BAB tidak tuntas bisa termasuk salah satu gejala sembelit, terutama jika disertai kondisi lain seperti feses keras atau kering, frekuensi BAB lebih jarang dari biasanya, sulit mengeluarkan feses, atau harus mengejan lebih kuat.
Namun, pola BAB setiap orang memang berbeda sehingga rasa belum tuntas perlu dilihat bersama gejala lain dan perubahan dari kebiasaan BAB sehari-hari.
Sensasi seperti masih ada feses yang tertinggal setelah BAB tentu bisa terasa mengganggu. Tak jarang, kondisi ini membuat seseorang bolak-balik ke toilet atau merasa perut masih penuh meski sudah BAB.
Berikut ini penjelasan selengkapnya soal gejala sembelit yang perlu dikenali dan bagaimana cara mengatasinya. Simak terus, ya!
Ya, BAB tidak tuntas dapat menjadi salah satu tanda sembelit atau konstipasi.
Melansir NIDDK, dalam dunia medis, sembelit tidak hanya ditandai dengan jarang BAB, tetapi juga bisa berupa feses keras atau kering, sulit atau terasa sakit saat BAB, serta sensasi seolah-olah belum semua feses keluar.
Dengan kata lain, kamu tidak harus mengalami BAB hanya beberapa kali dalam seminggu untuk disebut mengalami sembelit. Jika frekuensi BAB masih seperti biasa tetapi feses menjadi keras, perlu mengejan, atau selalu terasa belum tuntas, kondisi tersebut tetap bisa mengarah pada sembelit.
Meski begitu, BAB tidak tuntas juga bisa terjadi karena berbagai faktor lain. Misalnya, kebiasaan menahan BAB, kurang bergerak, perubahan rutinitas, stres, hingga gangguan tertentu pada saluran pencernaan.
Baca Juga: 10 Cara Agar BAB Lancar Setiap Pagi, Wajib Dicoba!
Selain BAB tidak tuntas, ada beberapa gejala sembelit yang cukup umum dan bisa muncul bersamaan. Berikut beberapa di antaranya:
Salah satu tanda sembelit yang paling sering dikenali adalah frekuensi BAB yang berkurang. Secara umum, kurang dari tiga kali BAB dalam seminggu dapat menjadi salah satu tanda sembelit.
Misalnya, biasanya kamu BAB setiap hari, tetapi dalam beberapa hari terakhir hanya BAB satu atau dua kali. Apalagi jika kondisi tersebut disertai feses yang keras atau sulit dikeluarkan.
BAB tidak tuntas merupakan sensasi seolah-olah masih ada feses yang belum keluar setelah selesai BAB. Akibatnya, kamu mungkin merasa ingin kembali ke toilet meski baru saja BAB.
Jika kondisi ini terjadi sesekali, belum tentu menunjukkan masalah serius. Namun, jika sering terjadi dan disertai gejala sembelit lainnya, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Feses yang keras, kering, atau berbentuk gumpalan juga termasuk tanda sembelit. Kondisi ini dapat membuat feses lebih sulit bergerak melalui usus dan akhirnya lebih sulit dikeluarkan.
Kurangnya asupan serat dan cairan dapat menjadi salah satu faktor yang membuat tekstur feses menjadi lebih keras. Karena itu, pola makan dan kecukupan cairan perlu diperhatikan ketika mengalami sembelit.
Pernah merasa harus mengejan lebih keras agar feses bisa keluar? Hal ini juga dapat menjadi salah satu tanda sembelit.
Mengejan terlalu kuat atau terlalu sering sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Selain membuat proses BAB terasa tidak nyaman, mengejan berlebihan dapat memberikan tekanan pada area anus.
Sembelit juga dapat membuat perut terasa penuh, begah, atau kembung. Feses yang bergerak lebih lambat melalui saluran pencernaan dapat membuat perut terasa kurang nyaman.
Kondisi ini terkadang membuat nafsu makan ikut berkurang karena perut terasa penuh meski belum banyak makan.
Feses yang keras dan kering dapat membuat proses BAB terasa sakit atau tidak nyaman. Pada sebagian orang, rasa sakit tersebut juga membuat mereka semakin enggan untuk BAB.
Jika kemudian dorongan BAB sering ditahan karena takut sakit, siklus ini justru dapat membuat sembelit semakin sulit diatasi.
Baca Juga: 10 Cara Agar BAB Lancar Setiap Pagi, Wajib Dicoba!
Jika BAB tidak tuntas berkaitan dengan sembelit ringan, beberapa perubahan sederhana dalam rutinitas sehari-hari dapat membantu. Berikut ini penjelasannya:
Mulailah menambahkan makanan berserat ke dalam menu sehari-hari. Kamu bisa mendapatkannya dari buah, sayuran, oatmeal, kacang-kacangan, serta produk berbahan biji-bijian utuh.
Namun, peningkatan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap. Menambah serat secara tiba-tiba justru dapat membuat perut terasa kembung pada sebagian orang.
Jangan lupa mengimbangi peningkatan serat dengan asupan cairan yang cukup. Air membantu serat bekerja dan dapat membantu membuat feses lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, sehingga jangan terpaku pada satu angka yang berlaku untuk semua orang. Perhatikan juga aktivitas fisik, kondisi kesehatan, cuaca, dan kebutuhan tubuh.
Cobalah membuat rutinitas BAB pada waktu yang relatif sama setiap hari. Berikan waktu yang cukup ketika berada di toilet dan jangan terburu-buru.
Hal yang tidak kalah penting adalah dengan tidak mengabaikan keinginan untuk BAB. Jika tubuh sudah memberikan sinyal untuk buang air besar, sebaiknya segera ditanggapi.
4. Lebih Aktif Bergerak
Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengurangi keluhan sembelit. Kamu bisa memulainya dengan berjalan kaki setiap hari, melakukan peregangan, atau memilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Bagi kamu yang sehari-hari bekerja sambil duduk dalam waktu lama, coba selingi dengan berdiri atau berjalan sebentar secara berkala.
Posisi saat menggunakan toilet juga dapat membantu membuat proses BAB lebih nyaman. Menurut NHS, salah satu cara yang dapat dicoba adalah menggunakan bangku kecil untuk menopang kaki sehingga posisi lutut sedikit lebih tinggi daripada pinggul.
Selain itu, hindari mengejan terlalu kuat. Berikan tubuh waktu untuk melakukan proses BAB secara alami.
Baca Juga: 10 Buah Pelancar BAB untuk Mengatasi Sembelit Secara Alami
Selain mengatur pola makan, kebutuhan serat juga bisa didukung dengan produk yang mengandung serat. Vegeta Herbal merupakan suplemen yang mengandung kombinasi serat, laksatif alami, dan herbal yang membantu melancarkan BAB yang sudah macet.
Salah satu kandungan utamanya adalah Plantago ovata atau psyllium, yaitu sumber serat yang dapat membantu mendukung proses BAB. Meski begitu, konsumsi produk berserat tetap perlu diimbangi dengan asupan cairan yang cukup dan pola makan seimbang.
Perlu diingat, suplemen bukan pengganti pola makan sehat. Jika kamu sering mengalami BAB tidak tuntas atau sembelit berulang, penting untuk mencari tahu penyebabnya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.