sakit kepala bagian depan
Februari 17, 2023 Artikel

Ini 7 Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan & Cara Mengatasinya

Plossa – Sakit kepala bagian depan mungkin akan sangat mengganggu sehingga perlu dicari tahu penyebabnya.

Banyak hal yang dapat memicu sakit kepala depan, misalnya seperti kelelahan mata, adanya penyakit, hingga penggunaan obat.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa saja penyebab sakit kepala bagian depan sekaligus cara mengatasinya, simak uraian informasi di bawah ini!

Jenis dan Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan

Sakit kepala bagian depan kening bisa memiliki diagnosis yang berbeda-beda antar penderitanya.

Adapun sejumlah jenis sekaligus beberapa hal yang berpotensi menjadi penyebab sakit kepala bagian depan adalah sebagai berikut.

1. Tension Headache

Sakit kepala tipe tegang atau biasa disebut tension headache adalah jenis sakit kepala bagian depan yang paling umum dialami oleh banyak orang dari waktu ke waktu. Beberapa gejalanya meliputi:

  • Sakit yang terasa tumpul dan terus-menerus, bahkan hingga di seluruh kepala
  • Rasa sakit sering dimulai di kening, pelipis, atau di belakang mata hingga ke bagian leher dan bahu
  • Kepala terasa sesak seperti diikat 

Sakit kepala tegang dapat berlangsung selama 30 menit hingga beberapa jam, bahkan ada bisa bertahan hingga berhari-hari.

Sakit kepala ini bisa terjadi karena stres, kecemasan, atau depresi. Namun, dapat juga disebabkan oleh kelelahan, postur tubuh yang buruk, atau masalah muskuloskeletal di leher.

2. Sakit Kepala Akibat Mata Lelah

Kelelahan mata juga dapat menjadi penyebab sakit kepala bagian depan. Sakit kepala karena mata kelelahan mungkin terasa mirip dengan sakit kepala tegang.

Namun, gangguan penglihatan yang tidak terkoreksi seperti astigmatisme (silinder) pada satu maupun kedua mata biasanya menjadi alasan di balik rasa sakit kepala jenis ini.

Terdapat beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan karena bisa menyebabkan sakit kepala bagian depan karena mata kelelahan, di antaranya:

  • Jarak pandang yang tidak dijaga saat menggunakan gadget
  • Menggunakan dan menatap komputer, laptop, maupun smartphone terlalu lama

3. Migrain

Migrain termasuk dalam jenis sakit kepala bagian depan yang umum dialami oleh banyak orang.

Migrain biasanya menimbulkan nyeri berdenyut secara berulang yang berlangsung sekitar 4 hingga 72 jam (3 hari).

Aktivitas yang berkaitan erat dengan visual, cahaya, suara, dan bau seringkali dianggap menjadi penyebab migrain.

Oleh karenanya, ketika merasakan migrain, penderita umumnya akan lebih senang berdiam diri di ruang gelap, tanpa suara, aroma, serta menghindari gerak berlebihan.

Baca juga: 5 Aktivitas Ini Ternyata Bisa Memicu Sakit Kepala Ringan

4. Sakit Kepala Akibat Sinusitis

Sinusitis adalah penyebab sakit kepala bagian depan kening yang kerap disalahartikan  sebagai migrain.

Pada umumnya sakit kepala akibat infeksi sinusitis ini ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Demam dan/atau menggigil
  • Sakit kepala lebih dari seminggu
  • Cairan hidung yang kental, berwarna kekuningan, dan banyak
  • Rasa sakit yang semakin memburuk saat membungkuk
  • Kehilangan fungsi indra penciuman dan pengecap (dalam beberapa kasus)

Agar lebih jelas dalam membedakan antara sakit pada kepala bagian depan karena sinusitis dengan penyebab lainnya, perlu dilakukan pemeriksaan oleh spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

5. Sakit Kepala Kluster

Sakit kepala kluster mungkin jarang terjadi, tapi bisa sangat menyakitkan bagi penderitanya. Umumnya, sakit ini terjadi di satu sisi kepala, seringkali di sekitar mata, pelipis, atau kening.

