Cara menyetrika kemeja yang tepat dimulai dari bagian yang lebih kecil, yaitu kerah dan manset, kemudian dilanjutkan ke lengan, bahu, serta bagian depan dan belakang kemeja.
Urutan ini membantu membuat setiap bagian kemeja lebih rapi tanpa membuat bagian yang sudah disetrika kembali kusut. Selain urutan, suhu setrika dan cara memperlakukan bahan kemeja juga perlu diperhatikan agar pakaian tetap rapi dan tidak rusak.
Namun, menyetrika bukan hanya soal menggerakkan setrika maju dan mundur di atas pakaian. Setiap bahan memiliki karakter yang berbeda sehingga membutuhkan suhu dan perlakuan yang berbeda pula.
Karena itu, memahami cara menyetrika baju, khususnya kemeja, dapat membantu mendapatkan hasil yang lebih rapi sekaligus menjaga pakaian tetap awet.
Baca Juga: Tips Menyetrika Pakaian Agar Tidak Lecek dan Kusut
Sebelum mulai menyetrika, siapkan papan setrika dan pastikan permukaannya rata. Periksa juga kondisi alas setrika dan permukaan setrika agar tidak ada kotoran yang dapat menempel pada pakaian.
Untuk menentukan suhu yang tepat, selalu periksa label perawatan pada kemeja. Label tersebut biasanya memberikan petunjuk mengenai apakah pakaian boleh disetrika dan seberapa tinggi suhu yang dapat digunakan.
Menurut Federal Trade Commission (FTC), petunjuk perawatan pada pakaian dapat mencakup informasi mengenai pencucian, pengeringan, penyetrikaan, penggunaan pemutih, hingga peringatan khusus. Karena itu, membaca label sebelum menyetrika merupakan langkah penting untuk mencegah pakaian rusak.
Setelah itu, kamu bisa mengikuti urutan menyetrika berikut ini:
Kerah merupakan salah satu bagian kemeja yang cukup mudah terlihat ketika dikenakan. Karena itu, bagian ini sebaiknya disetrika terlebih dahulu.
Buka bagian kerah dan letakkan secara rata di atas papan setrika. Gerakkan setrika dari bagian tengah kerah ke arah ujung secara perlahan. Setelah bagian dalam selesai, kamu dapat membalik kerah dan merapikan bagian luarnya.
Hindari menggerakkan setrika secara sembarangan dari berbagai arah karena bisa membuat kerah justru memiliki lipatan baru.
Setelah kerah, lanjutkan ke manset atau bagian ujung lengan kemeja. Buka kancing manset terlebih dahulu dan letakkan bagian tersebut secara rata. Setrika bagian dalam dan luarnya dengan gerakan yang teratur.
Untuk kemeja berlengan panjang, manset biasanya memiliki lipatan atau jahitan yang perlu diperhatikan. Jangan menekan setrika terlalu keras pada satu titik karena dapat membuat bentuk jahitan terlihat terlalu menonjol.
Setelah manset, lanjutkan ke bagian lengan. Bentangkan lengan di atas papan setrika dan ratakan kain menggunakan tangan terlebih dahulu. Pastikan tidak ada lipatan kain yang tertumpuk sebelum setrika ditempelkan.
Mulailah dari bagian dekat bahu dan bergerak menuju manset. Setelah satu sisi selesai, balik lengan dan ulangi pada sisi lainnya jika diperlukan.
Bagian bahu bisa sedikit lebih sulit disetrika karena bentuknya tidak benar-benar datar. Kamu dapat memasukkan bagian bahu ke ujung papan setrika agar kain mengikuti bentuknya. Kemudian, rapikan kain dengan tangan sebelum menggerakkan setrika.
Kerjakan bagian bahu secara perlahan dan jangan memaksakan setrika pada area yang terlalu sempit. Tujuannya adalah menghilangkan kerutan tanpa membuat lipatan baru.
Setelah bagian kecil selesai, lanjutkan ke area utama kemeja, yaitu bagian depan dan belakang.
Untuk bagian depan, buka kemeja dan letakkan salah satu sisi di atas papan setrika. Ratakan kain, kemudian gerakkan setrika dari bagian atas ke bawah.
Perhatikan area di sekitar kancing. Sebaiknya jangan menekan setrika langsung ke bagian atas kancing karena panas dapat merusak kancing atau membuat tekanan tidak merata. Sebagai gantinya, setrika kain di antara dan di sekitar kancing secara hati-hati.
Setelah satu sisi selesai, lanjutkan ke sisi lainnya. Kemudian, bentangkan bagian belakang dan lakukan langkah yang sama.
