Pernah bertanya-tanya kenapa musim hujan banyak nyamuk? Salah satu penyebabnya adalah banyaknya genangan air yang muncul setelah hujan dan dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Selain itu, tingkat kelembapan yang lebih tinggi juga membuat lingkungan menjadi lebih mendukung bagi nyamuk untuk bertahan hidup. Itulah sebabnya jumlah nyamuk sering terasa meningkat saat musim hujan tiba.
Agar tidak semakin mengganggu dan membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk, penting untuk mengetahui penyebabnya sekaligus langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.
Ada beberapa alasan kenapa jumlah nyamuk cenderung meningkat saat musim hujan. Curah hujan yang tinggi dapat menciptakan lebih banyak tempat untuk bertelur, sementara kondisi lingkungan yang lembap mendukung perkembangan nyamuk.
Melansir laman Kemenkes, salah satu yang perlu diwaspadai adalah keberadaan Aedes aegypti, nyamuk yang dapat menularkan virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Nyamuk ini hidup di genangan air bersih, termasuk pada barang-barang sekitar kita, seperti tempat penampungan air dispenser, bak mandi, dan tempat minum burung.
Perubahan lingkungan selama musim hujan menciptakan kondisi yang mendukung bagi perkembangbiakan dan aktivitas nyamuk. Berikut ini adalah beberapa faktor yang membuat nyamuk lebih banyak:
Air hujan yang menggenang di wadah terbuka dapat menjadi tempat nyamuk bertelur. Bahkan genangan kecil di sekitar rumah pun bisa mereka manfaatkan. Jadi, meski hujan deras dapat menghilangkan sebagian genangan, genangan baru bisa kembali terbentuk setelah hujan.
Hujan meningkatkan kelembapan udara, sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi nyamuk untuk bertahan hidup. Terlebih jika disertai dengan ketersediaan air, siklus hidup nyamuk pun berlangsung lebih optimal.
Hujan dapat mengisi berbagai wadah yang terbuka, seperti pot bunga, talang, ember, botol bekas, dan ban. Karena itu, selalu kosongkan, tutup, atau balik wadah-wadah yang dapat menampung air hujan.
Hujan membuat area di sekitar rumah lebih basah dan lembap. Sudut rumah, gudang, atau area yang terlindung dari sinar matahari dapat menjadi tempat nyamuk beristirahat. Aedes aegypti sendiri diketahui suka “beristirahat” di tempat yang gelap dan terlindung, termasuk di dalam rumah.
Baca Juga: Inilah Ciri-ciri Nyamuk Demam Berdarah yang Wajib Diketahui
Ya, musim hujan dapat meningkatkan risiko penularan dengue di sejumlah wilayah. Curah hujan dapat menambah tempat perkembangbiakan nyamuk, sementara suhu dan kelembapan yang mendukung turut memengaruhi perkembangan serta aktivitasnya.
WHO mencatat bahwa penularan dengue sering mengikuti pola musiman dan dapat meningkat selama maupun setelah musim hujan.
Risikonya tidak hanya berasal dari banyaknya nyamuk, tetapi juga dari peluang lebih besar terjadinya kontak antara nyamuk Aedes dan manusia. Karena itu, mengurangi tempat perkembangbiakan sekaligus melindungi diri dari gigitan menjadi bagian penting dalam pencegahan DBD.
Baca Juga: Tempat yang Paling Disukai Nyamuk DBD
Mencegah DBD dapat dimulai dari lingkungan sekitar rumah dan perlindungan terhadap gigitan nyamuk. Beberapa langkah sederhana berikut dapat dilakukan secara rutin, terutama selama musim hujan.
Tempat penampungan air yang digunakan sehari-hari perlu dikuras dan dibersihkan secara rutin. Langkah ini tidak hanya menghilangkan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak, tetapi juga membantu membersihkan telur nyamuk yang dapat menempel pada permukaan wadah.
Wadah yang berisi air dan tidak dapat dikosongkan sebaiknya ditutup rapat. Dengan begitu, nyamuk tidak memiliki akses untuk masuk dan meletakkan telurnya di permukaan air.
Periksa halaman dan area sekitar rumah setelah hujan. Barang seperti botol bekas, kaleng, pot kosong, mainan, atau wadah lain yang dapat menampung air sebaiknya dibuang, dibalik, atau disimpan di tempat terlindung agar tidak bisa digunakan nyamuk untuk bertelur.
Talang atau saluran air yang tersumbat dapat menahan air hujan lebih lama. Selain menghambat aliran air, kondisi ini dapat menciptakan genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Karena itu, bersihkan daun, sampah, dan kotoran yang menghambat aliran, terutama setelah hujan deras.
Upaya membasmi tempat perkembangbiakan nyamuk juga perlu dilengkapi dengan perlindungan terhadap gigitan. Gunakan pakaian yang menutupi kulit dan penolak nyamuk sesuai petunjuk penggunaan, terutama ketika beraktivitas di area yang banyak nyamuk.
Baca Juga: 4 Tahap Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD
Waspada terhadap nyamuk tidak cukup dilakukan pada malam hari. Apalagi nyamuk Aedes aegypti aktif menggigit pada siang hari, sehingga perlindungan tetap diperlukan saat beraktivitas pada pagi hingga sore.
Karena itu, biasakan melindungi diri dari gigitan nyamuk sepanjang waktu, terutama saat berada di area yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Selain menjaga lingkungan, perlindungan langsung dari gigitan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Soffell merupakan lotion penolak nyamuk yang dapat digunakan pada kulit untuk membantu melindungi diri dari gigitan nyamuk, dengan perlindungan hingga 8 jam.
Soffell bekerja dengan memberikan dua perlindungan sekaligus. Formula penolak nyamuknya efektif melindungi tubuh dari gigitan nyamuk. Sementara kandungan pelembapnya membantu menjaga kulit tetap lembut tanpa terasa panas atau lengket saat digunakan.
Soffell tersedia dalam sediaan lotion dan spray, sehingga kamu bisa memilih bentuk yang paling praktis sesuai kebutuhan.