Pernah merasa tubuh tetap terjaga di tengah malam padahal sudah sangat kelelahan setelah terbang jauh? Atau justru mengantuk berat saat siang di tempat tujuan? Itulah yang disebut jet lag sebuah gangguan tidur yang terjadi ketika ritme tubuh belum sempat menyesuaikan diri dengan zona waktu baru. Meski sering dianggap sepele, jet lag bisa membuat tubuh terasa lelah, sulit tidur, dan konsentrasi menurun, hal yang tentu mengganggu kenyamanan selama bepergian.
Banyak orang salah paham dan menganggap jet lag sama dengan mabuk perjalanan, padahal keduanya berbeda. Jet lag berkaitan dengan jam biologis tubuh, sementara mabuk perjalanan lebih ke respons terhadap pergerakan fisik saat di kendaraan.
Ingin tahu lebih dalam tentang apa itu jet lag, gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!
Jet lag adalah suatu gangguan yang bisa terjadi setelah melakukan perjalanan jauh yang melewati beberapa zona waktu sekaligus. Perlu diketahui, perjalanan jauh saja tidak bisa menyebabkan jet lag. Jet lag hanya bisa terjadi kalau Anda melewati zona waktu yang berbeda.
Misal, Anda melakukan perjalanan dari Indonesia ke Amerika Serikat. Perjalanan tersebut tentunya sangat jauh dan membuat tubuh Anda kelelahan. Namun, ketika sampai di tujuan, tubuh Anda tidak bisa beristirahat karena di sana ternyata masih pagi hari. Karena perbedaan waktu tersebut, tubuh Anda jadi kesulitan untuk beristirahat sehingga rasa lelah akibat perjalanan bisa bertambah parah.
Gejala jet lag yang paling umum selain kelelahan adalah sembelit, mual, sakit kepala, hingga perubahan mood serta sulit berkonsentrasi.
Umumnya, jet lag akan mereda dalam 1 hingga 2 hari untuk perbedaan zona waktu yang kecil. Namun untuk perjalanan yang melewati banyak zona waktu sekaligus, seperti perjalanan dari Indonesia ke Amerika Serikat, gejala bisa bertahan hingga 5 sampai 7 hari. Semakin banyak zona waktu yang dilintasi, semakin lama tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali.
Sebagai patokan umum, tubuh membutuhkan waktu sekitar satu hari untuk setiap satu zona waktu yang dilintasi. Artinya, jika Anda melewati lima zona waktu berbeda, tubuh kemungkinan memerlukan sekitar lima hari untuk benar-benar pulih.
Baca Juga: Jam Tidur Terbalik: Ini Bahaya dan Cara Mudah Mengatasinya
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, penyebab jet lag adalah perubahan zona waktu yang dialami setelah kelelahan karena menempuh perjalanan jauh. Tubuh manusia memiliki jam biologis internal yang disebut ritme sirkadian, yaitu siklus 24 jam yang mengatur kapan kita merasa mengantuk, lapar, atau waspada. Ketika berpindah zona waktu secara tiba-tiba, ritme ini belum sempat menyesuaikan, sehingga muncullah gejala jet lag.
Ketika Anda hendak tidur karena kelelahan, tubuh akan menolak untuk tidur karena di zona terbaru masih menunjukkan pagi hari. Selain itu, penyebab lain dari jet lag adalah dehidrasi selama perjalanan. Ketika melakukan perjalanan jauh, beberapa orang memilih untuk tidak minum sama sekali agar tidak perlu sering ke kamar mandi. Keputusan tersebut tentunya membuat tubuh jadi kekurangan cairan dan mengakibatkan kelelahan.
Baca juga: 11 Penyebab Insomnia yang Perlu Kamu Ketahui & Cara Atasinya
Jet lag memang tidak selalu bisa dihindari, tapi ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sejak sebelum berangkat agar gejalanya tidak terlalu parah.
1. Atur Jadwal Tidur Beberapa Hari Sebelum Berangkat
Coba geser jam tidur Anda secara bertahap beberapa hari sebelum keberangkatan, sesuaikan dengan zona waktu tempat tujuan. Jika tujuan Anda 5 jam lebih maju dari Indonesia, mulailah tidur lebih awal. Hal ini membantu tubuh sudah mulai beradaptasi bahkan sebelum pesawat lepas landas.
