Pusing serta mual adalah gejala yang kerap muncul secara bersamaan, dan apa yang menjadi penyebabnya bisa sangat beragam.
Selain itu, keluhan yang menyertainya juga jadi hal yang perlu diperhatikan, sehingga langkah penangannya bisa lebih tepat dilakukan. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Mual dan pusing pada dasarnya tidak selalu terkait dengan suatu penyakit tertentu, karena keluhannya dapat muncul akibat berbagai kondisi.
Keduanya bisa saja terjadi ketika tubuh kekurangan cairan, kurang tidur, telat makan, atau sedang menghadapi gangguan kesehatan tertentu.
Jika keluhan muncul berulang, berlangsung cukup lama, dan disertai dengan gejala berat lainnya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis.
Baca juga: Cara Menghilangkan Rasa Mual Karena Masuk Angin
Pusing dan mual merupakan keluhan yang dapat dipicu oleh beberapa penyebab, seperti:
Kurang tidur membuat tubuh tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup, terlebih ketika harus bekerja dan menatap layar selama berjam-jam.
Kesibukan di kantor terkadang membuat seseorang lupa atau bahkan menunda waktu makan secara sengaja.
Jika hal tersebut terjadi, tubuh bisa kekurangan energi karena tidak mendapat asupan glukosa yang cukup untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Menurut Cleveland Clinic, dehidrasi juga bisa menjadi penyebab kepala pusing dan mual, di mana cairan tubuh yang tidak seimbang dapat menghambat aliran darah.
Akibatnya, distribusi oksigen ke otak ikut terpengaruh, sehingga seseorang dapat merasakan pusing, lemas, sakit kepala, dan mual.
Vertigo adalah kondisi yang dapat memicu pusing, mual, dan sensasi seakan tubuh merasa berputar, bergoyang, serta mudah kehilangan keseimbangan.
Saat bekerja, keluhan ini dapat terasa semakin mengganggu ketika harus berpindah posisi atau melihat layar dalam waktu yang lama.
Baca juga: Penyebab Vertigo yang Harus Kamu Tahu!
Masalah pada lambung sering memicu rasa mual dan pusing, termasuk menimbulkan sensasi panas dari ulu hati, dada, hingga tenggorokan.
Kebiasaan menunda makan karena pekerjaan, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein juga dapat membuat keluhan lambung lebih mudah terasa.
Saat tekanan darah tidak normal, aliran darah dan oksigen yang membawa nutrisi menjadi tidak terdistribusi secara optimal ke otak dan organ pencernaan.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih mudah pingsan, terutama ketika mencoba berdiri secara tiba-tiba setelah lama duduk di depan layar..
Selain pusing dan menimbulkan nyeri berdenyut pada salah satu sisi kepala, migrain juga dapat disertai rasa mual dan muntah akibat perubahan aktivitas saraf di otak.
Jika keluhan pusing dan mual sering muncul saat bekerja di kantor, beberapa faktor di bawah ini bisa menjadi pemicunya:
Menatap layar komputer dalam waktu berjam-jam membuat mata terus bekerja, terutama saat membaca teks kecil dengan pencahayaan yang buruk.
Akibatnya, mata akan sulit untuk fokus, kemudian diikuti keluhan pusing dan mual yang muncul saat bekerja.
Duduk pasif terlalu lama bisa memicu ketegangan yang menjalar ke kepala, lalu berujung pada keluhan sakit kepala dan pusing.
Jika rasa pusing semakin kuat, sensasi tidak nyaman pada kepala bisa diikuti mual, terlebih jika posisi duduk kurang optimal.
Beban kerja yang terlalu berat tidak hanya membuat mental menjadi lebih rentan terhadap stres, tetapi juga memaksa tubuh berada dalam kondisi tegang lebih lama.
Hal ini bisa memicu sakit kepala dan memperburuk keluhan yang sudah ada, apalagi jika tubuh mulai kewalahan menghadapi tekanan tersebut.
