Kenapa Sering digigit Nyamuk
Oktober 9, 2026 Artikel

Kenapa Sering Digigit Nyamuk? Ini Alasan Kenapa Beberapa Orang Jadi “Favorit”

Kenapa sering digigit nyamuk sementara orang lain di sekitar kita terlihat lebih jarang mengalaminya? Menurut Cleveland Clinic, hanya nyamuk betina yang menggigit manusia karena membutuhkan protein dari darah untuk membantu perkembangan telurnya. 

Namun, nyamuk ternyata tidak memilih target secara sembarangan. Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk, mulai dari aroma tubuh hingga kondisi tertentu pada tubuh. 

Karena itu, tidak heran jika ada orang yang terasa seperti “magnet nyamuk” dan lebih sering menjadi sasaran gigitan. Yuk, cari tahu penyebabnya sekaligus tips yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi risiko digigit nyamuk.

Kenapa Sering Digigit Nyamuk Dibanding Orang Lain?

Seseorang bisa lebih sering digigit nyamuk karena tubuhnya menghasilkan sinyal yang lebih mudah dideteksi atau lebih menarik bagi nyamuk.

Menariknya, nyamuk tidak mengandalkan satu petunjuk saja untuk menemukan manusia. Karbon dioksida dari pernapasan, suhu tubuh, hingga aroma alami kulit bisa memberikan sinyal yang membantu nyamuk menentukan arah.

Setelah mendeteksi karbon dioksida dari jarak tertentu, nyamuk akan menggunakan petunjuk lain seperti aroma tubuh, panas, dan isyarat visual untuk mendekati mangsanya. Kombinasi inilah yang membuat seseorang lebih sering digigit dibandingkan orang di sekitarnya.

Faktor yang Membuat Seseorang Lebih Sering Digigit Nyamuk

Berikut beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih menarik perhatian nyamuk dibandingkan orang lain.

1. Karbon Dioksida dari Pernapasan

Setiap kali mengembuskan napas, manusia mengeluarkan karbon dioksida (CO₂) yang dapat dideteksi nyamuk. Sinyal ini membantu nyamuk mengetahui bahwa ada calon inang di dekatnya. Setelah mendeteksi CO₂, nyamuk menggunakan petunjuk lain untuk mendekati target.

2. Suhu Tubuh Lebih Hangat

Nyamuk juga peka terhadap panas tubuh. Karena itu, seseorang yang sedang kepanasan atau baru selesai berolahraga dapat lebih mudah menarik perhatian nyamuk.

3. Keringat dan Aroma Tubuh

Aroma tubuh setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Senyawa tertentu pada keringat, termasuk asam laktat dan berbagai asam karboksilat, dapat menjadi bagian dari sinyal kimia yang dikenali nyamuk. 

Inilah sebabnya dua orang yang berada di tempat yang sama bisa mendapatkan jumlah gigitan yang berbeda.

4. Bakteri Alami pada Kulit

Mikrobioma yang hidup secara alami di kulit manusia ternyata juga ikut berperan. Mereka mengolah berbagai senyawa di permukaan kulit sehingga setiap orang memiliki aroma tubuh yang khas dan berbeda-beda. 

Di antara aroma tersebut, ada yang dianggap lebih menarik oleh nyamuk dan bisa menjadikan seseorang “magnet nyamuk” yang lebih sering digigit.

5. Pakaian yang Digunakan

GoodRX menjelaskan kalau nyamuk dapat merespons warna tertentu setelah mendeteksi CO₂. Pada nyamuk Aedes aegypti contohnya, mereka bisa mengenali warna merah dan oranye. 

Karena itu, warna pakaian mungkin turut memengaruhi ketertarikan nyamuk, meski tidak berarti ada warna tertentu yang bisa membuat seseorang sepenuhnya “tidak terlihat” oleh nyamuk.

6. Faktor Genetik dan Kondisi Tubuh

Perbedaan daya tarik seseorang bagi nyamuk mungkin juga berkaitan dengan faktor biologis. Kondisi tertentu juga dapat mengubah sinyal yang dikeluarkan tubuh. 

Misalnya, pola makan, penggunaan skin care, konsumsi alkohol, serta kehamilan dan faktor hormonal.

Baca Juga: 5 Penyebab Banyak Nyamuk di Rumah & Akibat yang Ditimbulkan

Apakah Golongan Darah Membuat Seseorang Lebih Sering Digigit Nyamuk?

Golongan darah ternyata bisa memengaruhi seberapa menarik seseorang bagi nyamuk, meski bukan satu-satunya faktor. Menurut Verywell Health, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis nyamuk tertentu memiliki preferensi terhadap golongan darah tertentu.

