Ciri Bekas Gigitan Nyamuk DBD
Oktober 2, 2026 Artikel

Mengenal Ciri Bekas Gigitan Nyamuk DBD: Perbedaannya dengan Gigitan Nyamuk Biasa

Bekas gigitan nyamuk memang sering terlihat sepele, tetapi ciri bekas gigitan nyamuk DBD bisa memiliki karakteristik yang berbeda dari gigitan nyamuk biasa.

Oleh karena itu, mengenali perbedaannya menjadi hal penting untuk diperhatikan, terutama jika mulai muncul keluhan lain yang menyertainya.

Simak terus artikel ini agar kamu bisa mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai, sekaligus mengetahui langkah tepat mencegahnya.

Seperti Apa Ciri Bekas Gigitan Nyamuk DBD?

Dikutip dari laman Oaklife Family Clinic, bekas gigitan nyamuk DBD umumnya menimbulkan ruam merah yang meluas pada kulit, dan bisa berlangsung selama berminggu-minggu.

Namun, ciri bekas gigitan nyamuk DBD bisa saja sangat sulit dibedakan secara pasti hanya dari bentuk dan perubahan warna kulit. Gigitan nyamuk penyebab DBD, yaitu Aedes aegypti, dapat meninggalkan tanda yang mirip dengan gigitan nyamuk lainnya.

Pada sebagian orang, bekas gigitan dapat berupa bentol kemerahan yang terasa gatal atau sedikit membengkak. Akan Tetapi, respons kulit setiap orang bisa berbeda, sehingga tampilannya tidak selalu sama.

Hal yang perlu diperhatikan adalah munculnya keluhan lain setelah gigitan, misalnya demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, hingga tubuh yang terasa sangat lemas. 

Jika gejala tersebut muncul, jangan hanya mengandalkan tampilan bekas gigitan untuk menentukan penyebabnya. Segera lakukan pemeriksaan medis agar kamu bisa memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan DBD.

Baca juga: Ciri-Ciri Nyamuk DBD

Perbedaan Bekas Gigitan Nyamuk DBD dan Nyamuk Biasa

Ketahui apa saja perbedaan bekas gigitan nyamuk DBD dan nyamuk biasa berikut ini:

1. Tampilan Bekas Gigitan

Perbedaan Bekas Gigitan Nyamuk DBD dan Nyamuk Biasa 1

Gigitan nyamuk DBD dapat berupa bentol kecil kemerahan yang meluas di area kulit, serta terjadi di lebih dari satu titik dalam jarak yang berdekatan.

Ruam merah setelah terinfeksi dengue juga dapat muncul sekitar 2–5 hari setelah demam dimulai, kemudian menyebar ke area kulit lain dan bertahan selama beberapa hari.

2. Rasa Gatal dan Reaksi pada Kulit

Perbedaan Bekas Gigitan Nyamuk DBD dan Nyamuk Biasa 2

Gigitan nyamuk biasa lebih identik dengan rasa gatal, kemerahan, dan pembengkakan yang muncul dalam waktu relatif singkat, dimana keluhannya biasanya berpusat di sekitar area gigitan.

Sedangkan pada gigitan nyamuk DBD, reaksi kulit juga bisa terasa gatal dan kemerahan, disertai bintik-bintik kecil yang meluas pada kulit akibat respons tubuh terhadap gigitan.

3. Gejala yang Muncul Setelah Gigitan

Perbedaan Bekas Gigitan Nyamuk DBD dan Nyamuk Biasa 3

Berbeda dengan gigitan nyamuk biasa, infeksi dengue dapat membuat tubuh terasa sakit secara menyeluruh, bahkan memicu berbagai gejala serius dalam beberapa hari.

Diantaranya seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, rasa mual, serta ruam yang meluas dan bertahan lama pada kulit.

Baca juga: Kenali Gejala Umum Demam Berdarah

Kapan Bekas Gigitan Nyamuk Perlu Diwaspadai?

