metode lean manufacturing di fmcg
Januari 7, 2026 Karir

Apa itu Metode Lean Manufacturing? Ini Metode dan Manfaatnya

Metode lean manufacturing adalah pendekatan yang terbukti efektif untuk meningkatkan kelancaran proses produksi dan mengurangi pemborosan di berbagai industri. Aspek ini perlu dipahami oleh staf PPIC.

Dengan filosofi yang menekankan optimalisasi sumber daya, waktu, dan tenaga kerja, metode ini membantu perusahaan menekan biaya, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan produk berkualitas lebih cepat. 

Berasal dari Toyota Production System, lean manufacturing kini menjadi strategi penting bagi banyak bisnis yang ingin tetap kompetitif dan beroperasi lebih efisien. Simak terus artikel ini untuk memahami metode, penerapan, dan manfaat lean manufacturing bagi perusahaan.

Apa Itu Metode Lean Manufacturing?

Metode lean manufacturing adalah pendekatan produksi yang fokus pada menghilangkan pemborosan dan meningkatkan efisiensi. 

Intinya, setiap aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan dikurangi atau dihapus sehingga proses produksi lebih cepat, hemat biaya, dan tetap menghasilkan produk berkualitas. 

Konsep lean manufacturing lahir dari Toyota Production System di Jepang dengan prinsip-prinsip, seperti Just-In-Time (JIT) dan Kaizen yang membantu perusahaan menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar secara optimal. 

Saat ini, lean manufacturing telah diadopsi di berbagai industri untuk membuat operasi lebih efisien, responsif, dan ramah biaya.

Metode-Metode dalam Lean Manufacturing

Sebelum menerapkan lean manufacturing, penting untuk mengenal berbagai metode yang bisa membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan kualitas. Berikut beberapa prinsip lean manufacturing yang umum digunakan:

1. Sistem 5S

Sistem 5S adalah metode untuk membuat tempat kerja lebih bersih, teratur, dan efisien. Metode ini terdiri dari lima langkah, yaitu:

  • Sort (Pilah): Buang atau pisahkan barang yang tidak diperlukan.
  • Set in Order (Atur): Susun barang yang penting agar mudah dijangkau dan digunakan.
  • Shine (Bersihkan): Rajin membersihkan area kerja supaya selalu rapi dan nyaman.
  • Standardize (Standarkan): Buat aturan atau prosedur untuk menjaga kerapian dan kebersihan.
  • Sustain (Pertahankan): Bangun kebiasaan agar praktik 5S terus dijalankan.

Dengan menerapkan 5S, tempat kerja menjadi lebih terorganisir, produktivitas meningkat, pemborosan berkurang, dan keselamatan kerja pun lebih terjamin.

Baca juga: Memahami Demand Forecasting agar Bisnis Tetap Kompetitif

2. Plan, Do, Check, Act (PDCA)  

PDCA atau Siklus Deming adalah proses perbaikan berkelanjutan yang membantu organisasi terus belajar dan berkembang. Siklus ini berjalan melalui empat tahap:

  • Plan (Rencanakan): Identifikasi masalah atau peluang, lalu buat rencana solusi.
  • Do (Lakukan): Terapkan rencana tersebut dalam skala kecil.
  • Check (Periksa): Evaluasi hasil dan bandingkan dengan tujuan awal.
  • Act (Tindaklanjuti): Standarkan perubahan jika efektif, atau lakukan perbaikan tambahan jika diperlukan.

3. Just in Time (JIT)  

Just-in-Time (JIT) adalah strategi produksi yang memastikan barang dibuat hanya saat dibutuhkan sehingga mengurangi pemborosan dan stok berlebih. 

Dengan pengiriman bahan dan komponen tepat waktu, JIT membantu menekan biaya inventaris, meningkatkan kualitas produk, dan mempercepat respons terhadap permintaan pelanggan.

4. Poka Yoke (Pencegahan Kesalahan)  

Poka Yoke adalah teknik untuk merancang proses atau peralatan agar kesalahan bisa dicegah sejak awal. Dengan metode ini, risiko terjadinya kesalahan berkuran sehingga cacat produk menurun dan kualitas pun meningkat.

