alergi seafood
Juli 7, 2024 Artikel

Alergi Seafood: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Reviewed by: dr. Sagita Nindra, MD, dr. Shabrina Ghassani Roza

Scrubber – Seafood merupakan makanan sumber protein tinggi yang lezat. Meski begitu, bagi sebagian orang, konsumsi makanan laut dapat menjadi pemicu reaksi alergi yang serius. Alergi seafood merupakan salah satu jenis alergi makanan yang umum terjadi namun bisa berdampak serius terhadap kesehatan dan kualitas hidup seseorang.

Oleh karena itu, di artikel ini akan dibahas mengenai alergi seafood, mulai dari gejala, penyebab, serta langkah-langkah penanganan yang dapat diambil untuk mengatasinya. Yuk, simak hingga akhir.

Apa itu Alergi Seafood

Alergi seafood adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang bereaksi terhadap protein tertentu yang terdapat dalam makanan laut, seperti ikan, udang, kepiting, kerang, dan cumi-cumi. Hal ini karena protein dalam seafood dianggap sebagai benda asing yang berbahaya oleh tubuh pengidap alergi, sehingga terjadi produksi antibodi yang berfungsi untuk melawan protein tersebut.

Baca juga: Inilah Pola Hidup yang Dapat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Gejala Alergi Seafood

Gejala alergi makanan laut dapat bervariasi, mulai dari gejala yang ringan hingga yang parah. Berikut adalah beberapa gejala umum yang biasanya terjadi:

  • Ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan di sekitar mulut dan tenggorokan: Gejala ini biasanya terjadi dalam waktu singkat, yakni setelah seseorang dengan alergi seafood mengonsumsi makanan laut. Ruam kulit bisa muncul di berbagai bagian tubuh, sementara pembengkakan di sekitar mulut dan tenggorokan dapat menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan.
  • Masalah pernapasan: Gejala ini termasuk sesak napas, mengi (suara “ngik-ngik” saat bernapas) karena ada penyempitan saluran napas, atau batuk yang tidak disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan.
  • Gangguan pencernaan: Seseorang dengan alergi seafood bisa mengalami berbagai gejala pencernaan, seperti mual, muntah, atau diare.
  • Syok anafilaktik: Respons ini adalah reaksi alergi yang paling serius dan dapat mengancam nyawa. Gejalanya meliputi kesulitan bernapas, penurunan tekanan darah secara drastis, pingsan, atau kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, syok anafilaktik memerlukan perawatan medis darurat.

Penyebab Alergi Seafood 

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, alergi seafood terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menganggap protein yang terdapat pada makanan laut sebagai ancaman. 

Meski dikonsumsi dalam jumlah yang kecil, protein-protein yang ditemukan pada ikan, udang, kepiting, kerang, cumi-cumi, dan makanan laut lainnya tetap dapat memicu respons alergi. Adapun jenis protein yang sering menjadi pemicu alergi seafood antara lain:

  • Tropomiosin: Protein ini umumnya ditemukan dalam daging ikan dan kerang. Tropomiosin dikenal sebagai salah satu alergen utama pada orang yang alergi terhadap seafood.
  • Parvalbumin: Parvalbumin adalah protein melimpah yang terkandung dalam daging ikan. Protein ini menjadi penyebab utama reaksi alergi pada beberapa individu yang alergi dengan ikan.
  • Arginin kinase: Protein ini ditemukan dalam daging udang dan kepiting.

Ketika seseorang yang memiliki alergi seafood mengonsumsi makanan laut yang mengandung protein-protein di atas, sistem kekebalan tubuhnya akan memproduksi antibodi immunoglobulin E (IgE) untuk menyerang protein tersebut. Hal ini memicu pelepasan zat kimia di dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, atau reaksi serius seperti anafilaksis.

Baca juga: Mengenal Fungsi Lambung dalam Sistem Pencernaan, Yuk Simak!

Penanganan Alergi Seafood

Terdapat beberapa cara mengatasi alergi seafood yang perlu Anda ketahui. Mulai dari menghindari makanan pemicu, hingga menyediakan injeksi (EpiPen atau Auvi-Q). Berikut penjelasan detailnya:

  1. Menghindari makanan seafood dan produk yang mengandung bahan seafood: Hindari konsumsi ikan, udang, kepiting, kerang, cumi-cumi, dan produk makanan yang mengandung bahan-bahan seafood.
  2. Biasakan membaca label kemasan makanan: Selalu baca dengan teliti label makanan yang akan Anda beli, termasuk makanan olahan dan makanan siap saji untuk menghindari kandungan seafood.
  3. Menghindari tempat makan atau pengolahan seafood: Meski tidak mengonsumsi secara langsung, namun makanan yang Anda pesan bisa saja terkena kontaminasi oleh jejak seafood, entah itu melalui alat masak, tempat penyimpanan bahan makanan, dan lain-lain. Selain itu, jika Anda berkunjung ke restoran seafood, pastikan untuk memberitahu staf tentang alergi seafood Anda untuk menghindari hal-hal yang tidak yang diinginkan.
  4. Konsultasi dengan dokter: Selain untuk mendapat diagnosis tentang alergi seafood Anda, dokter juga bisa memberitahu tentang pengelolaan alergi yang tepat.
  5. Menyediakan injeksi (EpiPen atau Auvi-Q) untuk penanganan darurat: Jika Anda memiliki riwayat alergi seafood yang parah, selalu sediakan epinefrina injeksi (EpiPen atau Auvi-Q). Pelajari cara menggunakan epinefrin dengan benar dan pastikan bahwa orang-orang terdekat Anda juga tahu cara penggunaannya untuk situasi darurat. Penggunaan obat ini harus dengan pengawasan dokter.

“Yang terpenting, penderita alergi seafood harus bisa mengetahui jenis seafood apa yang menyebabkan reaksi alergi dan menghindarinya. Dan, sebaiknya beritahukan ke keluarga dan rekan Anda mengenai riwayat alergi yang Anda punya.” Ucap dr. Shabrina Ghassani Roza.

Demikian penjelasan mengenai alergi seafood, mulai dari gejala, penyebab, dan penanganannya. Selain mengikuti langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti menghindari makanan yang memicu alergi seafood, Anda juga perlu menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan rutin minum suplemen, seperti Scrubber. 

Scrubber merupakan suplemen rasa jeruk segar dari Enesis Group yang mengandung prebiotik dan berbagai serat. Berkat kandungan tersebut, Scrubber dapat membantu menjaga kesehatan mikrobiota usus sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, segera konsumsi Scrubber untuk memaksimalkan kesehatan pencernaan dan memperkuat daya tahan tubuh Anda. Healthy product for healthy family.

Baca juga: Cara Kerja Serat Dalam Meningkatkan Imunitas Tubuh

Related article