Teriknya sinar matahari sering membuat tubuh terasa gerah dan mudah berkeringat, apalagi jika kamu tidak mengenakan bahan baju yang adem dan mampu membiarkan kulit bernapas.
Dengan memilih material yang tepat, tubuhmu bisa tetap terasa segar dan ringan meskipun harus beraktivitas di tengah cuaca yang panas.
Lantas, apa saja jenis bahan baju yang cocok dipakai saat cuaca panas? Temukan jawaban selengkapnya di sini.
Memilih jenis bahan baju bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang kenyamanan saat digunakan pada situasi tertentu, termasuk saat cuaca panas.
Material yang ringan dan memiliki sirkulasi baik dapat membuat panas tubuh serta keringat lebih mudah menguap.
Sebaliknya, bahan yang terlalu tebal dan sulit menyerap keringat dapat membuat pakaian terasa lembap dan tubuh semakin gerah.
Tentu saja hal ini dapat terasa sangat mengganggu, terutama jika kamu banyak menghabiskan waktu beraktivitas outdoor.
Karena itu, perhatikan karakter material baju sebelum mengenakannya, sehingga kamu bisa tetap merasa nyaman sepanjang hari.
Baca juga: Inilah Cara Merawat Pakaian Agar Awet Seperti Baru!
Di bawah ini adalah beberapa jenis bahan baju yang memiliki karakteristik lebih sesuai digunakan ketika suhu udara sedang tinggi.

Menurut Selvane, katun memiliki kemampuan dalam mengoptimalkan sirkulasi udara, sehingga dapat membantu menjaga tubuh tetap sejuk saat cuaca panas.
Bahan ini juga memiliki tekstur yang lembut dan ringan, membuatnya ideal untuk memberikan sensasi sejuk meski dipakai dalam waktu lama.

Berikutnya adalah linen, material yang memiliki serat ringan dengan struktur kain yang memungkinkan udara bergerak dengan lebih leluasa.
Selain tidak mudah membuat tubuh terasa pengap, linen juga dikenal dengan tekstur dan tampilannya yang khas, cocok digunakan sebagai bahan untuk kemeja, kaos, hingga dress.

Baju berbahan rayon memiliki karakteristik yang lembut, ringan, serta cenderung jatuh mengikuti bentuk tubuh, sehingga terasa tidak pengap ketika digunakan.
Kemampuannya dalam menyerap kelembapan juga menjadi nilai plus, sangat ideal untuk cuaca panas, misalnya dijadikan bahan untuk atasan dengan potongan longgar.
Baca juga: 10 Inspirasi Outfit Jalan-Jalan yang Simple dan Bikin Percaya Diri

Tidak hanya dikenal dengan teksturnya yang halus dan lembut, tencel atau lyocell juga bisa memberikan rasa nyaman ketika bersentuhan langsung dengan kulit, terutama saat tubuh berkeringat.
Jenis bahan baju ini dapat menyerap kelembapan dengan baik, serta mampu menghasilkan jatuhan kain yang rapi meski terus dipakai berjam-jam

Chambray memiliki tampilan yang sekilas menyerupai denim, tetapi bobot kainnya cenderung lebih ringan.
Selain cocok memberikan nuansa kasual, material ini juga membuat pakaian tidak terasa terlalu berat dan pengap saat dikenakan.
Karakter inilah yang membuat chambray cukup populer digunakan sebagai bahan kemeja ataupun berbagai jenis pakaian santai.

Dengan permukaan kain yang bertekstur dan sedikit berkerut, seersucker cenderung tidak mudah menempel sepenuhnya pada kulit, sehingga mampu menciptakan ruang untuk sirkulasi udara.
Baju berbahan material ini akan tetap terasa nyaman meski digunakan saat cuaca panas maupun lembap.
Baca juga: 13 Jenis Kain yang Tidak Mudah Kusut & Nyaman
Memilih bahan baju yang tepat dapat membantu tubuh tetap terasa nyaman saat menghadapi cuaca panas. Berikut beberapa ciri yang bisa diperhatikan saat memilihnya:
Bahan baju yang adem biasanya memiliki struktur serat atau tenunan yang memungkinkan udara bergerak dengan lebih leluasa di antara kain dan kulit.
Sirkulasi ini membantu panas tubuh lebih mudah keluar, terutama jika kamu banyak bergerak di tengah cuaca panas.
Selain membuat kulit terasa lengket, keringat yang tertahan di permukaan kulit juga bisa membuat pakaian cepat lepek dan berat saat digunakan.
Karena itu, memilih material yang mampu menyerap keringat dengan baik menjadi kunci agar kelembapan bisa mudah menguap ke udara.
Karakter ini penting untuk aktivitas sehari-hari, terutama jika kamu sering menghabiskan waktu di luar ruangan atau melakukan aktivitas fisik yang membuat tubuh mudah berkeringat.
Pakaian berbahan ringan dan tidak terlalu tebal cenderung terasa lebih nyaman saat digunakan, menimbang karakter materialnya tidak memberikan lapisan berlebih yang membuat tubuh terasa semakin gerah.
Saat cuaca panas, pakaian yang menempel pada kulit berkeringat bisa membuat risih, terlebih jika digunakan dalam waktu lama.
Untuk mencegahnya, pilih material yang tidak mudah menempel pada kulit, yaitu bahan yang memungkinkan adanya ruang antara kain dan kulit, sehingga sirkulasi udara bisa tetap terjaga.
Agar kamu bisa bebas dari pengap dan rasa gerah berlebih, ketahui beberapa tips memilih jenis baju yang tepat dipakai saat cuaca panas berikut ini:
Baca juga: Cara Tetap Keren di Musim Panas dengan Style Fashion Ini
Cuaca panas memang membuat tubuh lebih mudah berkeringat, sehingga pakaian pun berisiko terasa lembap dan mudah menimbulkan bau tidak sedap.
Selain memilih jenis bahan baju yang adem, pastikan juga bajumu dirawat dengan baik, yaitu dengan menjaganya tetap bersih dan segar setelah dicuci.
Sebagai solusi praktis, kamu bisa menggunakan Kispray yang memiliki bahan anti kuman dan jamur, ampuh menghilangkan bau apek saat musim hujan, maupun bau keringat saat kemarau.
Dengan formula 3 in 1 (pelicin, pewangi, dan pelembut), Kispray mampu membuat pakaian menjadi cepat licin saat disetrika, tetap wangi saat digunakan, serta membuat tekstur kain menjadi lebih lembut.
Yuk, jaga kesegaran pakaian dengan wangi parfum mewah dan tahan lama dari Kispray!