varisela adalah
Mei 29, 2023 Artikel

Mengenal Apa itu Varisela: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Antis – Varisela adalah kata lain dari penyakit cacar air, yaitu kondisi timbulnya lenting berisi air yang menyebabkan rasa tak nyaman pada kulit seperti panas dan gatal-gatal.

Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak usia di bawah 10 tahun dan dapat menular melalui kontak langsung.

Berbeda dari jenis infeksi kulit akibat bakteri, penyebab cacar air atau varisela adalah karena virus.

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai apa itu varisela, yuk simak artikel berikut ini!

Apa itu Varisela?

Dikenal sebagai cacar air atau chickenpox, varisela adalah infeksi virus yang umum terjadi pada anak-anak, terutama dengan rentang usia di bawah 12 tahun.

Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella-zoster, dan biasanya menyerang orang yang belum pernah menderita cacar air atau mendapatkan vaksin varisela.

Penyebaran virus varisela adalah melalui kontak langsung dengan cairan dari luka kulit, atau melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk dan bersin.

Uniknya, setelah terkena varisela, sistem kekebalan tubuh akan mengenali virus tersebut.

Sehingga, seseorang akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut, dan tidak akan terinfeksi varisela untuk kedua kalinya.

Gejala Varisela

Varisela adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya ruam berisi cairan gatal. 

Sebelum timbulnya gejala lainnya, ruam tersebut biasanya tetap ada di tubuh penderita selama 7-21 hari. 

Menariknya, seseorang yang terinfeksi dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain, bahkan sebelum gejala berupa ruam muncul.

Pada tahap awal sebelum ruam muncul, gejala cacar air atau varisela adalah demam, sakit kepala, kehilangan selera makan, nyeri otot, rasa lelah berlebihan, dan mual. Kumpulan gejala tersebut disebut gejala prodromal. 

Setelah mengalami gejala ini selama 1-2 hari, ruam mulai muncul dan berkembang dengan melewati 3 tahap perkembangan yang berbeda, di antaranya yaitu: 

  • Pertama-tama muncul benjolan merah atau merah muda di sekujur tubuh. Sebagian besar muncul di area perut atau punggung kemudian menyebar hingga ke muka dan anggota gerak. 
  • Kemudian, benjolan tersebut berubah menjadi lepuhan berisi cairan. 
  • Lalu, saat proses penyembuhan, benjolan akan pecah, mengering, dan berkerak.

Perlu diketahui, tidak semua benjolan ruam di tubuh akan berada pada tahap perkembangan yang sama. Benjolan baru masih dapat terus muncul selama tubuh terinfeksi virus. 

Selain itu, penderita masih dapat menularkan virus kepada orang lain sampai lepuhan di tubuhnya mengering dan mengelupas dalam rentang waktu 7-14 hari.

Baca juga: Mengenal Bakteri Patogen Penyebab Penyakit, Ini Jenisnya!

Faktor Risiko Varisela

Setelah mengenal gejala varisela, tentu penting bagi kamu untuk mengetahui apa saja faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang terinfeksi.

Adapun beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang menderita virus varisela adalah sebagai berikut:

  • Kontak erat dengan penderita cacar air selama lebih dari 15 menit.
  • Menyentuh ruam orang yang terinfeksi cacar air.
  • Menyentuh benda-benda yang baru saja digunakan oleh penderita cacar air, seperti pakaian, sprei, atau handuk.
  • Belum pernah terinfeksi atau mendapatkan vaksinasi cacar air.
  • Bekerja di beberapa fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat penitipan anak.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Pengobatan Varisela

Hingga saat ini, belum ditemukan cara mengobati cacar air yang efektif. Upaya pengobatan saat ini hanya ditujukan untuk meredakan gejala yang dialami oleh penderita. Hal ini dikarenakan varisela merupakan self limiting disease atau dapat sembuh sendiri. 

Jika berobat ke dokter, umumnya penderita disarankan mengonsumsi obat penurun panas, dan obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal pada kulit.

Namun, di samping pengobatan medis, ada beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan cacar air, antara lain yaitu:

  • Mengonsumsi banyak cairan, bisa berupa air putih atau jus, untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengenakan pakaian yang menutupi tubuh, seperti celana dan baju panjang, serta kaos kaki, untuk menghindari penggarukan kulit.
  • Hindari menggaruk ruam, karena dapat menyebabkan infeksi sekunder.
  • Memotong kuku secara teratur agar tidak melukai lepuhan ruam.
  • Menggunakan krim atau gel pendingin untuk meredakan rasa gatal.
  • Mandi dengan air dingin untuk meredakan rasa gatal.
  • Pilih pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan lembut, agar tidak mengiritasi kulit.
  • Istirahat cukup dan hindari kontak langsung dengan orang lain.

Cara Mencegah Varisela

Dengan menyadari faktor-faktor risiko terinfeksi di atas, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. 

Adapun langkah-langkah mencegah varisela adalah sebagai berikut: 

  • Vaksinasi varisela (tidak dianjurkan untuk ibu hamil).
  • Menghindari kontak dengan penderita.
  • Rutin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama ketika selesai kontak langsung dengan penderita.
  • Tidak berbagi alat makan.
  • Bersihkan rumah dengan desinfektan secara berkala.

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa varisela adalah sebuah jenis infeksi virus yang dikenal juga dengan sebutan cacar air.

Varisela, diketahui dapat menyebar melalui udara maupun kontak langsung dengan penderita.

Oleh karenanya, saat anggota keluarga menderita varisela atau cacar air, pastikan kamu menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan.

Dalam menjaga kebersihan tangan, penggunaan hand sanitizer yang mengandung antiseptik, seperti Antis bisa menjadi pilihan yang efektif. 

Antis merupakan produk hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol 70%, serta ampuh membunuh 99% kuman seperti E. coli, S.aureus, Diare, Flu, ISPA, dan Varicella zoster.

Yuk, jaga kesehatan dan tingkatkan kebersihan diri dengan Antis! Healthy product for healthy family!

Baca juga: Apa Perbedaan Virus dan Bakteri? Berikut Penjelasannya!