Kondisi batuk dan sesak napas di malam hari sering kali dialami oleh sebagian orang yang menyebabkan terganggunya kualitas tidur dan rasa tidak nyaman.
Ketika tubuh tidak dapat memompa dan mendistribusikan oksigen secara optimal, kondisi satu ini dapat memicu batuk dan sesak napas, terutama ketika beristirahat dan berbaring di malam hari.
Penasaran apa penyebab serta cara mengatasi batuk dan sesak napas di malam hari? Pelajari selengkapnya dalam artikel di bawah ini!
Posisi berbaring ditambah dengan kondisi udara malam yang dingin sering kali menjadi penyebab utama munculnya sesak napas dan batuk di malam hari. Gejala ini biasanya dirasakan oleh seseorang dengan kondisi medis tertentu.
Lebih lanjut, berikut adalah penyebab gejala batuk dan sesak napas di malam hari:
Ketika sudah masuk waktu malam hari, suhu udara akan menurun akibat menghilangnya panas matahari. Perbedaan suhu siang dan malam hari dapat mencapai 3-10 derajat celcius.
Suhu yang lebih rendah di malam hari dapat mengganggu sistem pernapasan bagi beberapa orang. Suhu yang dingin akan membuat udara menjadi lebih kering dan mengiritasi saluran pernapasan. Oleh karena itu, tenggorokan menjadi kering, gatal, dan memicu timbulnya batuk.
Kondisi berbaring ketika beristirahat dapat membuat perut menekan diafragma ke atas sehingga ruang paru-paru menjadi lebih sempit dan napas terasa berat.
Berbaring saat tidur juga dapat menyebabkan batuk karena lendir saluran pernapasan atas akan turun ke tenggorokan akibat gravitasi. Penumpukan lendir di tenggorokan akan memicu batuk dan sesak napas saat tidur.
Penyebab batuk di malam hari yang selanjutnya adalah mengidap gangguan pernapasan seperti asma. Penderita asma sering kesulitan bernapas dan mengalami nyeri dada.
Gejala tersebut akan semakin memburuk di malam hari akibat suhu udara yang dingin sehingga dapat menimbulkan sesak napas dan batuk di malam hari.
Kondisi gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan. GERD yang kambuh di malam hari dapat menyebabkan iritasi tenggorokan yang mengakibatkan batuk dan sesak napas.
Selain kondisi asma, sesak napas di malam hari disertai batuk juga dapat terjadi pada pengidap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi ISPA dapat biasanya berupa peradangan dan produksi lendir berlebih akan semakin terasa pada malam hari yang menimbulkan gejala batuk dan sesak napas.
Postnasal drip syndrome disebabkan oleh iritasi dan radang pada area sinus. Dalam kondisi ini, lendir dalam hidung akan turun ke tenggorokan dan menyebabkan batuk. Postnasal drip syndrome menyebabkan tenggorokan serak, berlendir, gatal yang memicu batuk.
Selanjutnya, faktor psikologis seperti kondisi panic attack juga dapat menjadi penyebab munculnya sesak napas di malam hari. Rasa cemas yang berlebihan ketika malam hari dapat membuat napas menjadi cepat, dangkal dan jantung berdebar-debar.
Setelah mengetahui penyebab-penyebab munculnya gejala seperti batuk dan sesak, berikut adalah beberapa cara mengatasi batuk dan sesak napas di malam hari yang dapat kamu coba lakukan:
Hal pertama yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi gejala batuk dan sesak napas di malam hari adalah mengonsumsi makanan atau minuman hangat.
Makanan dan minuman hangat dapat membantu mengencerkan lendir dan melegakan saluran pernapasan sehingga gejala batuk dan sesak bisa terasa lebih ringan.
Selain itu, beberapa minuman herbal juga dapat membantu melembabkan tenggorokan dan membantu tidur lebih nyaman. Beberapa pilihan minuman hangat yang dapat dikonsumsi antara lain:
Kondisi tenggorokan yang kering dapat menjadi salah satu penyebab batuk di malam hari. Oleh karena itu, menggunakan humidifier pada area kamar tidur dapat membantu mengurangi gejala batuk dan sesak.
