Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana hangat, kumpul keluarga, dan meja makan yang penuh hidangan istimewa.
Di balik rasanya yang lezat, setiap makanan khas Imlek ternyata menyimpan makna mendalam, mulai dari doa untuk umur panjang, kelimpahan rezeki, hingga keharmonisan keluarga.
Lewat sajian-sajian inilah masyarakat Tionghoa menyampaikan harapan baik untuk memulai tahun yang baru dengan penuh optimisme dan energi positif. Nah, penasaran apa saja makanannya? Yuk, simak artikel ini sampai selesai!
Setiap hidangan yang tersaji saat momen perayaan Imlek memiliki makna yang kuat di baliknya. Bukan sekadar untuk dinikmati, makanan ini juga dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, umur panjang, dan kemakmuran di tahun yang baru.
Berikut beberapa pilihan menu yang biasa hadir di momen Imlek:
Salah satu makanan khas Imlek yang sarat makna adalah aneka manisan yang disajikan dalam kotak segi delapan atau Tray of Togetherness. Bentuk ini melambangkan keberuntungan karena angka delapan dianggap membawa hoki dan kemakmuran.
Di dalamnya, terdapat berbagai jenis manisan yang masing-masing memiliki makna baik, seperti manisan melon untuk kesehatan, semangka merah untuk kebahagiaan, dan jeruk kumquat sebagai simbol rezeki dan kemakmuran.
Dengan kata lain, sajian ini bukan sekadar camilan, tetapi juga simbol harapan agar tahun baru dipenuhi kebahagiaan, kesehatan, dan keberuntungan.
Kue Ku merupakan kue tradisional berbahan tepung ketan, tepung kentang, gula, dan santan. Bentuknya menyerupai kura-kura dengan warna merah terang yang identik dengan suasana Imlek.
Bagi masyarakat Tionghoa, kura-kura melambangkan umur panjang dan ketahanan hidup. Makna ini membuat kue ku sering dihidangkan sebagai doa agar keluarga selalu sehat dan panjang umur.
Selain itu, teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis membuat kue ini disukai anak-anak hingga orang tua.
Kue keranjang menjadi makanan khas Imlek yang wajib ada di meja. Teksturnya kenyal dan rasanya manis, cocok dijadikan makanan penutup atau suguhan untuk tamu.
Kue ini dibuat dari tepung ketan dan gula merah. Bisa dimakan langsung, dicelupkan ke susu kental manis, atau digoreng agar bagian luarnya garing. Adapun kandungan serat dari tepung ketan membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Dalam budaya Tionghoa, kue ini melambangkan harapan agar rezeki dan kehidupan semakin meningkat setiap tahun.
Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin, untuk Daya Tahan Tubuh
Lumpia juga sering disajikan saat Tahun Baru Imlek. Isinya beragam, mulai dari ayam, udang, bawang putih, wortel, hingga tauge yang dibungkus kulit tipis lalu digoreng sampai renyah.
Kombinasi bahan tersebut membuat lumpia mengandung karbohidrat, protein, dan serat sekaligus. Selain lezat, lumpia juga dianggap sebagai salah satu makanan pembawa keberuntungan karena warnanya keemasan menyerupai emas batangan.
Mie selalu jadi hidangan utama saat Imlek. Dalam kepercayaan Tionghoa, mie yang dimakan tanpa terputus melambangkan doa agar umur panjang dan hidup sehat. Karena itu, hidangan ini sering disebut mie panjang umur.
Di Indonesia, mie Imlek biasanya disajikan dalam bentuk mi goreng dengan tambahan ayam, udang, dan aneka sayuran. Ada juga yang menyajikannya sebagai bakmi atau mie ayam.
Dari segi gizi, mie menjadi sumber karbohidrat untuk tenaga. Daging dan udang menyumbang protein, sedangkan sayuran membantu memenuhi kebutuhan serat agar pencernaan tetap lancar.
Jeruk mandarin atau jeruk keprok hampir selalu ada di meja saat Imlek. Buah ini dipercaya membawa hoki karena warnanya mirip emas dan pelafalannya mirip kata “kekayaan” dalam bahasa Mandarin. Itulah sebabnya jeruk ini sering disebut sebagai jeruk Imlek.
Selain maknanya, jeruk juga kaya vitamin C dan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh. Tidak heran jika buah ini dibagikan sebagai simbol doa baik sekaligus camilan sehat untuk keluarga dan tamu.
Baca juga: 12 Makanan Pedas Korea yang Simpel & Dijamin Bikin Nagih!
Dumpling adalah makanan khas Tionghoa yang populer di banyak negara Asia, termasuk Cina, Korea, dan Jepang. Bentuknya menyerupai uang kuno dan dianggap sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan.
Menurut legenda, semakin banyak dumpling yang dimakan saat Imlek, semakin besar peluang datangnya rezeki.
Selain itu, isian pangsit ini juga beragam, mulai dari daging babi, ayam, udang, ikan, daging sapi, hingga sayuran cincang. Sementara cara memasaknya bervariasi, bisa direbus, dikukus, digoreng, atau dipanggang.
Yee Sang (Yu Sheng) adalah salad khas Imlek yang terdiri dari irisan ikan mentah, wortel, lobak, dan sayuran lain, lalu disiram saus wijen dan saus plum.
Hidangan ini bisa dimakan bersama sambil diaduk tinggi-tinggi dan diiringi doa syukur. Tradisi tersebut melambangkan harapan agar rezeki, kesehatan, dan keberuntungan keluarga ikut “terangkat” di tahun yang baru.
Kue mangkuk juga termasuk makanan khas Imlek yang cukup populer. Kue ini terbuat dari tepung beras dan difermentasi sehingga bagian atasnya merekah seperti bunga saat matang.
Biasanya kue mangkuk dibuat dalam warna-warna cerah sebagai lambang perayaan Imlek yang penuh suka cita dan harapan baru.
Dalam budaya Tionghoa, kue mangkuk dipercaya sebagai simbol rezeki yang terus bertambah dan tidak terputus. Karena itu, banyak keluarga menyajikannya sebagai doa agar tahun baru dipenuhi keberuntungan.
Itulah berbagai macam makanan khas Imlek dan makna baik di balik setiap hidangannya, mulai dari simbol kesehatan, kebahagiaan, hingga harapan akan rezeki dan umur panjang. Menikmati sajian khas saat Imlek memang menyenangkan, apalagi jika bisa berbagi bersama keluarga dan orang terdekat.
Namun, mengonsumsi banyak makanan sekaligus terkadang membuat perut terasa penuh, tidak nyaman, atau bahkan memicu sembelit. Karena itu, jangan lupa selalu sediakan Vegeta Herbal dari Enesis Group sebagai minuman serat harian.
Dengan kandungan serat alaminya, Vegeta Herbal membantu melancarkan pencernaan tanpa rasa mulas sehingga kamu bisa tetap nyaman menikmati hidangan Imlek sampai tuntas.
Baca juga: 10 Makanan yang Cocok untuk Orang Sakit, Bantu Pemulihan Tubuhmu!