Sensasi panas saat mengonsumsi makanan pedas kerap membuat perut tidak nyaman. Jadi, tak ada salahnya jika kamu ingin tahu cara menghilangkan perut panas setelah makan pedas. Misalnya dengan mengonsumsi susu, minum air secukupnya, hingga mengonsumsi makanan yang lembut.
Selain itu, ada banyak lagi cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakannya. Penasara? Yuk, temukan jawabannya di bawah ini.
Perut yang panas umumnya berkaitan dengan kandungan capsaicin pada cabai, yaitu senyawa yang dapat memicu sensasi terbakar di saluran pencernaan, terutama pada mereka yang sensitif terhadap makanan pedas.
Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di Science Direct tentang efek konsumsi capsaicin, kandungan capsaicin pada cabai dapat berinteraksi dengan reseptor sensorik yang disebut TRPV1.
Saat reseptor ini teraktivasi di saluran pencernaan, tubuh dapat menangkapnya sebagai sensasi terbakar atau panas.
Pada sebagian orang, makanan pedas juga dapat memperburuk keluhan seperti asam lambung naik, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur.
Baca juga: Mengenal Proses Pencernaan Makanan dan Tips Merawatnya
Sensasi panas di perut setelah menyantap makanan pedas tidak selalu harus dibiarkan sampai mereda sendiri. Penanganannya bisa melalui beberapa cara berikut ini:
Air putih bisa jadi opsi untuk meredakan sensasi panas pada perut, tetapi mengonsumsinya tidak secara langsung menetralkan capsaicin, karena senyawa ini memiliki sifat yang tidak mudah larut dalam air.
Air putih juga dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi setelah makan pedas, namun sebaiknya minum secara perlahan dan secukupunya agar tidak membuat perut terasa penuh.
Berkat kandungan protein di dalamnya, susu bisa menjadi pilihan yang ideal untuk diminum saat sensasi panas mulai muncul.
Selain itu, produk olahan susu seperti yoghurt juga bisa dicoba, terutama jika kamu lebih nyaman mengonsumsinya dibandingkan susu cair.
Makanan yang lembut dan tidak pedas juga bisa jadi cara ampuh menghilangkan perut panas setelah makan pedas
Nasi, oatmeal, smoothie pisang, dan mashed potato adalah beberapa pilihan yang baik untuk mengurangi iritasi dan paparan senyawa pemicu rasa tidak nyaman pada perut.
Setelah makan pedas, jangan langsung berbaring, karena posisi ini dapat mempermudah isi lambung naik ke kerongkongan.
Berikan jeda setelah makan, dan tetap berada dalam posisi tegak agar proses pencernaan dapat berlangsung dengan lebih efisien.
Kopi, minuman bersoda, serta makanan atau minuman yang asam dapat memperburuk keluhan perut panas, ini karena efeknya yang dapat memicu iritasi lanjutan pada saluran pencernaan.
Maka dari itu, tetaplah bijak saat memilih apa yang dikonsumsi sampai rasa panas benar-benar mereda.
Jika sensasi panas semakin parah, obat seperti antasida dapat digunakan untuk membantu meredakannya.
Tetap gunakan obat sesuai aturan pada kemasan, jangan mengonsumsi melebihi dosis yang dianjurkan.
Baca juga: Makanan untuk Melancarkan Pencernaan
Makanan pedas memang bisa membuat pencernaan terasa tidak nyaman, tetapi tidak semua keluhan bisa dianggap sebagai masalah biasa.
Ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan, di antaranya:
Perut panas setelah makan pedas umumnya akan cepat berangsur mereda, terutama jika keluhannya masih ringan dan hanya muncul sesekali.
Namun, jika rasa panas dan nyeri justru semakin kuat, terasa menusuk, atau tidak kunjung membaik meski sudah menghindari makanan pemicunya, kondisi ini bisa sangat berbahaya.
Keluhan tersebut bisa saja menandakan adanya masalah serius pada saluran pencernaan, sehingga tidak boleh dianggap sepele.
Rasa mual setelah mengonsumsi makanan pedas memang dapat terjadi, tetapi jika disertai muntah berulang, kondisi ini harus mendapat perhatian lebih.
Jika keluhan tidak kunjung mereda atau disertai gejala lain yang cukup berat, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri.
Baca juga: Muntah Kuning? Ini 7 Penyebab & Cara Mengatasinya!
BAB berdarah dan perubahan warna pada tinja juga menjadi hal yang perlu diwaspadai, terutama jika disertai rasa nyeri perut yang hebat, lemas, pusing, dan muntah.
Hal tersebut dapat berkaitan dengan perdarahan pada saluran pencernaan, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut agar penanganan yang tepat bisa segera didapat.
Jika perut terasa panas terjadi hampir setiap saat, bahkan ketika sedang tidak mengonsumsi makanan pedas, mungkin ada faktor lain yang menjadi pemicunya.
Keluhan yang berulang bisa berkaitan dengan masalah pencernaan tertentu, seperti refluks asam lambung atau iritasi pada saluran pencernaan.
Menghilangkan sensasi perut panas setelah makan pedas bisa dilakukan dengan cara sederhana. Jika kamu ingin mencegahnya, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
Baca juga: 6 Cara Kuat Makan Pedas, Agar Perut Tak Perih dan Mual!
Makanan pedas memang nikmat, namun harus tetap dikonsumsi dengan porsi dan tingkat kepedasan yang tidak berlebihan.
Jika sensasi panas pada perut mulai muncul, segera berikan tubuh waktu untuk beristirahat, serta pilih asupan yang dapat membantu menjaga kenyamanan tubuh.
Untuk menemanimu menyantap makanan pedas, Adem Sari RTD sangat cocok jadi minuman yang efektif meredakan panas dari dalam.
Adem Sari RTD terbuat dari jus, herbal, vitamin C, madu, dan perpaduan bahan alami lainnya, sehingga baik untuk menjaga tubuh tetap fit sepanjang hari.
Nikmati pilihan rasa Adem Sari RTD yang beragam, dan rasakan sensasi menyegarkannya sekarang juga!