5. Kanban (Sistem Tarik)  

Kanban adalah metode lean manufacturing yang menggunakan sistem visual untuk mengatur alur produksi sesuai permintaan pelanggan.

Dengan menggunakan kartu atau sinyal visual untuk memicu produksi atau pengisian inventaris, Kanban memastikan bahan dan komponen hanya digunakan saat dibutuhkan sehingga mengurangi stok berlebih, meningkatkan kualitas, dan mempercepat respons terhadap kebutuhan pelanggan.

6. Kaizen (Perbaikan Berkelanjutan)  

Kaizen adalah filosofi Jepang yang menekankan perbaikan berkelanjutan melalui perubahan kecil namun konsisten. Pendekatan ini melibatkan semua anggota tim, dari manajemen hingga pekerja lapangan untuk menciptakan budaya yang mendukung efisiensi, menekan biaya, dan meningkatkan kualitas produk.

Baca juga: Apa Itu Production Operator? Ini Peran dan Kualifikasinya

7. Heijunka (Penyelarasan Produksi dan Permintaan)  

Heijunka adalah teknik lean manufacturing yang menyeimbangkan produksi sesuai permintaan pelanggan. Dengan meratakan volume dan variasi produksi, metode ini membantu mengurangi pemborosan, mempercepat penyelesaian, meningkatkan kualitas, serta membuat pemanfaatan sumber daya lebih efisien dan persediaan lebih terkendali.

8. Value Stream Mapping

Value Stream Mapping (Pemetaan Aliran Nilai) adalah alat untuk memetakan setiap langkah dalam alur kerja guna mengidentifikasi dan menghapus pemborosan. Dengan memahami aliran nilai secara detail, perusahaan bisa menemukan peluang untuk mempercepat waktu siklus dan mengoptimalkan proses operasional.

9. Total Productive Maintenance

Total Productive Maintenance (TPM) adalah metode yang fokus pada perawatan rutin dan perbaikan mesin untuk mencegah kerusakan yang bisa mengganggu proses produksi. Dengan menjaga peralatan selalu dalam kondisi optimal, perusahaan bisa mengurangi waktu henti yang tidak terduga.

10. Continuous Flow Manufacturing

Continuous Flow Manufacturing (Produksi Aliran Berkelanjutan) adalah metode di mana produk bergerak terus-menerus melalui setiap tahap proses tanpa jeda berarti. Pendekatan ini mengurangi pemborosan waktu antara langkah dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan.

Manfaat Lean Manufacturing

Penerapan contoh lean manufacturing membawa berbagai keuntungan bagi bisnis, terutama dalam empat aspek utama berikut ini:

  • Mengurangi pemborosan: Mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak memberikan nilai tambah, termasuk biaya, waktu, dan tenaga kerja.
  • Meningkatkan kualitas: Meningkatkan kualitas produk sehingga perusahaan tetap kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah.
  • Menekan biaya: Mengelola bahan dan sumber daya secara efisien untuk mengurangi biaya penyimpanan dan operasional.
  • Mempercepat produksi: Praktik kerja yang lebih efisien mengurangi waktu tunggu, sehingga produk atau layanan bisa sampai ke pelanggan lebih cepat.

Itu dia penjelasan mengenai metode lean manufacturing, mulai dari konsep, penerapan, hingga manfaatnya bagi perusahaan. Dengan memahami pendekatan ini, bisnis bisa meningkatkan efisiensi, menekan pemborosan, dan menghasilkan produk berkualitas lebih cepat. 

Jika kamu tertarik mengembangkan karier di lingkungan manufaktur yang mendukung, Enesis Group bisa menjadi pilihan tepat. Di sini, kamu akan bekerja dengan bos yang asik, teman kerja anti-toxic, menangani project menantang, serta menikmati perkembangan karier yang terjamin dengan brand yang tepercaya. 

Jadi, jangan ragu untuk bergabung dengan Life at Enesis yang lebih healthy dan happy karena pengalaman dan kiprah Enesis telah terbukti sejak 1988!

Baca juga: Procurement Specialist: Peran Strategis dalam Proses Produksi

Related article