Mengetahui jam aktif nyamuk DBD dapat membantu kamu lebih waspada terhadap risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk yang dapat menularkan demam berdarah dengue (DBD).
Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Risiko penularan penyakit dapat dikurangi melalui berbagai langkah pencegahan, mulai dari menjaga lingkungan hingga melindungi diri dari gigitan nyamuk.
Salah satunya adalah dengan memahami kapan nyamuk DBD lebih aktif, sehingga perlindungan bisa dilakukan pada waktu yang tepat. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Jika kamu bertanya-tanya nyamuk DBD jam berapa aktif, jawabannya adalah pada siang hari, bukan malam.
Menurut UNICEF, Aedes aegypti paling aktif menggigit pada pagi hari dan menjelang senja, terutama sekitar dua jam setelah matahari terbit dan pada sore hari sebelum matahari terbenam.
Di luar jam aktifnya, Aedes aegypti lebih suka beristirahat di tempat yang gelap dan terlindung, seperti dinding bagian dalam rumah, bawah furnitur, atau benda yang tergantung.
Perlu dipahami, DBD tidak menular langsung dari satu orang ke orang lain. Penularan virus dengue terjadi ketika nyamuk Aedes menggigit orang yang terinfeksi, kemudian menggigit orang lain.
Ada beberapa faktor yang membuat waktu tersebut menjadi periode yang perlu lebih diwaspadai.
Aktivitas nyamuk Aedes aegypti dipengaruhi oleh suhu dan cahaya. Nyamuk ini dapat aktif dalam rentang suhu yang luas, tetapi aktivitasnya cenderung tinggi saat pagi dan sore hari.
Selain itu, Aedes aegypti adalah hewan diurnal aktivitasnya mengikuti siklus cahaya, dengan puncak gigitan setelah matahari terbit dan menjelang senja.
Pagi dan sore merupakan waktu ketika banyak orang beraktivitas di rumah, sekolah, tempat kerja, atau area luar ruangan. Karena Aedes aegypti banyak beraktivitas di sekitar manusia, kesempatan untuk terjadi kontak juga lebih besar.
Aedes aegypti beradaptasi dengan lingkungan perkotaan dan umumnya berkembang biak di sekitar pemukiman manusia. Nyamuk betina membutuhkan darah untuk mendukung perkembangan telurnya, sehingga manusia menjadi salah satu sumber darah utamanya.
Baca Juga: Mengenal Nyamuk Penyebab DBD
Selain mengetahui kapan nyamuk ini aktif, perhatikan pula lingkungan yang memungkinkan Aedes aegypti berkembang biak.
Jangan menganggap rumah sepenuhnya aman dari nyamuk DBD. Periksa area yang gelap dan terlindung, termasuk wadah yang berpotensi menampung air, seperti ember, kaleng bekas, genangan air, hingga tutup botol.
Menjadi tempat aktivitas dari pagi hingga sore, membuat sekolah dan tempat kerja perlu mendapat perhatian. Periksa area sekitar bangunan, terutama tempat yang memungkinkan air tergenang.
Taman, halaman, dan area terbuka dapat menjadi tempat beraktivitas sekaligus area yang memungkinkan terjadinya kontak dengan nyamuk. Gunakan perlindungan tambahan saat berada di luar ruangan, terutama saat periode aktivitas nyamuk sedang tinggi.
Risiko gigitan tidak berhenti ketika kamu meninggalkan rumah. Saat bepergian, terutama untuk kegiatan outdoor, tetap gunakan perlindungan terhadap gigitan nyamuk dan perhatikan lingkungan sekitar.
Baca Juga: 4 Tahap Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD
Kebiasaan menggunakan perlindungan dari nyamuk hanya menjelang tidur perlu diubah jika tujuannya juga mencegah gigitan Aedes aegypti. Pasalnya, nyamuk ini justru aktif pada siang hari, dengan periode gigitan yang lebih tinggi pada pagi dan sore.
Karena itu, perlindungan sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas. Misalnya, saat akan berangkat sekolah, bermain di taman, atau menjalani kegiatan di luar ruangan.
Salah satu cara mengurangi risiko DBD adalah mencegah gigitan nyamuk. Selain menghilangkan tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, penggunaan repellent atau losion anti nyamuk pada bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian dapat menjadi bagian dari perlindungan, terutama ketika beraktivitas pada pagi dan sore hari.
Soffell merupakan lotion penolak nyamuk yang dapat digunakan pada berbagai kesempatan, baik ketika beraktivitas di luar rumah maupun saat berada di dalam rumah.
Jika aktivitas dimulai pada pagi hari, gunakan Soffell sebelum keluar rumah atau sebelum melakukan kegiatan yang membuat kulit lebih banyak terpapar. Soffell memberikan perlindungan hingga 8 jam sehingga dapat membantu melindungi tubuh dari gigitan nyamuk selama beraktivitas.
Menjelang sore merupakan salah satu periode ketika aktivitas gigitan Aedes aegypti kembali meningkat. Jika kamu akan beraktivitas di luar rumah pada waktu tersebut, pastikan perlindungan dari gigitan nyamuk tetap diperhatikan dan gunakan produk sesuai petunjuk pemakaian pada kemasan.
Aktivitas seperti hiking, camping, bermain di taman, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga tetap membutuhkan perlindungan dari gigitan nyamuk. Soffell hadir dalam bentuk lotion dan spray, sehingga dapat menjadi pilihan praktis untuk digunakan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: 7 Fakta Seputar Demam Berdarah
Mengetahui jam aktif nyamuk DBD bisa membantu kamu lebih waspada, tetapi perlindungan tetap perlu dilakukan sepanjang hari dengan menjaga lingkungan dan mencegah gigitan nyamuk. Lindungi aktivitasmu dari gigitan nyamuk dengan Soffell, lotion penolak nyamuk dengan perlindungan hingga 8 jam.