Bekas gigitan nyamuk perlu diwaspadai apalagi jika muncul beberapa kondisi berikut ini:

1. Demam Tinggi yang Muncul Mendadak

Bekas gigitan nyamuk perlu lebih diperhatikan jika dalam beberapa hari setelahnya muncul demam tinggi secara tiba-tiba, terutama bila suhu tubuh mencapai sekitar 39°C atau lebih. 

Kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda awal infeksi dengue, terutama saat berlangsung beberapa hari dan disertai rasa tidak enak badan yang cukup kuat dirasakan.

2. Nyeri Kepala, Otot, atau Sendi

Rasa sakit yang muncul bukan sekadar pegal biasa, tetapi juga dapat berupa sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, hingga otot dan sendi yang terasa ngilu.

Jika nyeri terasa semakin parah dan mengganggu aktivitas, sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

3. Mual, Lemas, hingga Muncul Bintik Kemerahan

Mual, kehilangan nafsu makan, hingga munculnya bintik kemerahan dan tubuh terasa sangat lemas juga menjadi pertanda yang sebaiknya mendapat perhatian lebih.

Pasalnya, kombinasi tersebut menjadi salah satu pola keluhan atau penyakit yang umum ditemukan pada individu yang terinfeksi dengue.

4. Tanda Bahaya yang Memerlukan Pemeriksaan Medis

Segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan dari hidung atau gusi, muntah darah, BAB berwarna hitam, dan saat tubuh terasa sangat lemah.

Tanda-tanda ini dapat mengarah pada kondisi yang lebih serius, sehingga membutuhkan penanganan segera.

Cegah Gigitan Nyamuk Sejak Awal 

Jangan sampai terkena DBD, jadi sebaiknya kamu mencegah gigitan nyamuk sejak awal dengan cara-cara berikut ini:

1. Gunakan Soffell pada Pagi dan Sore Hari

Jangan biarkan aktivitasmu terganggu gara-gara nyamuk! Gunakan Soffell pada kulit, terutama di bagian yang tidak tertutup pakaian pada pagi dan sore hari.

Dengan aroma yang segar dan praktis digunakan, Soffell bisa jadi teman andalan untuk membantu melindungimu dari gigitan nyamuk hingga 8 jam.

2. Lindungi Diri dari Gigitan Nyamuk di Mana pun dan Kapan pun

Tidak hanya saat berada di luar rumah, nyamuk DBD juga dapat ditemukan di dalam ruangan, jadi tetaplah cermat dan selalu lindungi diri setiap saat.

Untuk perlindungan tambahan, gunakan pakaian yang menutupi kulit dan pertimbangkan memasang kelambu saat beristirahat.

Jika diperlukan, pasang kasa pada jendela dan ventilasi, serta gunakan alat pengusir nyamuk untuk mengurangi peluang nyamuk hinggap dan menggigit.

3. Lengkapi dengan Pencegahan Nyamuk di Lingkungan

Perlindungan dari nyamuk DBD tidak hanya pada tubuh, lingkungan sekitar pun juga perlu dijaga agar tidak menjadi tempat favorit nyamuk bersarang dan berkembang biak.

Kuras dan bersihkan tempat penampungan air secara rutin, termasuk bak mandi, ember, atau wadah apapun yang digunakan menyimpan air.

Jangan biarkan barang bekas seperti kaleng, drum, botol, atau ban bekas menampung air hujan, serta pastikan menutup rapat wadah air yang masih digunakan.

Baca juga: 4 Tahap Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD

Mengetahui ciri bekas gigitan nyamuk DBD sangatlah penting dan hal ini juga harus didukung dengan langkah pencegahan yang ampuh.

Soffell hadir sebagai solusi praktis untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, sekaligus memiliki benefit untuk menjaga kelembaban kulit. 

Soffell tersedia dalam 7 varian aroma yang menyegarkan, baik dalam bentuk losion dan semprotan yang tidak membuat kulit kering.

Yuk, cegah gigitan nyamuk dengan memakai Soffell di pagi dan sore hari, di mana pun dan kapan pun!

Related article