Juli 10, 2022 Artikel

Ini Perbedaan Otot Pegal dan Saraf Terjepit

Plossa – Apakah anda sering merasakan badan pegal-pegal belakangan ini? Pinggang terasa nyeri padahal tidak digunakan untuk aktivitas yang berat? Keluhan pinggang nyeri memang salah satu yang saat ini sering diutarakan banyak orang, termasuk juga para anak muda. Rasa nyeri tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, duan diantaranya adalah otot pegal atau bisa juga saraf kejepit.

Meskipun sering dialami, tapi masih banyak yang belum bisa membedakan diantara dua penyebab tersebut, yang sebenarnya cukup berbeda. Oleh karena itu mengetahui perbedaan keduanya sangat penting tidak hanya bagi para lansia namun juga para anak muda yang mulai banyak mengalami hal tersebut. Istilah yang sering terdengar adalah “umur muda, fisik jompo.

Pengertian pegal otot dan saraf terjepit

Pegal atau nyeri otot merupakan kondisi dimana sendi atau otot anda terasa tidak nyaman akibat gangguan pada sendi atau sekitarnya. Tingkat rasa sakit yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung seberapa menderitanya otot atau sendi tersebut mengalami gangguan.

Saraf kejepit adalah suatu kondisi dimana saraf tertindih atau tertekan oleh bagian di sekitarnya. Hal ini akan menimbulkan rasa nyeri yang tingkatannya bermacam-macam, tergantung letak dan seberapa kuat tekanan yang dirasakan oleh saraf tersebut.

Penyebab 

otot pegal bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  • Olahraga yang berlebihan
  • Ketika anda menggunakan tubuh anda untuk bekerja diluar batas kemampuannya, misalnya olahraga keras, maka sendi dan otot tersebut akan menegang dan menyebabkan rasa sakit yang mengganggu
  • Mengangkat Beban terlalu berat
  • Mengangkat beban yang terlalu berat, apalagi dengan posisi yang kurang nyaman akan menyiksa otot anda, terutama di bagian punggung.
  • Terlalu lama dalam posisi yang sama
  • Terlalu dalam posisi yang sama tidak dianjurkan, seperti misalnya duduk atau berdiri terlalu lama. Hal tersebut akan membuat kerja bagian otot tertentu jadi semakin berat karena berat tubuh terpusat di sana.
  • Tidak melakukan pemanasan
  • Jika anda hendak melakukan sesuatu yang membutuhkan kerja otot yang lebih, sebaiknya lakukan pemanasan terlebih dahulu. Itu untuk memanaskan otot anda supaya jadi lebih lentur, tidak kaget saat digunakan nanti.

Selain itu menurut James Nestor dalam bukunya ”Breath” menjelaskan bahwa melakukan pemanasan berfungsi untuk mengubah mekanisme tubuh dalam membuat energi, yang tadinya berupa respirasi anaerobik menjadi respirasi aerobik yang lebih menyehatkan.

Sementara penyebab dari saraf terjepit diantaranya:

  1. Postur tubuh yang tidak normal
  2. menderita rematik
  3. terluka
  4. melakukan aktivitas olahraga berat atau ekstrem
  5. Berat badan berlebih, sehingga menyiksa sendi atau otot tertentu
  6. Aktivitas berat yang berulang-ulang setiap hari

Gejala saraf kejepit

Berbeda dari pegal biasa yang hanya menimbulkan rasa nyeri di bagian tertentu, saraf kejepit bisa lebih parah. Beberapa gejala yang ditimbulkan yaitu:

  1. Saraf kehilangan sensasinya alias mati rasa
  2. sering kesemutan
  3. sensasi terbakar dari dalam
  4. otot melemah di bagian syaraf kejepit
  5. nyeri layaknya ditusuk jarum

Cara Mengatasinya

  1. Istirahatkan bagian yang sakit
  2. Kompres dengan es
  3. Gunakan killer pain
  4. Konsumsi obat pereda rasa sakit sesuai dengan resep dokter

Jika berbagai cara sudah anda lakukan namun hasilnya nihil, maka segera bawa ke ahlinya. Anda perlu berhati-hati karena bisa jadi itu bukan otot pegal biasa, tapi ada saraf anda yang terjepit sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Related article