Baju yang kita pakai ternyata bisa memengaruhi seberapa mudah nyamuk menemukan kita. Karena itu, kamu bisa memilih pakaian agar tak digigit nyamuk dengan memperhatikan warna, bahan, hingga modelnya.
Namun, pakaian bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Nyamuk juga mengandalkan isyarat lain, seperti aroma, panas tubuh, hingga karbon dioksida yang dikeluarkan saat bernapas.
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk?
Iya, benar. Melansir laman Terminix, warna pakaian menjadi salah satu isyarat visual yang dapat dideteksi oleh nyamuk, meskipun bukan satu-satunya faktor.
Nyamuk cenderung tertarik pada warna gelap seperti hitam, navy, dan merah-oranye. Warna-warna tersebut membentuk siluet yang membantu nyamuk lebih mudah menemukan keberadaan manusia.
Namun, memakai baju berwarna gelap tidak serta merta membuat kamu digigit nyamuk. Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk, contohnya Aedes aegypti, baru menunjukkan preferensinya setelah mendeteksi karbon dioksida (CO₂) yang dikeluarkan manusia saat bernapas.
Kalau ingin mengurangi daya tarik visual bagi nyamuk, Cleveland Clinic menyarankan kamu memilih pakaian berwarna terang, seperti putih, hijau, atau biru saat beraktivitas di luar ruangan.
Meski begitu, pemilihan warna pakaian hanyalah salah satu upaya. Kamu tetap perlu mempertimbangkan pakaian yang menutup kulit dengan baik dan perlindungan tambahan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.
Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk, Mudah Diterapkan
Selain warna pakaian, pilihan model, bahan, dan bagian tubuh yang tertutup juga perlu diperhatikan.
Baju berlengan panjang bisa menutup lebih banyak area kulit, sehingga mengurangi bagian tubuh yang dapat dijangkau nyamuk.
Supaya tidak gerah saat beraktivitas di luar ruangan, pilih bahan yang ringan dan nyaman agar tetap leluasa bergerak.
Selain atasan lengan panjang, bagian kaki juga harus terlindungi saat beraktivitas di area yang banyak nyamuk.
Pilih celana yang menutup paha hingga betis, alih-alih memakai celana pendek.
Pakaian panjang tidak sepenuhnya menghilangkan risiko gigitan nyamuk. Nyamuk tetap dapat menembus bahan tertentu dengan probosisnya.
Untuk mengurangi risiko, pilih pakaian dengan tenunan yang rapat untuk memberikan perlindungan yang lebih baik.
Pakaian yang longgar membuat nyamuk lebih sulit menjangkau kulit dibandingkan pakaian yang menempel pada tubuh.
Oleh karena itu, pilih model pakaian yang memiliki sedikit ruang antara kain dan kulit, terutama pada bagian lengan dan kaki.
Pergelangan tangan dan kaki sering kali masih terbuka meski sudah memakai pakaian panjang.
Gunakan sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu untuk memberi perlindungan ekstra saat beraktivitas di luar. Ini sekaligus melindungimu dari terik matahari.
Baca Juga: Agar Terhindar dari Gigitan Nyamuk Saat Bepergian, Bagaimana Caranya?
Selain memilih pakaian yang tepat, perhatikan juga lingkungan dan waktu beraktivitas untuk mengurangi kemungkinan digigit nyamuk.
Nyamuk membutuhkan air untuk berkembang biak. Oleh sebab itu, hindari area dengan genangan air atau wadah terbuka karena itu sering menjadi tempat nyamuk untuk bertelur.
Aktivitas nyamuk dapat berbeda menurut spesies, tetapi banyak nyamuk lebih aktif pada waktu fajar dan senja.
Jika nyamuk terlihat banyak di sekitar area tersebut, batasi aktivitas di luar ruangan atau gunakan repellent sebagai perlindungan tambahan.
Kasa pada jendela dan ventilasi dapat membantu mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah sekaligus menjaga sirkulasi udara.
Jika tidur di tempat terbuka, gunakan kelambu untuk melindungi area tidur dari nyamuk.
Periksa lingkungan rumah secara rutin dan kosongkan wadah yang dapat menampung air, seperti pot, ember, tempat minum hewan peliharaan, dan tempat penampungan lainnya.
Langkah ini membantu mengurangi tempat yang berpotensi menjadi lokasi nyamuk berkembang biak.
Pemilihan pakaian yang tepat bisa membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk, tetapi beberapa bagian tubuh yang terbuka tetap perlu mendapat perlindungan.
Karena itu, lengkapi perlindungan dengan Soffell, lotion penolak nyamuk yang membantu melindungi kulit hingga 8 jam sekaligus menjaga kelembapannya.
Dengan dual action, Soffell memiliki aroma dan rasa yang tidak disukai nyamuk, tanpa membuat kulit terasa lengket atau panas. Formulanya cocok digunakan sebelum beraktivitas di luar ruangan.