perbedaan mual hamil dan masuk angin
Desember 15, 2025 Artikel

Ini Perbedaan Mual Hamil dan Masuk Angin, Jangan Salah!

Reviewed by: dr. Anggi Medita

Pada wanita, rasa mual sering kali muncul sebagai tanda-tanda kehamilan karena adanya perubahan hormon. Namun, di sisi lain, keluhan ini bisa juga disebabkan oleh masuk angin dengan gejala yang mirip. Lantas, apa perbedaan mual hamil dan masuk angin?

Mual sendiri merupakan sensasi tidak nyaman yang membuat seseorang merasa seperti ingin muntah. Kondisi ini tentu membuat penderitanya merasa tidak nyaman, sehingga penting untuk segera ditangani dengan tepat.

Namun, agar penanganannya sesuai, kamu juga perlu tahu apa penyebab yang mendasari kemunculan rasa mual tersebut. Apalagi, keluhan mual bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi, termasuk masuk angin dan kehamilan.

Karena gejalanya yang hampir mirip, sebagian orang awam mungkin kesulitan dalam membedakan mual akibat masuk angin dan hamil. Untuk memahaminya lebih jauh, kenali perbedaan mual hamil dan masuk angin selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Perbedaan Mual Hamil dan Masuk Angin

Sebelum membahas lebih jauh mengenai perbedaan mual hamil dan masuk angin, penting untuk mengenal apa itu masuk angin terlebih dahulu.

Sebetulnya, masuk angin bukanlah sebuah penyakit, melainkan istilah yang kerap digunakan oleh orang awam untuk mendeskripsikan kondisi tidak enak badan, seperti pegal-pegal, mual, demam, dan sebagainya.

Selain itu, mual juga bisa menjadi gejala dari kondisi lain, salah satunya adalah kehamilan. Saat hamil, terutama di trimester awal, ibu biasanya akan mengalami morning sickness yang ditandai dengan mual-mual di pagi hari.

Meski demikian, ada beberapa perbedaan umum antara mual akibat masuk angin dan hamil, mulai dari durasi, penyebab, hingga cara menanganinya. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

1. Durasi Mual

Perbedaan yang pertama bisa dilihat dari ciri-ciri mual hamil dan masuk angin, yaitu pada durasinya. Umumnya, durasi mual karena hamil cenderung lebih lama daripada masuk angin, bisa lebih dari satu minggu.

Jika mengalami hal tersebut, disarankan untuk segera melakukan tes kehamilan dengan test pack dan membuat janji temu dengan dokter spesialis kandungan.

Di sisi lain, mual karena hamil juga bisa bertahan selama trimester pertama. Dalam beberapa kasus, morning sickness mungkin juga masih bisa dirasakan ibu hamil ketika sudah memasuki trimester kedua, namun dengan intensitas yang lebih jarang.

Sementara itu, mual karena masuk angin bisa terjadi kapan saja ketika sistem imun sedang menurun dan tubuh dalam kondisi tidak fit.

Durasi mual karena masuk angin biasanya juga tidak berlangsung lama, yaitu hanya beberapa hari dan bisa membaik seiring dengan pulihnya daya tahan tubuh.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Masuk Angin Dengan Cepat dan Mudah

2. Penyebab

Perbedaan mual hamil dan masuk angin berikutnya dapat dilihat dari penyebab yang mendasarinya. Mual karena hamil bisa terjadi karena adanya perubahan hormon, terutama hormon human chorionic gonadotropin (hcg) dan hormon estrogen di trimester pertama.

Sementara itu, mual karena masuk angin biasanya terjadi ketika sistem imun tubuh menurun karena adanya perubahan suhu udara selama musim pancaroba.

3. Cara Menangani

Utamanya, penanganan mual karena masuk angin dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup guna memulihkan daya tahan tubuh. Hal ini juga perlu disertai dengan konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang untuk membantu meredakan gejala masuk angin.

Adapun beberapa perawatan rumahan yang bisa dilakukan untuk menangani mual akibat masuk angin adalah:

  • Mengonsumsi teh jahe.
  • Mengonsumsi obat antinyeri dan penurun demam untuk menangani gejala yang kerap menyertai masuk angin, seperti nyeri otot, pegal-pegal, dan demam.
  • Memperbanyak minum air putih agar terhindar dari risiko dehidrasi.
  • Tidur yang cukup.

Berbeda dengan masuk angin, mual pada masa awal kehamilan biasanya ditangani dengan cara mengurangi frekuensi dan intensitas rasa tidak nyaman yang muncul, terutama di trimester pertama. 

Beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meredakan keluhan morning sickness adalah sebagai berikut:

  • Minum teh jahe atau chamomile hangat untuk meredakan rasa mual.
  • Menggunakan pakaian longgar agar area perut tidak terasa sesak.
  • Menghindari makanan atau minuman beraroma tajam yang mudah memicu mual, seperti durian, terasi, dan sebagainya.
  • Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
  • Tidur yang cukup.
  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam.
  • Konsumsi vitamin sesuai anjuran tenaga kesehatan seperti asam folat dan vitamin B.

Itulah sejumlah perbedaan mual hamil dan masuk angin yang penting untuk diketahui. Dengan memahami perbedaan dan tanda-tanda antara mual hamil dan masuk angin, ibu jadi bisa menentukan cara penanganan yang tepat, bukan?

Di samping itu, apa pun penyebabnya, rasa mual memang bisa mengganggu dan membuat ibu merasa tidak nyaman dalam beraktivitas.

Jika membutuhkan solusi praktis dan aman dalam meredakan rasa mual, ibu bisa menggunakan Plossa dari Enesis Group. Minyak aromaterapi ini memiliki manfaat 4-in-1 yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari inhaler, pijat, roll on, hingga kerokan.

Bagian inhaler Plossa bisa dihirup untuk memberikan rasa tenang dan nyaman pada tubuh maupun pikiran ketika kamu tengah merasakan keluhan mual-mual. Mudah dan praktis, bukan?

Jadi, selalu sediakan Plossa untuk membantu meredakan mual maupun rasa tidak nyaman akibat masuk angin.

Baca juga: Waspadai 5 Tanda Masuk Angin Parah Ini Sebelum Terlambat

Related article