Sensasi yang dirasakan dalam sakit kepala kluster kerap digambarkan sebagai rasa tajam, terbakar, atau menusuk. 

Selain itu, serangan sakit kepala kluster juga disertai beberapa gejala, seperti adanya cairan hidung, penyempitan pupil, mata berair, pembengkakan wajah, dan rasa gelisah.

Sakit kepala kluster dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, biasanya 4–12 minggu. 

Sementara serangan sakitnya cenderung terjadi pada waktu yang sama setiap hari dan sering membuat penderitanya terbangun dari tidur.

6. Arteritis Temporalis

Arteritis temporal disebabkan oleh peradangan pada arteri, di sisi kepala (pelipis).

Jenis sakit kepala bagian depan ini tergolong serius dan membutuhkan perawatan secara medis dengan segera.

Gejala arteritis temporal sebenarnya dapat tergantung pada arteri mana yang terpengaruh. Namun secara umum, gejalanya dapat meliputi:

  • Seringnya terjadi rasa sakit dan nyeri di pelipis 
  • Sakit rahang saat makan atau berbicara
  • Adanya masalah penglihatan, seperti penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan pada satu maupun kedua mata
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan

Pada sebagian orang, arteritis temporal juga bisa ditunjukkan dengan terjadinya rematik polimialgia yang menimbulkan rasa sakit atau kaku pada otot bahu, leher, dan panggul.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Pegal di Leher, Praktis dan Efektif!

7. Sakit Kepala Akibat Penggunaan Obat

Mengatasi sakit kepala dengan sering minum obat ternyata bisa berbahaya dan membuat sakitnya malah semakin buruk.

Dengan demikian, konsumsi obat yang harusnya menyembuhkan justru menjadi penyebab sakit kepala bagian depan lainnya.

Selain terkait pengobatan sakit kepala, hal ini juga dapat terjadi bagi orang yang mengonsumsi obat secara berlebihan untuk penyakit lain.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Bagian Depan

Cara mengatasi sakit kepala bagian depan mungkin akan bervariasi, tergantung pada keparahan keluhan penyakit.

Untuk dapat menanganinya dengan tepat, kamu bisa berkonsultasi pada dokter. Namun bila tidak memungkinkan, cobalah cara yang dapat dilakukan di rumah terlebih dahulu.

Adapun berbagai cara mengatasi sakit kepala bagian depan tersebut, di antaranya seperti:

1. Pijat

Sakit kepala bagian depan dapat disebabkan oleh ketegangan otot tubuh atas karena melakukan postur yang buruk atau kelelahan setelah olahraga berat.

Oleh karena itu, pijatan bisa menjadi cara mengatasi sakit kepala bagian depan agar rasanya semakin berkurang.

Cobalah luangkan waktu untuk mencari tahu tentang teknik dan titik pijat, lalu pijatlah bagian yang terasa nyeri.

Agar pijatan lebih nikmat, kamu dapat menggunakan Plossa Press & Soothe Aromatics, yaitu minyak aromaterapi dengan kemasan multifungsi.

Salah satu fungsinya adalah bisa menjadi alat pijat karena memiliki sisi tumpul dan tajam untuk akupresur.

Selain itu, Plossa mengandung ekstrak bahan-bahan alami, seperti eucalyptus, capsicum, lemon, peppermint, dan mentol yang memberi sensasi menenangkan untuk ototmu.

Jadi, pastikan pilih Plossa untuk membantu meringankan sakit kepala bagian depan dengan pijatan! Healthy products for healthy family!

Baca juga: Pijat Bagian Ini Jika Kepala Terasa Pusing

2. Kompres Air Hangat atau Dingin

Kompres air panas ataupun dingin dapat kamu lakukan untuk mengatasi rasa tegang yang terdapat di kepala bagian depan.

