10 Cara Ampuh Mengatasi Batuk dan Sesak Napas di Malam Hari
Reviewed by: dr. Anggi Medita
Reviewed by: dr. Anggi Medita
Pernahkah kamu tiba-tiba batuk dan sesak napas pada malam hari? Batuk dan sesak napas ketika malam hari dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Penelitian menyatakan bahwa 85% penyebab kondisi tidak nyaman tersebut berasal dari gangguan paru-paru, jantung, dan kesehatan mental.
Mari cari tahu lebih dalam apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi batuk dan sesak napas pada malam hari dalam artikel di bawah ini!
Udara malam yang lebih dingin membuat saluran pernapasan lebih sensitif serta posisi berbaring yang memengaruhi kerja paru-paru dan aliran udara, terutama jika kamu memiliki riwayat alergi, asma, atau gangguan pernapasan.
Berikut merupakan beberapa penyebab munculnya batuk dan sesak napas di malam hari secara tiba-tiba:
Asma merupakan suatu kondisi penyempitan saluran pernapasan dan peradangan yang menyebabkan seseorang kesulitan bernapas. Riwayat penyakit asma yang dimiliki dapat menjadi penyebab utama terjadinya batuk disertai sesak napas di malam hari.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya asma dimalam hari seperti udara yang dingin, debu pada tempat tidur, bulu hewan atapun asam lambung.
Selain disebabkan penyakit pada paru-paru dan saluran pernapasan, seseorang juga dapat mengalami batuk dan sesak napas pada malam hari karena kondisi mental yang terganggu.
Kondisi mental seperti panic attack terjadi karena ketakutan atau kecemasan terhadap situasi tertentu. Dalam hal ini, penderitanya dapat secara tiba-tiba merasakan sesak napas disertai batuk.
Baca juga: 9 Cara Mengatasi Sesak Napas yang Datang Secara Tiba-Tiba
Berikut beberapa cara mengatasi batuk dan sesak napas di malam hari yang dapat kamu terapkan untuk mengurangi frekuensi gejalanya:
Kondisi udara kering dapat mempengaruhi tenggorokan dan memicu gejala batuk lebih parah. Oleh karena itu, kamu bisa mencoba cara mengatasi sesak napas karena batuk dengan menggunakan pelembap udara atau humidifier pada area kamar tidur.
Teknik pernapasan juga dapat membantu untuk mengurangi batuk dan sesak napas di malam hari. Berikut langkah-langkah teknik pernapasan mendalam yang dapat kamu ikuti:
Di samping teknik pernapasan mendalam, cobalah untuk melakukan pernapasan bibir mengerucut (pursed lip breathing) dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
Mencukupi kebutuhan air dalam tubuh adalah salah satu hal yang tidak boleh kamu sepelekan. Dengan tercukupinya air tubuh, tenggorokan akan terhidrasi dan mengurangi rasa gatal yang menyebabkan batuk.
Jika batuk dan sesak napas sudah sangat mengganggu hingga membuat kamu tak dapat tidur, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk konsultasi dan meminta resep konsumsi obat.
Konsumsi obat akan sangat membantu mengurangi gejala dan membantu kamu beristirahat dengan lebih nyaman.
Baca juga: 10 Minuman Herbal untuk Meredakan Radang Tenggorokan
Batuk disertai sesak napas pada malam hari dapat diminimalkan dengan mengubah posisi tidur. Kamu dapat mencoba meninggikan posisi kepala dengan menumpuk beberapa bantal atau memposisikan tubuh menyamping untuk membantu saluran pernapasan terbuka lebih lebar.
Cara mengatasi batuk dan sesak napas di malam hari selanjutnya adalah menghindari pemicu alergi. Sebelum beristirahat pastikan kamu membersihkan area tempat tidur. Meminimalisir adanya debu, bulu hewan, serbuk sari dan alergen lainnya.
Selain beberapa cara di atas, sesak napas karena batuk juga dapat dikurangi dengan melatih mengatur napas. Pikiran yang tegang bisa membuat napas terasa lebih berat.
Cobalah teknik pernapasan dalam, meditasi, yoga, atau mindfulness untuk membantu tubuh rileks dan napas menjadi lebih teratur.
Menghirup uap air hangat merupakan salah satu cara mengatasi batuk dan sesak napas di malam hari yang dapat membantu melegakan sekaligus melembabkan saluran pernapasan.
Caranya, siapkan semangkuk air panas lalu hirup uapnya sambil menutupi kepala dengan handuk. Sebagai tambahan, teteskan sedikit minyak esensial, seperti eucalyptus atau peppermint, ke dalam air hangat agar efeknya semakin melegakan.
Tips terakhir yang dapat kamu coba lakukan untuk mengurangi batuk di malam hari adalah mengonsumsi makanan hangat. Makanan atau minuman hangat dapat membantu melegakan tenggorokan dan memberikan rasa nyaman.
Beberapa makanan hangat yang direkomendasikan adalah sup ayam, soto, jahe, madu, jeruk panas, dan minuman herbal lainnya. Selain itu, penting halnya juga membatasi konsumsi makanan yang terlalu pedas atau terlalu berminyak.
Selain itu, mengurangi batuk dan sesak napas ketika malam hari juga bisa dilakukan dengan mengubah pola hidup dengan konsumsi produk herbal.
Makanan dan minuman herbal selain tinggi akan antioksidan, memiliki khasiat pada sistem imun, membantu melegakan tenggorokan, juga tidak memiliki efek samping pada tubuh.
Beberapa herbal yang dapat kamu konsumsi, termasuk jahe, temulawak, daun mint, sereh serta buah-buahan tinggi vitamin C.
Batuk dan sesak di malam hari dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk kondisi iritasi tenggorokan, panas dalam, dan peradangan ringan pada saluran napas.
Gejala panas dalam lainnya, seperti tenggorokan kering, sariawan, atau rasa tidak nyaman di rongga mulut, juga dapat memperparah batuk dan sesak.
Oleh karena itu, menjaga kondisi tenggorokan tetap segar, dingin, dan terhidrasi adalah salah satu cara mengurangi frekuensi batuk saat malam.
Agar kondisi batuk dan sesak napas membaik, kamu dapat memulai hal-hal sederhana seperti mengonsumsi minuman herbal penyegar tenggorokan seperti Adem Sari dari Enesis Group.
Dengan kandungan bahan alami seperti chrysanthemum, wheat grass, dan mesona, yang dipadukan dengan madu serta vitamin C, Adem Sari dapat membantu menenangkan dan melegakan tenggorokan.
Tunggu apa lagi? Yuk, selalu siapkan Adem Sari untuk meredakan tenggorokan dan memastikan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari!
Baca juga: 8 Minuman untuk Panas Dalam, Menyejukkan & Melegakan