Terlalu sibuk bekerja sampai melewatkan waktu makan membuat tubuh kekurangan asupan nutrisi, terutama jika sejak pagi perut belum terisi oleh makanan yang cukup.
Akibatnya, tubuh menjadi rentan terhadap risiko pusing dan mual, terutama jika kamu terus melakukan pekerjaan yang menguras banyak energi.
Bekerja berjam-jam tanpa jeda dapat mengurangi kesempatan tubuh untuk memulihkan diri secara optimal.
Apabila rasa lelah terus terakumulasi, kondisi ini bisa membuat kepala terasa berat, pusing, sulit berkonsentrasi, dan pada tingkat tertentu diikuti gangguan pencernaan.
Pusing dan mual yang muncul saat bekerja dapat mengganggu produktivitasmu, coba beberapa cara berikut untuk membantu mengatasinya:
Berikan tubuh waktu untuk memulihkan diri, tarik napas perlahan, tahan selama 2 detik, lalu hembuskan perlahan sembari membiarkan kepala dan tubuh tetap rileks.
Lakukan juga grounding sederhana dengan mengarahkan perhatian pada posisi kaki di lantai, dan sebutkan beberapa benda yang terlihat di sekitar agar pikiran teralihkan dari rasa pusing dan mual.
Jaga hidrasi tubuh setiap hari dengan mengonsumsi air putih secukupnya. Bila perlu, biasakan menyediakan botol atau tumbler minum di kantor.
Sebagai alternatif, kamu juga bisa memilih minuman dengan kandungan elektrolit, seperti kalium, natrium, dan klorida untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama bekerja.
Baca juga: Cara Minum Air Putih yang Benar untuk Kesehatan
Meski sibuk, jangan biarkan waktu makan terlewat, tetap usahakan agar kebutuhan nutrisi tetap tercukupi sepanjang hari, misalnya dengan membiasakan membawa bekal.
Perhatikan juga apakah asupan karbohidrat dalam makananmu sudah cukup, karena karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh.
Jaga jarak pandangan minimal 40-50 cm dari layar, serta alihkan juga pandangan secara berkala, sehingga mata tidak terus tegang dan terbebani dengan paparan cahaya yang konstan.
Atur posisi tubuh dengan baik, yaitu memastikan agar punggung mendapat penyangga, bahu tetap rileks, dan kepala tidak terus menunduk.
Jika pusing muncul setelah duduk lama, ubah posisi dan lakukan peregangan ringan sebelum kembali bekerja.
Apabila kondisi ruangan terasa pengap, cobalah keluar sebentar atau berpindah ke area yang memiliki sirkulasi udara lebih baik.
Kepala pusing dan mual sebaiknya diperiksakan apabila gejala berlangsung terus-menerus, sering kambuh, atau tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik.
Jangan ragu untuk segera cari pertolongan medis jika keluhan semakin berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Terutama jika kondisi ini disertai dengan keluhan serius lainnya, seperti sakit kepala, pingsan, penglihatan yang terganggu, sulit berbicara, atau ketika tubuh terasa lemas secara tiba-tiba.
Baca juga: Sakit Kepala Bagian Atas, Normal atau Perlu Diwaspadai?
Pusing dan mual dapat menjadi gejala dari kondisi yang beragam, sehingga penting memperhatikan keluhan lain yang muncul untuk mencari tahu apa pemicunya.
Berikan tubuh waktu beristirahat, cukupi kebutuhan cairan dan nutrisi, serta periksakan diri jika gejalanya semakin parah.
Untuk membantu tubuh tetap fit, kamu juga bisa mengandalkan Plossa, minyak angin aromaterapi multifungsi 4 in 1 yang praktis dibawa ke mana saja dan digunakan kapan saja.
Dengan satu alat, Plossa efektif membantu menyegarkan dan membuat tubuh terasa lebih nyaman saat aktivitas sehari-hari mulai terasa melelahkan.