Namun, perlu diingat untuk selalu gunakan air bersih untuk humidifier karena jika air yang digunakan tidak bersih, kuman dalam air dapat tersebar ke seluruh ruangan dan memperparah gejala batuk.
Selain memasang humidifier, kamu juga bisa memasang air purifier. Air purifier dapat menjadi salah satu cara mengatasi batuk dan sesak di malam hari karena dapat menyaring alergen seperti debu, asap, serbuk sari, bulu hewan.
Udara yang lebih bersih dapat membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mengurangi risiko iritasi tenggorokan atau saluran pernapasan lainnya.
Baca juga: 12 Cara Menghilangkan Batuk Berdahak yang Ampuh dan Efektif
Cara mengatasi batuk dan sesak napas di malam hari selanjutnya adalah menjaga kebersihan tempat tidur, bantal, guling, dan selimut. Tempat tidur yang kotor dan berdebu dapat memperparah kondisi iritasi pada saluran pernapasan.
dr. Shabrina (dokter Enesis Group) menambahkan, “Menjaga kebersihan tempat tidur menjadi salah satu faktor yang penting dalam mengatasi batuk dan sesak di malam hari. Karena, adanya debu, tungau, atau kotoran, di tempat tidur menjadi alergen atau pemicu timbulnya reaksi alergi yang mana menyebabkan batuk dan sesaknya semakin berat.”
Pastikan untuk rutin mengganti sprei, mencuci selimut, dan membersihkan kasur. Kamu juga dapat menjadwalkan untuk menjemur kasur, bantal, dan guling di bawah sinar matahari agar kasur tidak terlalu lembab dan memicu sesak napas.
Makanan pedas atau asam dapat memperburuk batuk di malam hari, terutama bagi penderita GERD. Makanan dapat memicu produksi asam lambung berlebih, yang berisiko naik ke tenggorokan dan menyebabkan iritasi.
Oleh karena itu, hindari makan makanan pedas, asam, atau berlemak dalam beberapa jam sebelum tidur untuk mencegah batuk yang mengganggu tidurmu.
Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur dapat menjadi salah satu cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah batuk dan sesak napas.
Posisi ini juga direkomendasikan bagi penderita GERD karena dapat membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
Khasiat madu dan air panas sudah dipercayai sejak dulu dapat membantu melegakan tenggorokan dan meredakan batuk. Madu sendiri memang memiliki kandungan yang bersifat antiinflamasi, antioksidan, dan senyawa antimikroba.
Baca juga: 5 Cara Meredakan Sesak Napas Karena Batuk yang Aman
Cara mengatasi batuk dan sesak selanjutnya yaitu dengan minyak esensial seperti minyak peppermint atau eucalyptus. Minyak esensial dapat bersifat antiinflamasi dan dekongestan yang dapat membantu meredakan peradangan dan membuka saluran pernapasan.
Kamu dapat menggunakannya dengan meneteskan beberapa minyak esensial ke dalam air hangat atau diffuser, lalu hirup uapnya untuk meredakan batuk dan pernapasan yang tersumbat.
Jika kondisi batuk dan sesak napas sudah parah dan membuat tidur kamu tidak nyaman selama terus menerus kamu dapat pergi ke fasilitas kesehatan terdekat dan berkonsultasi dengan dokter.
Biasanya dokter akan meresepkan obat batuk yang disertai sesak napas di apotik untuk mengurangi gejala serta membantu kamu beristirahat.
Demikian penjelasan lengkap tentang penyebab dan cara mengatasi batuk dan sesak napas di malam hari, selain menerapkan beberapa tips diatas kamu juga dapat menggunakan minyak aromaterapi Plossa dari Enesis Group untuk membantu beristirahat dengan nyaman.
Dengan ekstrak Eucalyptus dan menthol, Plossa dapat membantu melegakan tenggorokan dan mengurangi gejala sesak napas. Yuk, sedia Plossa untuk bantu legakan tenggorokan dan pernapasan!
Baca juga: 10 Minuman Herbal untuk Meredakan Radang Tenggorokan