Kenali Ciri-Ciri dan Cara Membersihkan Usus Kotor
Reviewed by: dr. Anggi Medita
Reviewed by: dr. Anggi Medita
Pola makan tidak seimbang, kurang serat, jarang minum air putih, hingga kebiasaan menunda buang air besar bisa membuat kotoran menumpuk di dalam usus. Kondisi inilah yang sering disebut sebagai usus kotor dan kerap menimbulkan keluhan seperti perut terasa penuh, sulit BAB, hingga tubuh mudah lelah.
Agar pencernaan kembali lancar dan tubuh terasa lebih segar, penting untuk mengetahui cara membersihkan usus kotor dengan aman dan alami. Simak informasi selengkapnya mengenai tanda-tanda hingga cara membersihkan usus di bawah ini.
Usus yang tidak berfungsi optimal dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan tubuh. Sayangnya, tanda-tandanya sering kali dianggap sepele karena mirip dengan gangguan pencernaan ringan. Berikut beberapa tanda usus kotor yang perlu kamu waspadai.
Nyeri perut menjadi salah satu keluhan yang paling sering muncul saat usus kotor. Penumpukan sisa makanan dan feses di dalam usus dapat menyebabkan tekanan berlebih pada dinding usus.
Akibatnya, perut terasa mulas, kram, atau tidak nyaman, terutama setelah makan atau saat akan buang air besar. Jika dibiarkan, nyeri ini bisa semakin sering muncul dan mengganggu aktivitas harian.
Sembelit merupakan tanda paling jelas dari usus kotor. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang jarang, feses keras, dan perasaan tidak tuntas setelah BAB.
Sembelit biasanya terjadi akibat kurangnya asupan serat, cairan, serta kebiasaan menahan BAB. Penumpukan kotoran yang terus berulang dapat membuat usus semakin sulit bekerja secara normal.
Masalah bau mulut tidak selalu berasal dari mulut atau gigi. Usus yang kotor dan pencernaan yang terganggu dapat menyebabkan gas berlebih dan berpotensi untuk naik ke saluran cerna bagian atas. Gas tersebut bisa memengaruhi aroma napas, sehingga mulut terasa tidak segar meskipun sudah menyikat gigi secara rutin.
Usus yang penuh dengan sisa metabolisme dapat memicu peradangan ringan dalam tubuh. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan nyeri di beberapa bagian tubuh, seperti punggung, bahu, leher, atau sendi. Hal ini terjadi karena toksin yang seharusnya dikeluarkan justru masuk ke aliran darah dan memengaruhi sistem tubuh lainnya.
Salah satu tanda usus kotor yang kerap dirasakan adalah tubuh yang mudah merasa lemas dan kurang bertenaga. Hal ini dapat terjadi ketika zat sisa dan racun dari penumpukan sisa makanan di usus ikut terserap ke dalam aliran darah melalui sistem limfatik. Dampaknya, daya tahan tubuh bisa menurun sehingga tubuh lebih cepat lelah dan lebih rentan terserang infeksi.
Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh usus kotor dapat berdampak pada kualitas tidur. Perut terasa tidak nyaman, kembung, atau penuh saat malam hari dapat membuat kamu sulit tidur nyenyak.
Selain itu, ketidakseimbangan hormon juga berpengaruh. Pasalnya, mayoritas serotonin (hormon yang memengaruhi suasana hati dan tidur) diproduksi di usus sehingga bisa mengalami hambatan jika usus kotor.
Usus yang tidak sehat dapat mengganggu metabolisme tubuh. Hal ini bisa menyebabkan berat badan naik karena proses pencernaan yang lambat, atau justru turun karena penyerapan nutrisi tidak optimal. Perubahan berat badan tanpa alasan yang jelas bisa menjadi sinyal bahwa kesehatan usus perlu diperhatikan.
Ketika usus tidak mampu membuang racun dengan baik, racun tersebut bisa keluar salah satunya melalui kulit. Akibatnya, muncul berbagai masalah kulit seperti jerawat, kulit kusam, ruam, atau iritasi yang sulit hilang meskipun sudah menggunakan produk perawatan kulit.
Baca juga: Inilah Gejala Pencernaan yang Mengalami Gangguan
Tidak harus dilakukan dengan cara ekstrem. Terdapat berbagai langkah sederhana yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan usus secara alami. Cara membersihkan usus kotor meliputi:
Salah satu cara membersihkan usus kotor dengan bahan alami adalah mencukupi asupan cairan. Air putih berperan penting dalam melancarkan pencernaan. Asupan cairan yang cukup membantu melunakkan feses dan memudahkan pergerakannya di dalam usus.
Oleh karena itu, biasakan minum setidaknya 2 liter air putih setiap hari, terutama saat mengonsumsi makanan tinggi serat.
Serat membantu membersihkan usus dengan cara mendorong sisa makanan keluar secara alami. Sumber serat yang baik antara lain sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mengonsumsi makanan tinggi serat secara rutin juga membantu mencegah sembelit dan menjaga kesehatan usus jangka panjang
Makanan tinggi lemak, terutama lemak jenuh dan makanan olahan, dapat memperlambat kerja pencernaan. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan ini berpotensi menyebabkan penumpukan kotoran di usus. Mengurangi asupannya dan menggantinya dengan makanan yang lebih sehat bisa menjadi cara membersihkan usus kotor yang efektif.
Aktivitas fisik membantu merangsang pergerakan usus. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau bersepeda sudah cukup untuk membantu melancarkan buang air besar. Melakukan olahraga secara rutin juga mendukung metabolisme tubuh agar tetap optimal.
Menahan buang air besar dapat menyebabkan feses mengeras dan sulit dikeluarkan. Kebiasaan ini juga meningkatkan risiko sembelit dan penumpukan kotoran di usus. Sebaiknya, segera ke toilet saat muncul dorongan BAB agar fungsi usus tetap sehat.
Menjaga kesehatan usus merupakan langkah penting untuk mendukung fungsi pencernaan dan kebugaran tubuh secara keseluruhan. Dengan menerapkan pola hidup sehat, risiko terjadinya usus kotor dapat diminimalkan.
Namun, pada kondisi tertentu, sembelit akibat penumpukan kotoran di usus tetap bisa terjadi dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika kamu mengalami sembelit yang berkaitan dengan usus kotor, Vegeta Herbal dapat menjadi pilihan untuk membantu melancarkan buang air besar.
Dengan pencernaan yang lebih lancar, tubuh pun bisa terasa lebih ringan, nyaman, dan siap beraktivitas kembali!
Baca juga: Cara Mengatasi Susah BAB tanpa Obat-Obatan