Nyaman
Dikutip dari laman Ecosa, Tencel adalah jenis kain berbasis serat kayu yang dapat memberikan sensasi ringan dan halus seperti sutra saat dikenakan.
Ketika dicampur dengan serat lain, seperti polyester, kain Tencel blend dapat menggabungkan karakter lembut dan jatuh dengan ketahanan kusut yang lebih baik.
Karakteristik inilah yang membuat tencel blend cocok digunakan untuk bahan membuat kemeja, blus, dres, maupun piama.
Agar pakaian tetap rapi lebih lama, pemilihan bahan juga perlu diimbangi dengan kebiasaan merawat baju secara tepat. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Lipatan yang dibiarkan terlalu lama bisa membentuk garis kusut, terutama pada kemeja, blus, dan jenis pakaian lain dengan sifat bahan yang ringan.
Jika baju akan segera dikenakan, hindari menyimpannya dalam keadaan terlipat terlalu lama, terutama setelah baru disetrika.
Namun, jika pakaian perlu dilipat untuk disimpan atau dibawa bepergian, usahakan tidak menumpuknya terlalu padat.
Baca juga: Cara Praktis Melipat Baju agar Tidak Mudah Kusut
Agar baju tetap rapi dan minim bekas lipatan, sebaiknya gantung menggunakan hanger setelah disetrika.
Cara ini sangat efektif untuk menjaga bentuk pakaian dan mencegah munculnya kerutan baru sebelum dikenakan.
Sebelum disimpan, pastikan juga baju sudah cukup kering dan tidak terlalu panas, ya!
Tas yang penuh sering membuat pakaian terhimpit dengan laptop, dokumen, atau barang bawaan lainnya.
Tekanan yang terus-menerus ini dapat membentuk lipatan baru, khususnya pada bagian lengan, pinggang, dan ujung baju.
Jika memungkinkan, letakkan baju ke dalam kompartemen terpisah atau gunakan kantong pakaian agar tidak bercampur dengan barang berat.
Duduk terlalu lama juga bisa membuat kain tertarik dan terlipat tanpa disadari, sehingga membuat baju lebih mudah kusut jika tidak sering dirapikan.
Usahakan meluangkan waktu berdiri sejenak untuk menarik bagian bawah baju secara perlahan, merapikan kerah, atau meluruskan kain yang terlipat.
Selain itu, perhatikan posisi duduk agar kain tidak terus tertarik atau terjepit di antara tubuh dan kursi.
Menyetrika baju efektif mengurangi lipatan pada kain, terutama saat kamu ingin membuat baju tampak lebih rapi saat ingin dipakai.
Untuk mempermudah proses tersebut, gunakan Kispray yang memiliki manfaat 3 in 1, yaitu pelicin, pewangi, dan pelembut.
Selain membuat proses menyetrika jadi lebih mudah, Kispray juga ampuh membuat pakaian bebas dari kuman dan jamur berkat kandungan alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride.
Yuk, gunakan Kispray agar pakaian tetap rapi, lembut, dan harum sepanjang hari!