Mengerjakan bagian utama setelah kerah, manset, lengan, dan bahu membantu mengurangi kemungkinan bagian yang sudah disetrika kembali tertindih atau kusut.
Baca Juga: 9 Cara Menghilangkan Kerak di Setrika, Ampuh!
Selain mengetahui cara menyetrika kemeja, beberapa kebiasaan setelah dan selama proses menyetrika juga dapat membantu mempertahankan hasilnya.
Jangan menggunakan satu pengaturan suhu untuk semua jenis kemeja. Bahan seperti katun, linen, poliester, wol, atau kain campuran dapat memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda.
Suhu yang terlalu tinggi pada bahan tertentu dapat menyebabkan kain rusak, berubah bentuk, atau bahkan meninggalkan bekas setrika.
Jika kemeja memiliki banyak lipatan, kamu dapat menggunakan sedikit air atau produk pelicin pakaian yang tepat seperti Kispray yang bisa membuat pakaian jadi cepat licin.
Kispray memiliki kandungan anti komen yang pastinya aman digunakan sebagai pelicin pakaian saat disetrika. Kemeja pun akan harum dan terbebas dari bau apek.
Jangan langsung melipat kemeja setelah selesai disetrika. Gantung kemeja menggunakan hanger dan pastikan bagian bahu berada pada posisi yang tepat.
Kancingkan satu atau dua kancing bagian atas agar bentuk kemeja tetap terjaga. Hindari menumpuk kemeja yang baru disetrika karena tekanan dari pakaian lain dapat membuat lipatan muncul kembali.
Jika kemeja akan digunakan untuk bekerja keesokan harinya, menggantungnya setelah disetrika juga membuat pakaian lebih siap dipakai.
Mengetahui cara menyetrika baju bukan hanya tentang langkah yang benar, tetapi juga memahami kesalahan yang sebaiknya tidak dilakukan, seperti berikut ini:
Suhu tinggi memang dapat membuat beberapa jenis kain lebih cepat licin. Namun, bukan berarti semakin panas setrika, semakin baik hasilnya.
Suhu yang tidak sesuai dapat merusak serat kain. Karena itu, gunakan pengaturan yang sesuai dengan label perawatan kemeja.
Langsung menyetrika tanpa melihat label merupakan salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan.
Padahal, label dapat memberikan informasi penting tentang apakah pakaian boleh disetrika, suhu yang disarankan, hingga apakah pakaian membutuhkan perawatan khusus. Jadi, luangkan beberapa detik untuk membaca label sebelum menyalakan setrika.
Setrika menghasilkan panas tinggi sehingga tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama di satu titik.
Gerakkan setrika secara perlahan dan teratur. Jika ada lipatan yang sulit hilang, jangan langsung menambah tekanan dan menahan setrika lebih lama. Coba ratakan kain terlebih dahulu atau gunakan sedikit uap jika sesuai dengan bahan.
Menyetrika secara acak dapat membuat proses menjadi lebih lama. Bagian yang sudah rapi bisa kembali kusut ketika kamu harus memegang atau menumpuknya untuk mengerjakan bagian lain.
Karena itu, gunakan urutan yang konsisten. Urutan tersebut juga membuat kamu lebih mudah memastikan tidak ada bagian yang terlewat.
Permukaan setrika yang kotor dapat meninggalkan noda atau membuat proses menyetrika menjadi kurang nyaman.
Sisa produk pelicin, serat kain, atau kotoran yang menempel pada permukaan setrika dapat berpindah ke pakaian ketika alat dipanaskan.
Periksa kondisi permukaan setrika secara rutin dan bersihkan sesuai petunjuk dari produsen. Jangan membersihkan alat dalam kondisi menyala atau panas jika petunjuk produk tidak mengizinkannya.
Baca Juga: 9 Cara Menghilangkan Kerak di Setrika, Ampuh!
Cara menyetrika kemeja yang efektif tidak membutuhkan teknik yang rumit. Kuncinya adalah mengikuti urutan yang konsisten, menggunakan suhu sesuai bahan, dan tidak terburu-buru.
Jadi, jika selama ini cara menyetrika baju masih terasa merepotkan, coba ubah urutannya dan perhatikan karakter bahan kemeja. Dengan langkah yang lebih teratur, proses menyetrika bisa menjadi lebih mudah, hasilnya lebih rapi, dan kemeja tetap terlihat siap dipakai.
Ingin kemeja lebih mudah licin saat disetrika sekaligus tetap harum setelahnya? Kispray dapat menjadi pilihan pelicin pakaian untuk membantu membuat proses menyetrika lebih praktis. Dengan pakaian yang lebih licin dan wangi, kemeja pun siap menemani aktivitas sehari-hari.