penyebab sariawan
Oktober 12, 2026 Artikel

6 Penyebab Sariawan di Gusi, Bisa karena Iritasi sampai Stres

Sariawan merupakan luka pada jaringan di dalam mulut yang tidak menular dan umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu. Meski begitu, sariawan bisa cukup mengganggu, terutama jika muncul di area gusi. 

Lantas, apa penyebab sariawan di gusi dan bagaimana cara mengatasi agar rasa perihnya tidak mengganggu sampai aktivitas? Simak penjelasannya di sini!

Penyebab Muncul Sariawan di Gusi

Mengutip laman Cleveland Clinic, sariawan atau canker sore adalah luka kecil pada lapisan dalam mulut yang biasanya berbentuk bulat atau oval, dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan dan bagian tepinya kemerahan. Luka ini dapat muncul di berbagai bagian mulut, termasuk di gusi, bawah atau atas lidah, serta bagian dalam bibir dan pipi.

Berbeda dengan luka lepuh akibat cold sore, sariawan tidak disebabkan oleh virus dan tidak menular. Sebagian besar sariawan juga dapat sembuh tanpa pengobatan khusus. 

Namun, ada berbagai faktor yang dapat memicu kemunculannya, mulai dari luka ringan pada mulut, makanan tertentu, stres, hingga kekurangan nutrisi.

Apa Saja Penyebab Sariawan di Gusi?

Penyebab sariawan di gusi tidak selalu dapat ditentukan secara pasti. Namun, beberapa kondisi dan kebiasaan berikut dapat menjadi pemicu munculnya sariawan.

1. Luka atau Iritasi pada Gusi

Sariawan dapat muncul setelah jaringan di dalam mulut mengalami luka atau iritasi ringan. Misalnya, gusi tidak sengaja tergores saat menyikat gigi terlalu keras, terkena bagian gigi yang tajam, atau mengalami iritasi akibat perawatan gigi dan penggunaan kawat gigi.

2. Kurangnya Asupan Nutrisi Tertentu

Asupan nutrisi yang tidak mencukupi juga dapat berkaitan dengan munculnya sariawan. Beberapa penelitian dan sumber medis mengaitkan sariawan dengan kadar nutrisi tertentu yang rendah, seperti zat besi, folat, vitamin B12, dan zinc.

3. Daya Tahan Tubuh Menurun

Sariawan juga dapat berkaitan dengan kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Beberapa kondisi yang menyebabkan gangguan atau perubahan respons imun dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami sariawan.

4. Stres dan Kurang Istirahat

Stres emosional merupakan salah satu faktor yang dapat memicu sariawan pada sebagian orang. Perubahan kondisi tubuh saat mengalami stres juga dapat membuat sariawan lebih mudah muncul, terutama pada orang yang memang memiliki kecenderungan mengalaminya berulang.

5. Konsumsi Makanan Tertentu

Makanan pedas, asin, atau asam bisa mengiritasi jaringan mulut atau menjadi pemicu sariawan pada orang yang sensitif. Jika kamu sering mengalami sariawan setelah mengonsumsi makanan tertentu, coba perhatikan apakah ada pola yang berulang.

6. Perubahan Hormonal

Perubahan kadar hormon, termasuk yang terjadi selama menstruasi dan kehamilan, juga dapat menjadi salah satu pemicu sariawan pada sebagian orang.

Baca Juga: Mengenal Jenis Sariawan dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri Sariawan di Gusi

Sariawan di gusi umumnya mudah dikenali dari bentuk luka dan rasa tidak nyaman yang menyertainya. Beberapa ciri yang dapat diperhatikan antara lain:

1. Luka Berwarna Putih atau Kekuningan

Sariawan biasanya tampak sebagai luka kecil dengan bagian tengah berwarna putih, kekuningan, atau keabu-abuan dan tepi yang kemerahan. Biasanya berbentuk bulat atau oval dan muncul sebagai satu luka maupun beberapa luka sekaligus.

2. Terasa Perih saat Makan atau Minum

Rasa perih merupakan salah satu keluhan yang paling umum. Makan atau minum dapat terasa lebih sakit, terutama ketika sariawan terkena makanan pedas, asin, asam, atau terlalu panas.

