bangun tidur badan pegal
Januari 26, 2026 Artikel

6 Penyebab Bangun Tidur Badan Pegal, Begini Cara Mengatasinya

Reviewed by: dr. Anggi Medita

Pada dasarnya, tidur dapat memulihkan kondisi tubuh setelah melakukan aktivitas harian, apalagi jika tidurnya berkualitas dan berdurasi setidaknya 7-9 jam per malam. Namun, beberapa orang mungkin pernah bangun tidur badan pegal dan kurang fit.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi dan bisa dialami siapa saja. Secara umum, penyebab bangun tidur badan pegal sering berkaitan dengan kualitas tidur hingga kondisi tubuh sebelum beristirahat.

Faktor-faktor ini bisa memengaruhi bagaimana otot, sendi, dan saraf tubuh pulih sepanjang malam. Karena itu, penting buat kamu untuk memahami berbagai kemungkinan penyebab bangun tidur badan pegal agar bisa mencari solusi yang tepat.

Dengan mengetahui akar masalahnya, kamu bisa memperbaiki kebiasaan tidur dan menjaga tubuh tetap fit setiap pagi. Untuk mengenal apa saja penyebab badan pegal-pegal saat bangun tidur, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.

Penyebab Bangun Tidur Badan Pegal

Terdapat sejumlah penyebab bangun badan lemas dan pegal yang cukup umum terjadi, mulai dari posisi tidur yang tidak tepat, penggunaan kasur atau bantal yang kurang sesuai, stres, hingga kondisi medis tertentu. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Posisi Tidur yang Tidak Tepat

Alasan pertama kenapa bangun tidur badan pegal yang cukup sering terjadi adalah karena posisi tidur yang tidak tepat.

Kalau kamu tidur dengan posisi yang kurang pas, misalnya tengkurap atau miring tanpa bantal penyangga yang cukup, otot dan sendi bisa terus tertekan sepanjang malam.

Efeknya, saat bangun tidur, tubuhmu jadi terasa pegal dan nyeri, terutama di bagian leher, punggung, atau bahu.

2. Penggunaan Kasur atau Bantal yang Kurang Sesuai

Untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, kamu perlu memastikan perlengkapan tidurmu sudah mendukung dengan baik. Salah satu yang paling penting adalah kasur yang mampu menopang tubuh secara optimal sekaligus tetap nyaman digunakan.

Jika kasur yang kamu pakai terlalu keras atau justru terlalu lembut dibandingkan berat badanmu, posisi tulang belakang bisa menjadi tidak ideal sepanjang malam. Kondisi ini berisiko membuat badan terasa sakit saat kamu bangun di pagi hari.

Begitu pula dengan bantal. Jika bantalmu terlalu tipis atau terlalu tinggi, bisa membuat posisi leher menjadi tidak sejajar dengan tulang belakang.

Kondisi yang kerap disebut salah bantal ini bisa menyebabkan leher, punggung, dan pinggang terasa nyeri saat bangun tidur.

Baca juga: 7 Manfaat Tidur yang Cukup untuk Tubuh, Kamu Wajib Tahu!

3. Melakukan Aktivitas Fisik Berintensitas Tinggi sebelum Tidur

Olahraga memang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi jika dilakukan secara berlebihan justru dapat menimbulkan masalah. Salah satunya, aktivitas tersebut bisa membuat tubuh terasa sakit saat bangun, apalagi jika dilakukan sebelum tidur.

Ketika kamu berolahraga, otot-otot tubuh bekerja lebih keras untuk menopang setiap gerakan. Jika kamu melakukan gerakan yang sama secara berulang tanpa waktu pemulihan yang cukup, tubuh bisa meresponsnya dengan rasa nyeri di keesokan harinya.

Apalagi jika kamu berolahraga menjelang waktu tidur, tubuh akan sulit beristirahat dengan optimal sehingga kualitas tidur menurun dan rasa sakit di badan bisa semakin terasa.

Sebenarnya, nyeri otot setelah olahraga merupakan hal yang tergolong wajar, terutama ketika muncul sesaat setelah latihan selesai. 

Namun, jika rasa nyerinya berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya untuk mengurangi intensitas latihan terlebih dahulu guna memberikan waktu bagi otot-otot tubuh agar bisa pulih.

4. Stres dan Kualitas Tidur yang Buruk

Saat tubuh dalam kondisi stres berlebihan dan tidak terkelola dengan baik, otot-otot juga bisa ikut menegang meskipun kamu tidak melakukan aktivitas fisik berat.