2. Hindari Alkohol dan Kafein Selama Penerbangan
Meski kafein bisa membantu Anda tetap terjaga, konsumsi kafein selama penerbangan justru bisa memperburuk dehidrasi dan mengganggu pola tidur saat tiba di tujuan, terutama jika Anda berencana tidur selama penerbangan. Sebaiknya perbanyak konsumsi air putih selama penerbangan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
3. Atur Jam Tangan ke Zona Waktu Tujuan Sejak di Pesawat
Salah satu trik yang banyak direkomendasikan adalah mengatur jam ke zona waktu tujuan sejak naik pesawat, lalu makan dan tidur sesuai jam tersebut. Cara ini membantu pikiran dan tubuh mulai beradaptasi lebih awal sebelum tiba di tempat tujuan.
Pada umumnya, jet lag adalah gangguan yang bisa mereda dengan sendirinya. Biasanya, jet lag akan mereda dalam kurun waktu 2 hari, tapi hal tersebut tergantung dari kondisi setiap orang. Untuk Anda yang ingin gangguan ini cepat mereda, simak beberapa caranya berikut ini
Cara pertama mengatasi jet lag adalah dengan melakukan adaptasi terhadap zona waktu tempat yang Anda tuju. Jika Anda sampai di suatu tempat pada sore hari, usahakan untuk menunda waktu istirahat sampai malam hari tiba. Dengan begitu, tubuh akan beradaptasi dengan zona waktu terbaru dan menyesuaikan waktu biologisnya.
Agar tidak terfokus dengan rasa lelah, Anda bisa berjalan-jalan ke tempat-tempat menarik di tempat tujuan Anda. Dengan begitu Anda tidak akan terfokus dengan rasa lelah yang dirasakan dan pada akhirnya bisa beristirahat sesuai dengan zona waktu setempat.
Setelah tiba di tempat tujuan, cara selanjutnya untuk mengatasi jet lag adalah dengan minum minuman yang mengandung kafein, terutama jika Anda harus tetap terjaga di siang hari zona waktu setempat. Anda bisa mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, cokelat panas, atau minuman lainnya.
Namun perlu diingat, mengonsumsi kafein secara berlebihan juga tidak baik untuk tubuh. Selain itu, untuk Anda yang memiliki riwayat penyakit lambung, maka sebaiknya untuk menghindari meminum kopi karena bisa berpotensi membuat asam lambung Anda naik.
Salah satu cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jet lag adalah dengan membiarkan tubuh terkena paparan sinar matahari. Jika kamu sampai di tempat tujuan ketika matahari masih bersinar, maka biarkanlah tubuhmu terkena paparan sinar matahari selama beberapa waktu.
Ketika tubuh terkena paparan sinar matahari, maka pelepasan hormon melatonin yang menyebabkan rasa kantuk akan berkurang. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan diri dengan zona waktu terbaru.
Baca juga: 10 Cara Mengatasi Insomnia Secara Alami Tanpa Obat, Efektif!
Selain beberapa cara di atas, Anda juga bisa menggunakan Plossa untuk mengatasi jet lag. Plossa merupakan minyak aromaterapi yang bisa membuat tubuh Anda rileks dan mampu meredakan gejala sakit kepala maupun masuk angin akibat perjalanan jauh. Ada tiga varian dari Plossa yang bisa Anda pilih untuk mengatasi jet lag.
Pertama, ada varian Hijau Eucalyptus yang memiliki sensasi kesegaran minyak kayu putih. Anda juga bisa menggunakan varian ini untuk melegakan pernapasan. Varian kedua ada Red Hot yang memiliki kandungan capsicum oil sehingga dapat memberikan sensasi panas yang menyegarkan tubuh. Lalu, untuk varian terakhir ada Blue Mountain yang memiliki aroma menyegarkan dan melegakan.
Itulah beberapa informasi mengenai jet lag yang perlu Anda ketahui. Seperti yang dibahas sebelumnya, salah satu cara untuk mengatasi jet lag adalah dengan menggunakan Plossa. Plossa merupakan produk minyak aromaterapi dari Enesis Group. Dengan kemasannya yang praktis, Plossa juga memiliki banyak fitur, mulai dari roll on, pijat, inhaler, hingga kerokan yang siap untuk Anda gunakan dalam perjalanan.
Jadi tunggu apalagi? Dengan Plossa, Anda bisa merasa rileks kapanpun dan di manapun. Healthy product for healthy family.
Baca Juga: 7 Penyebab Tidur Tidak Nyenyak di Malam Hari, Sudah Tahu?