Jika ingin kompres dengan air dingin, masukkanlah es ke dalam kantong plastik yang dilapisi kain tipis agar tidak melukai kulitmu.

Tempatkan kompres air dingin tersebut di kening atau di atas bagian yang terasa nyeri. Lalu, gantilah es setiap 15 menit.

Sementara itu, untuk kompres air panas bisa dilakukan menggunakan bantalan hangat khusus yang diletakkan di area sakit.

3. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan, termasuk juga sakit kepala di area kening.

Maka dari itu, cara mengatasi sakit kepala bagian depan salah satunya bisa dilakukan dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuhmu.

Untuk mendapatkan cairan tubuh sebenarnya bukan hanya melalui air putih saja, kamu bisa mengonsumsi sayuran atau buah mengandung air ataupun jenis minuman sehat lainnya.

Akan tetapi, pastikan untuk memilih minuman dengan tepat karena terdapat jenis minuman yang justru bisa memicu sakit kepala, seperti kopi atau minuman bersoda.

4. Istirahat atau Tidur

Kelelahan yang kerap menjadi penyebab dari sakit di area kepala depan tentunya perlu ditangani. 

Dalam hal ini, berarti cara mengatasi sakit kepala bagian depan yang tepat adalah dengan istirahat atau tidur. Pastikan bahwa kamu tidur sekitar 7–8 jam di malam hari. 

Jika sulit untuk segera tidur, lakukanlah aktivitas santai yang menenangkan terlebih dahulu, misalnya seperti membaca buku atau mandi air hangat.

5. Kurangi Kandungan Makanan atau Minuman Tertentu

Cara mengatasi sakit kepala bagian depan juga dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan maupun minuman yang memiliki kandungan tertentu, seperti:

  • Kafein, contohnya cokelat, kopi, minuman bersoda, dan teh
  • Monosodium glutamat (MSG), salah satu contohnya seperti mi instan 
  • Nitrat, meliputi sosis, kornet, nuget, dan produk olahan daging lainnya
  • Tiramin, misalnya pizza dan keju tua

6. Akupuntur

Akupuntur adalah teknik pengobatan tradisional yang melibatkan penggunaan jarum halus dan tajam ke area utama pada tubuh sebagai sarana untuk meningkatkan aliran energi. 

Akupuntur ini berguna dalam merangsang senyawa pereda nyeri alami tubuh sehingga bisa meredakan sakit kepala bagian depan.

7. Pengobatan Medis

Jika kamu memilih menggunakan obat, biasanya dokter akan meresepkan jenis obat-obatan tertentu sesuai keluhan, misalnya ibuprofen, asetaminofen, atau aspirin.

Kamu mungkin saja bisa mendapatkan beberapa jenis obat pereda sakit kepala dengan mudah karena banyak dijual secara bebas.

Namun demikian, akan lebih baik jika mengikuti anjuran dokter terlebih dahulu. Sebab, penggunaan obat yang tidak tepat berpotensi memicu sakit kepala bagian depan.

Selain itu, dokter biasanya dokter akan memberikan rujukan ke psikoterapis atau psikolog, terutama untuk mengatasi sakit kepala bagian depan yang disebabkan oleh masalah mental dan emosional.

Bagi jenis sakit kepala bagian depan yang berlanjut setelah perawatan pertama, mungkin perlu mengikuti tes pencitraan otak untuk mengetahui ada atau tidaknya pelebaran pembuluh darah maupun tumor.

Itu tadi berbagai jenis, penyebab, dan cara mengatasi sakit kepala bagian depan yang penting untuk kamu ketahui.

Jika mengalami kondisi sakit di area kening dan sangat mengganggu, segeralah lakukan penanganan yang kamu bisa.

Apabila cara-cara alami atau rumahan tidak efektif, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan medis ke dokter. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Tips Menghilangkan Sakit Kepala Ringan Saat Beraktivitas

Related article