Mei 31, 2022 Artikel

Waspada Serangan Nyamuk DBD di Waktu Ini

Soffell – Kita sudah mengenal dari dulu apa itu virus dengue dan nyamuk DBD yang menyebarkan penularan ini. Tapi sudahkan kita benar-benar mencari tahu secara komprehensif tentang segala hal yang menyangkut nyamuk ini? Ini perlu segera dilakukan mengingat Indonesia adalah negara tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi dan inilah surga bagi nyamuk-nyamuk seperti ini berkembang biak.

Ciri-Ciri Nyamuk DBD

Nama latin dari nyamuk demam berdarah adalah Aedes aegypti. Ciri-ciri tubuhnya yaitu bentuknya seperti nyamuk pada umumnya hanya saja ada warna belang-belang putih di seluruh tubuhnya.

Tempat Persembunyian

Nyamuk DBD berkembang biak di tempat yang memiliki curah hujan tinggi karena nyamuk ini suka menaruh telurnya di tempat lembab, menggenang, dan jernih, contohnya di bak mandi, tandon air, atau di tempat tadah di dispenser air.

Selain itu nyamuk ini menyukai tempat yang gelap untuk bersembunyi seperti kolong meja atau tempat tidur, di sela-sela gantungan pakaian, dan di sudut-sudut rumah yang tidak dikenai cahaya lampu/sinar matahari.

Waktu Keluar Nyamuk DBD

Semua nyamuk keluar pada waktu yang tidak tentu, namun untuk nyamuk Aedes biasanya paling aktif pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. Secara garis besar nyamuk demam berdarah ini paling sering keluar pada pagi dan sore hari.

Namun, bisa juga nyamuk aedes keluar pada siang hari saat cuaca sedang mendung atau hujan dimana kondisi ruangan suhu di dalam ruangan terasa lembab dan dingin.

Pembawa Virus Dengue

Yang berbahaya adalah virus dengue yang dia bawa dan dia tularkan pada manusia. Inilah yang menyebabkan manusia terserang penyakit demam berdarah.

Beberapa penelitian mengungkapkan jika nyamuk betina bersifat multiple feeding artinya seekor nyamuk betina harus menghisap darah mangsanya berulang kali sampai kebutuhannya benar-benar tercukupi. Biasanya butuh waktu 3-14 hari sampai gejala pertama DBD muncul.

Penularan Virus DBD

Sebenarnya penularan bisa terjadi antar sesama manusia secara langsung. Dilansir dari artikel yang dimuat di cdc.gov tentang virus dengue, penyebaran virus ini bisa terjadi ke sesama manusia yaitu dari ibu yang terjangkit penyakit ini kemudian melakukan persalinan dan bayi yang dilahirkan berpotensi membawa virus ini.

Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan nyamuk dbd berkembang biak adalah dengan melakukan tindakan 3 M, yaitu:

Menguras

Hal yang bisa dilakukan pertama adalah meneliti setiap tempat yang memungkinkan air menjadi tergenang. Setelah mengetahuinya maka lakukan pembersihan rutin pada tempat-tempat tersebut agar telur atau jentik-jentik nyamuk tidak sempat berkembang dari situ.

Menutup Rapat-Rapat
Setelah melakukan pengurasan, bisa dilakukan hal lainnya sebagai tindakan lanjutan, yaitu menutup tempat air menggenang, misalnya menutup bak mandi setelah digunakan, menutup gentong air rapat-rapat, dan menutup tempat tandon air.

Mengubur Barang Bekas atau Kurang Terpakai

Bila kita memiliki barang-brang tidak terpakai daripada disimpan dan akhirnya memenuhi ruangan sebaiknya adalh disimpan di tempat tertutup atau dikubur.

Perkembangbiakkan dan penyebaran virus dengue yang dibawa oleh nyamuk DBD patut diwaspadai terutama di musim penghujan sekarang. Maka dari itu, jaga selalu kebersihan lingkungan rumah dan jangan lupas selalu gunakan Soffell lotion anti nyamuk.

Soffell merupakan produk dari Enesis Grup yang dapat melindungi kulit dari gigitan nyamuk selama 8 jam. Selain itu Soffell juga mengandung moisturizer atau pelembab yang membuat kulit tidak terasa panas, lembab dan juga tidak lengket.