cara menghilangkan nyeri dada saat batuk
Desember 29, 2025 Artikel

10 Penyebab Batuk Sampai Dada Sakit, Jangan Diabaikan!

Reviewed by: dr. Anggi Medita

Batuk sampai dada terasa sakit sering kali membuat aktivitas terganggu dan menimbulkan rasa khawatir bagi penderitanya. Batuk sendiri merupakan respons tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari debu, lendir, maupun kuman agar tidak masuk ke dalam paru-paru.

Dalam kondisi tertentu, batuk juga bisa disertai dengan gejala lain, salah satunya adalah nyeri dada tengah. Kondisi ini dapat muncul karena kondisi yang tergolong ringan, seperti batuk terlalu keras.

Namun, di sisi lain, batuk sampai dada terasa sakit juga bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius. 

Maka dari itu, sangat penting untuk memahami apa saja penyebab batuk sampai dada sakit supaya kamu tahu kapan harus waspada dan mencari pertolongan medis.

Berbagai Penyebab Batuk sampai Dada Sakit

Mulai dari common cold, bronkitis akut, GERD, hingga perikarditis, berikut adalah berbagai penyebab batuk sampai dada sakit yang cukup sering terjadi:

1. Common Cold

Penyebab batuk sampai dada sakit yang pertama adalah common cold atau selesma. Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi ringan pada saluran pernapasan bagian atas, khususnya hidung dan tenggorokan.

Common cold paling sering terjadi karena infeksi rhinovirus. Virus tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mata, ataupun mulut. Adapun gejala umum dari common cold adalah:

  • Hidung tersumbat.
  • Sesak napas.
  • Batuk-batuk.
  • Demam ringan.
  • Pegal-pegal.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mata berair.
  • Bersin-bersin.

2. Bronkitis Akut

Sesak napas saat batuk hingga dada sakit juga bisa menjadi tanda dari bronkitis akut, yaitu kondisi ketika saluran bronkial (saluran yang menghubungkan tenggorokan dan paru-paru), mengalami peradangan dan pembengkakan.

Kondisi ini dapat menghambat aliran udara, sehingga membuat penderitanya kesulitan bernapas dan disertai dengan sensasi nyeri dan tekanan berlebih pada dada.

Bronkitis umumnya bersifat kronis, namun kondisi ini juga bisa muncul sebagai infeksi akut jangka pendek yang terjadi selama atau setelah seseorang menderita common cold atau influenza.

Baca juga: 13 Cara Menghilangkan Batuk Berdahak yang Ampuh & Efektif!

3. Asma

Asma adalah kondisi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan dan penyempitan. Pada penderita asma, paparan zat tertentu dapat memperburuk peradangan secara tiba-tiba, sehingga aliran udara menjadi semakin terbatas.

Saat serangan asma terjadi, penderita biasanya merasa kesulitan bernapas atau menarik napas dalam. 

Gejala lain yang dapat muncul, di antaranya mengi (napas berbunyi) dan dada terasa sesak atau tertekan. Pada beberapa kasus, keluhan berupa nyeri dada juga bisa muncul selama serangan ataupun setelahnya.

4. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung dan isi lambung lainnya naik kembali ke kerongkongan.

Ketika kondisi ini terjadi, asam lambung yang naik tersebut bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan sensasi terbakar di area kerongkongan. Terkadang, hal ini bisa memicu batuk berkepanjangan hingga dada terasa sakit.

Selain itu, beberapa gejala yang umum muncul pada penderita GERD adalah heartburn, rasa nyeri atau panas di bagian tengah dada, sendawa atau regurgitasi, rasa pahit di mulut, serta sakit tenggorokan.

5. Intercostal Muscle Strain

Intercostal muscle strain adalah cedera pada otot-otot tipis dan memanjang yang berada di antara tulang-tulang rusuk.

Cedera ini sering terjadi pada individu yang aktif secara fisik, terutama atlet, karena otot tersebut dapat meregang secara berlebihan saat bergerak.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi pada seseorang yang sering batuk terlalu kencang atau berkepanjangan, misalnya ketika sedang menderita flu berat.

6. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi paru yang cukup sering terjadi, namun bisa menjadi berbahaya bila tidak ditangani dengan tepat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, termasuk virus, bakteri, jamur, maupun parasit.

Pada sebagian orang, pneumonia akibat virus dapat muncul sebagai kelanjutan dari flu atau infeksi saluran napas sebelumnya. Adapun gejala pneumonia yang perlu diwaspadai adalah:

  • Nyeri dada tajam yang bertambah kuat saat batuk.
  • Demam tinggi.
  • Menggigil.
  • Pernapasan cepat atau dangkal.
  • Sesak napas.

Baca juga: 7 Titik Pijat Batuk dengan Metode Akupresur, Aman dan Efektif!

7. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit pernapasan jangka panjang yang bisa terus memburuk seiring dengan berjalannya waktu.

Kondisi ini dapat muncul ketika saluran pernapasan menyempit, produksi lendir meningkat, serta otot bronkus mengalami kejang yang membuat aliran udara menjadi sangat terbatas.

