5 Penyebab BAB Encer Tapi Bukan Diare, Begini Penjelasannya!
Reviewed by: dr. Anggi Medita
Reviewed by: dr. Anggi Medita
Gangguan buang air besar adalah salah satu kondisi yang dapat dialami siapa saja dan kapan saja. Salah satunya yang seringkali membuat tidak nyaman yaitu BAB encer. Walaupun terlihat mirip, tak semua kondisi BAB encer disebut diare dan disebabkan oleh hal yang sama.
Oleh karena itu, penting untuk kamu memahami apa penyebab BAB encer tapi bukan diare, agar penanganan yang diberikan bisa lebih tepat dan efektif. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini!
Kondisi feses yang encer dapat terjadi karena gangguan pada sistem pencernaan namun tidak selalu berarti kamu sedang diare.
BAB encer adalah kondisi di mana kotoran yang dikeluarkan lebih lembek dari biasanya namun tidak sampai cair dan terjadi dalam frekuensi yang berlebihan. Beberapa penyebab BAB encer tapi bukan diare adalah sebagai berikut:
Penyebab BAB encer yang pertama adalah intoleransi laktosa. Sekitar 68% dari populasi masyarakat di dunia adalah penderita intoleransi laktosa dimana mereka tidak dapat mencerna laktosa dengan baik.
Ketidakmampuan tubuh memecah dan mencerna laktosa menyebabkan zat ini terfermentasi oleh bakteri usus dan menarik air banyak air. Hal tersebutlah yang menyebabkan BAB menjadi encer.
Jenis obat-obatan tertentu dapat menyebabkan BAB encer. Beberapa jenis obat seperti antasida, serta antibiotik dari golongan sefalosporin, penisilin, dan fluorokuinolon memiliki efek samping pada sistem pencernaan dan menyebabkan BAB lebih encer.
Penyebab lain BAB cair tapi bukan diare adalah Irritable Bowel Syndrome (IBS). IBS merupakan gangguan sistem pencernaan kronis yang memengaruhi fungsi usus besar.
Kondisi IBS menyebabkan otot pada usus besar tidak bekerja secara normal, sehingga penyerapan air dari sisa makanan terganggu.
Akibatnya, penderita IBS dapat mengalami kondisi feses yang encer atau justru sembelit, tergantung kondisi dan keparahan iritasinya.
Gangguan pencernaan berupa BAB encer tapi bukan diare juga dapat terjadi karena mengalami hipertiroidisme.
Hipertiroidisme adalah kondisi tingginya hormon tiroid dalam tubuh yang memicu percepatan metabolisme sehingga penyerapan nutrisi dan air dalam usus menjadi kurang optimal.
Penyebab sering buang air besar tapi bukan diare lainnya yaitu infeksi saluran pencernaan. Kondisi infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit dapat menjadi pemicu BAB menjadi encer.
Infeksi biasanya terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Beberapa mikroorganisme yang dapat menimbulkan infeksi dan membuat BAB menjadi encer yaitu Cytomegalovirus (CMV), Norovirus, Adenovirus, Rotavirus, Shigella, hingga Hepatitis A. Walaupun infeksi lebih lanjut dapat menyebabkan diare.
Baca juga: Infeksi Saluran Pencernaan: Gejala & Pengobatan
Kondisi BAB cair adalah mekanisme alami pada tubuh ketika terdapat gangguan pencernaan yang terjadi karena berbagai penyebab.
Kondisi BAB encer biasa akan sembuh dengan sendirinya ketika kondisi tubuh dan pencernaan telah membaik. Namun, terdapat beberapa gejala BAB encer yang harus segera ditangani dan memerlukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Ketika BAB encer terjadi terus menerus lebih dari 5 hari, disertai dengan gejala demam, muntah-muntah, rasa nyeri, feses mungkin akan berubah menjadi kuning, hijau, atau coklat pekat. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi di bawah 6 bulan.
Mengingat penyebab dari kondisi BAB encer berbeda-beda, cara mengatasinya pun perlu diperhatikan agar tepat sasaran dan efektif. Berikut adalah beberapa cara mengatasi BAB cair, di antaranya:
Hal terpenting yang perlu dilakukan untuk menghindari gangguan pencernaan adalah menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum makan, memastikan alat makan yang digunakan bersih, serta mengolah makanan dengan baik.
Asupan makanan juga perlu diperhatikan jangan sampai kamu mengonsumsi bahan pangan yang mengandung alergen yang bisa memicu diare.
Setiap individu memiliki batas kemampuan dalam beraktivitas fisik. Memaksakan olahraga yang terlalu berat dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, meningkatkan risiko dehidrasi, dan gangguan pencernaan.
Ketika BAB encer, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan konsumsi air yang cukup. Kondisi dehidrasi akibat BAB encer lama dapat menimbulkan gejala lain yang lebih berat.
Ketika kamu mengalami BAB encer tapi bukan diare, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.
Infeksi atau iritasi pada pencernaan dapat minimalisir gejalanya dan lebih cepat pulih dengan diiringi konsumsi obat sesuai resep dokter.
Ingat bahwa pola BAB yang tidak biasa merupakan sinyal alami tubuh yang menandakan kamu perlu lebih memerhatikan kesehatan.
Itulah penjelasan lengkap tentang BAB encer tapi bukan diare mulai dari penyebab hingga cara pencegahannya. Sebagai catatan, kondisi BAB encer atau konstipasi dapat terjadi secara bergantian ketika terjadi perubahan ritme pencernaan.
Jangan biarkan masalah pencernaan mengganggu aktivitasmu sehari-hari, jaga asupan serat dan dukung kesehatan pencernaan dengan konsumsi Vegeta Scrubber dari Enesis Group. Dengan begitu, kebutuhan seratmu bisa terjaga.
Sebaliknya, jika kamu sembelit melanda, kamu bisa bisa mengonsumsi Vegeta Herbal yang mengandung serat, laksatif alami, dan berasal dari tumbuhan-tumbuhan alami untuk membantu melancarkan buang air besar.
Jadi, pilihlah Vegeta untuk mendukung kesehatan pencernaanmu!
Baca juga: 6 Cara Pencegahan Penyakit Diare, Efektif dan Aman!