Misalnya, Aedes albopictus cenderung lebih tertarik pada golongan darah O, sementara Anopheles gambiae dalam penelitian tertentu lebih tertarik pada golongan darah AB.

Namun, para peneliti belum dapat memastikan apakah preferensi terhadap golongan darah berlaku pada semua spesies nyamuk. Faktor lain seperti aroma tubuh, karbon dioksida, suhu tubuh, dan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi.

Kondisi yang Bisa Membuat Nyamuk Lebih Mudah Menggigit

Selain karakteristik tubuh, situasi tertentu dapat membuat sinyal yang menarik nyamuk menjadi lebih kuat atau membuat tubuh lebih banyak terpapar.

1. Setelah Berolahraga

Setelah berolahraga, tubuh biasanya lebih hangat, berkeringat, dan bernapas lebih cepat. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan beberapa sinyal yang digunakan nyamuk untuk menemukan manusia. 

Karena itu, kamu mungkin lebih mudah menjadi sasaran ketika atau sesaat setelah beraktivitas fisik di area yang banyak nyamuk.

2. Saat Berada di Tempat Lembap dan Teduh

Area yang lembap dan teduh cenderung menjadi tempat yang nyaman bagi nyamuk untuk beristirahat, sehingga keberadaannya bisa lebih tinggi di sekitar area tersebut. 

Berada lebih lama di lingkungan seperti taman yang rimbun, semak, atau area dengan banyak tempat berlindung juga meningkatkan peluang terpapar gigitan.

3. Saat Menggunakan Pakaian Terbuka

Semakin banyak bagian kulit yang terbuka, semakin banyak permukaan tubuh yang tersedia untuk digigit. Terutama ketika kamu berada di tempat yang banyak nyamuk.

4. Pada Jam Nyamuk Lebih Aktif

Risiko gigitan juga dipengaruhi oleh jenis nyamuk dan waktu aktivitasnya. Nyamuk Aedes yang dapat menularkan dengue terutama aktif pada siang hari, sedangkan nyamuk Anopheles yang dapat menularkan malaria lebih aktif setelah senja hingga malam. 

Karena itu, perlindungan dari gigitan sebaiknya tidak diabaikan kapan pun kamu beraktivitas.

Baca Juga: Macam-Macam Penyakit yang Dibawa Oleh Nyamuk

Cara agar Tidak Mudah Digigit Nyamuk

Tidak semua faktor yang membuat seseorang menarik bagi nyamuk dapat dikendalikan. Namun, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan nyamuk.

1. Gunakan Pakaian yang Lebih Tertutup

Pilih pakaian yang menutupi lebih banyak bagian tubuh, seperti atasan berlengan panjang dan celana panjang, terutama ketika berada di area yang banyak nyamuk. 

Selain mengurangi kulit yang terbuka, pakaian berwarna lebih terang juga dapat menjadi pilihan ketika beraktivitas di luar.

2. Jaga Kebersihan Tubuh Setelah Berkeringat

Setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang membuat banyak berkeringat, bersihkan tubuh dan ganti pakaian yang lembap. 

Langkah ini tidak akan menghilangkan seluruh sinyal yang menarik nyamuk karena aroma tubuh dipengaruhi banyak faktor, tetapi dapat membantu menjaga tubuh tetap nyaman dan bersih.

3. Hindari Terlalu Lama Berada di Area dengan Banyak Nyamuk

Jika suatu area terlihat banyak nyamuk, kurangi waktu berada di sana atau pindah ke tempat yang lebih terlindungi.

Gunakan kasa pada jendela dan pintu di rumah, serta manfaatkan kelambu ketika diperlukan untuk mengurangi kontak dengan nyamuk.

4. Gunakan Lotion Anti Nyamuk

Repellent dapat memberi perlindungan tambahan ketika kamu perlu beraktivitas di area yang berisiko terkena gigitan nyamuk. Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan dan aplikasikan kembali sesuai ketentuan produknya.

Baca Juga: Inilah Cara Melindungi Anak dari Gigitan Nyamuk

Gunakan Soffell untuk Membantu Melindungi Diri dari Gigitan Nyamuk

Kalau nyamuk bisa menemukan manusia melalui kombinasi berbagai sinyal tubuh, perlindungan langsung dari gigitan tentu layak menjadi bagian dari rutinitas. Soffell hadir dalam bentuk lotion dan spray yang praktis digunakan untuk menemani berbagai aktivitas sehari-hari.

Dengan dual action formula, Soffell membantu melindungi kulit dari gigitan nyamuk melalui aroma dan rasa yang tidak disukai nyamuk. Dengan Soffell, kamu tetap nyaman beraktivitas tanpa harus memberi nyamuk kesempatan untuk menjadikanmu target berikutnya.

Related article