Salah satu faktor yang paling sering menyebabkan PPOK adalah kebiasaan merokok. Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh paparan bahan beracun di lingkungan kerja, seperti asap pabrik atau partikel tertentu, dalam jangka panjang.

Selain batuk sampai dada sakit, beberapa gejala umum yang kerap dikeluhkan penderita PPOK adalah:

  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas.
  • Napas berbunyi (mengi).
  • Batuk yang tidak kunjung hilang dan sering disertai lendir dalam jumlah banyak.

8. Pleuritis

Pleuritis adalah peradangan pada lapisan pleura, yaitu membran tipis yang melapisi paru-paru dan dinding dada. Kondisi ini biasanya dipicu oleh infeksi, seperti karena flu berat.

Selain itu, pleuritis juga bisa muncul sebagai bagian dari gangguan jantung atau paru-paru, misalnya pada penderita pneumonia atau serangan jantung.

Peradangan pada pleura menyebabkan gesekan antar lapisan setiap kali seseorang bernapas, sehingga menimbulkan rasa nyeri yang khas dan sering kali cukup mengganggu. Adapun beberapa gejala umumnya, yaitu:

  • Batuk.
  • Demam disertai menggigil.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  • Mengi.
  • Sianosis atau kulit tampak kebiruan karena kurangnya oksigen dalam darah.

9. Perikarditis

Nyeri di dada yang semakin memburuk saat batuk juga bisa berkaitan dengan perikarditis, yaitu peradangan yang terjadi pada perikardium (selaput yang membungkus jantung).

Saat perikardium meradang, dada dapat terasa nyeri yang sering digambarkan seperti ditusuk. Selain itu, kondisi ini juga bisa disertai dengan gejala lain, seperti demam, sesak napas, dan mudah lelah.

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab perikarditis, mulai dari infeksi, gangguan fungsi ginjal, hingga lupus.

10. Penyebab Batuk sampai Dada Sakit Lainnya

Selain kondisi yang disebutkan di atas, ada beberapa masalah kesehatan lain yang bisa menyebabkan seseorang mengalami batuk sampai dada sakit, di antaranya:

  • Efusi perikardial.
  • Tamponade jantung.
  • Emboli paru.
  • Pneumothorax.
  • Hemothorax.
  • Perforasi esofagus.

Penanganan Batuk sampai Dada Sakit

Sebetulnya, penanganan nyeri dada saat batuk cenderung beragam, bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Pada kondisi ringan seperti flu atau pilek, dokter umumnya menganjurkan penderita untuk istirahat serta konsumsi cairan yang cukup.

Beberapa perawatan rumahan juga dapat membantu mengatasi batuk sampai dada sakit karena infeksi virus seperti flu, bronkitis, atau pneumonia ringan, misalnya:

  • Menggunakan obat pereda nyeri tanpa resep.
  • Mandi uap untuk melegakan tenggorokan yang penuh lendir.
  • Mengonsumsi minuman untuk sesak napas saat batuk, seperti air hangat atau teh hangat.
  • Menghindari asap dan polusi.
  • Memakai humidifier saat tidur.

Sementara itu, apabila disebabkan oleh infeksi, dokter umumnya akan meresepkan obat antibiotik untuk menangani penyebab yang mendasari gejala batuk sampai dada sakit.

Pada kasus yang berat, pasien mungkin membutuhkan perawatan medis tertentu, seperti pemberian obat-obatan melalui intravena (IV), terapi nebulizer, dan sebagainya.

Selain itu, menurut dr, Shabrina (dokter Enesis Group), “Penyebab dasar sakit dada yang dipicu batuk bisa bermacam-macam. Dikarenakan itu, jika keluhan ini sudah dialami lebih dari tiga hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai indikasi. Hindari secara mandiri membeli antibiotik tanpa diresepkan oleh dokter.

dr. Shabrina menyarankan untuk segera periksakan diri ke dokter jika selain nyeri dada timbul keluhan lain, seperti seperti sesak napas, demam tinggi, atau terdapat bercak darah saat batuk.

Dapat disimpulkan, batuk sampai dada sakit bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga serius.

Karena itu, sangat penting untuk mengenali apa saja gejala yang menyertainya sejak awal agar bisa mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya dan menanganinya dengan tepat.

Adapun salah satu keluhan yang kerap menyertai batuk sampai dada sakit adalah tenggorokan kering. Kondisi ini bisa memicu batuk berkepanjangan sehingga membuat dada semakin terasa sakit.

Untuk membantu meredakan tenggorokan kering, mengonsumsi Adem Sari Herbal Lemon dari Enesis Group bisa menjadi solusi yang mudah dan praktis.

Adem Sari Herbal Lemon memiliki kandungan ekstrak herbal, jeruk nipis, serta vitamin C yang bisa membantu meredakan rasa tak nyaman di tenggorokan sekaligus mendukung daya tahan tubuh secara optimal.

Baca juga: 11 Minuman Herbal untuk Batuk, Bantu Legakan Tenggorokan!

Related article