Kondisi ini juga bisa semakin diperparah jika tidurmu tidak berkualitas dan kurang nyenyak, karena tubuh tidak memiliki waktu untuk memulihkan jaringan otot maupun saraf.

Akibatnya, kamu bisa bangun tidur dengan kondisi tubuh yang terasa pegal, lemas, atau bahkan nyeri di bagian persendian.

5. Terlalu Lama Tidur dalam Satu Posisi

Saat kamu tidur tanpa banyak bergerak atau berganti posisi, aliran darah ke beberapa otot bisa menjadi kurang optimal. Dampaknya, otot-otot tersebut lebih mudah mengalami kekakuan saat kamu bangun.

Misalnya, jika kamu tidur miring di posisi yang sama selama berjam-jam, otot di sisi tubuh tersebut cenderung menjadi tegang dan terasa nyeri ketika bangun di pagi hari.

Baca juga: 7 Tips Bangun Pagi Agar Tubuh Lebih Segar dan Semangat

6. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan tertentu bisa jadi alasan kenapa kamu bangun dengan badan terasa sakit semua. Adapun sejumlah masalah kesehatan yang kerap menyebabkan badan pegal-pegal saat bangun tidur adalah:

  • Fibromyalgia: Bisa menyebabkan tubuh terasa nyeri dan kaku, termasuk saat bangun tidur.
  • Rematik: Menyebabkan sendi ternyata nyeri dan sakit.
  • Flu: Sering disertai dengan demam dan pegal-pegal.
  • Gangguan ginjal: Bisa memicu rasa nyeri, mudah lelah, hingga pembengkakan di beberapa bagian tubuh.
  • Sleep apnea: Kondisi yang ditandai dengan gangguan pernapasan selama tidur. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh kekurangan asupan oksigen selama tidur sehingga turut memicu badan nyeri dan pegal-pegal saat bangun.

Cara Mengatasi Bangun Tidur Badan Pegal

Untuk mengatasi sekaligus meminimalkan risiko badan pegal-pegal saat bangun tidur kembali, kamu bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Pastikan menggunakan kasur dan bantal yang benar-benar mendukung tubuh serta nyaman dipakai.
  • Usahakan tidur dengan posisi telentang atau miring, dan letakkan bantal di antara lutut agar tulang belakang tetap lurus.
  • Biasakan melakukan peregangan ringan sebelum tidur dan setelah bangun agar otot lebih rileks.
  • Tidur dengan waktu yang cukup, yaitu 7-9 jam per malam.
  • Kelola stres dengan baik agar tubuh tidak mudah tegang dan kaku.
  • Sebisa mungkin, hindari aktivitas fisik yang terlalu berat menjelang waktu tidur. Paling tidak, batasi latihan fisik berintensitas tinggi maksimal 2 jam sebelum tidur.
  • Atur kembali waktu olahraga dan sesuaikan waktu durasinya. Alih-alih melakukan olahraga sekaligus dalam waktu lama, disarankan untuk latihan fisik 30 menit setiap hari.
  • Mandi air hangat untuk membantu merilekskan otot-otot yang tegang.
  • Jika rasa sakitnya benar-benar mengganggu, bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dengan anjuran dokter.

Itu dia penjelasan tentang berbagai penyebab bangun tidur badan pegal beserta cara mengatasinya yang bisa kamu lakukan.

Bukan cuma soal durasi, memperhatikan bagaimana kondisi tubuh dan lingkungan kamar saat sedang beristirahat juga hal yang penting untuk dicermati agar tubuh bisa benar-benar pulih setelah bangun tidur.

Nah, salah satu hal yang kerap luput diperhatikan adalah gangguan nyamuk di kamar. Gigitan atau dengungan nyamuk bisa membuat seseorang bolak-balik terbangun, tidur menjadi tidak nyenyak, dan berakhir badan terasa pegal saat bangun pagi.

Jika kamu sedang mencari cara praktis untuk menciptakan lingkungan tidur yang lebih nyaman dan bebas gangguan nyamuk, Force Magic bisa jadi pilihan yang pas.

Aerosol antinyamuk 2-in-1 dari Enesis Group ini mengandung synthetic pyrethroid (transflutrin dan permethrin) yang efektif membasmi nyamuk maupun serangga pengganggu tidur.

Selain ampuh, aromanya juga lembut dan menenangkan, jadi bisa membantu kamu lebih rileks sebelum tidur. Kandungannya pun aman dan tidak menyebabkan batuk, sehingga tetap nyaman digunakan di kamar.

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Sakit Kepala Setelah Bangun Tidur

Related article