Pada sebagian orang, sensasi terbakar atau kesemutan bahkan dapat muncul satu hingga dua hari sebelum luka terlihat jelas.

3. Gusi Terasa Sensitif

Sariawan yang berada di sekitar gusi dapat membuat area tersebut terasa lebih sensitif, terutama ketika terkena makanan atau saat menyikat gigi. Karena itu, tetap jaga kebersihan mulut, tetapi lakukan dengan gerakan yang lembut agar tidak semakin mengiritasi area yang sedang terluka.

Baca Juga: Ketahui Bahaya Sering Sariawan, Jangan Anggap Sepele!

Cara Mengatasi Sariawan di Gusi

Sebagian besar sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu. Selama proses tersebut, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi iritasi dan membuat mulut terasa lebih nyaman.

1. Jaga Kebersihan Mulut

Tetap jaga kebersihan gigi dan mulut meskipun sariawan terasa perih. Sikat gigi secara perlahan menggunakan sikat berbulu lembut dan bersihkan sela-sela gigi agar tidak ada sisa makanan yang tertinggal.

Untuk orang sensitif, pilih pasta gigi yang tidak mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) dan hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol.

2. Hindari Makanan yang Memicu Iritasi

Mengutip Mayo Clinic, makanan pedas, asin, asam, atau bertekstur kasar dapat meningkatkan iritasi pada sariawan. Contohnya, kacang-kacangan, nanas, jeruk, dan anggur.

Jika kamu mengetahui makanan tertentu yang sering memicu sariawan, hindari dulu makanan tersebut untuk sementara waktu. Namun, tetap usahakan pola makan yang seimbang dan bergizi lengkap.

3. Perbanyak Minum Air Putih

Mulut yang kering dapat membuat jaringan di dalam mulut terasa semakin tidak nyaman. Karena itu, pastikan kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi dengan minum air putih secara cukup.

Selain membantu menjaga mulut tetap lembap, minum air juga dapat membuat aktivitas makan dan menelan terasa lebih nyaman ketika sariawan sedang terasa perih.

4. Istirahat yang Cukup

Sariawan yang muncul ketika sedang stres atau kelelahan bisa menjadi pengingat untuk memberi tubuh waktu beristirahat. Cobalah mengatur waktu tidur dan luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks.

Mengelola stres juga penting karena ini juga termasuk salah satu faktor yang dapat memicu sariawan.

5. Perhatikan Asupan Nutrisi

Pola makan yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh. Beberapa kekurangan nutrisi, termasuk zat besi, folat, vitamin B12, dan zinc, dapat berkaitan dengan sariawan.

Karena itu, pastikan menu harian mencakup sumber protein, sayuran, biji-bijian, dan makanan bergizi lainnya.

6. Gunakan Produk Pereda Keluhan Sesuai Kebutuhan

Jika sariawan terasa mengganggu, produk pereda keluhan tertentu dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman. Beberapa produk yang tersedia di apotek dapat berupa gel atau obat kumur yang ditujukan untuk meredakan nyeri akibat sariawan.

Ikuti petunjuk penggunaannya dan jika sariawan tidak kunjung sembuh, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau dokter gigi.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Sariawan dengan Cepat

Kapan Sariawan di Gusi Perlu Diperiksakan?

Sebagian besar sariawan dapat sembuh sendiri. Namun, sariawan yang tidak kunjung sembuh atau sering muncul kembali sebaiknya tidak terus-menerus dianggap sebagai sariawan biasa.

Menurut Health Direct, sebaiknya periksakan diri jika:

  • Sariawan bertahan lebih dari dua minggu atau terus berulang.
  • Disertai gejala lain seperti demam, penurunan berat badan, sakit perut, perubahan pada jaringan di dalam mulut, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan.
  • Sariawan sangat besar, sangat nyeri, atau sampai mengganggu aktivitas seperti makan dan minum juga sebaiknya diperiksakan.

Dengan mengetahui penyebab sariawan di gusi, kamu bisa lebih mudah mengenali pemicunya dan mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang mengganggu.

Adem Sari Bisa Menjadi Pilihan saat Tubuh Terasa Kurang Nyaman

Ketika sariawan muncul bersamaan dengan keluhan seperti bibir pecah-pecah atau tenggorokan kering, kamu bisa melengkapi kebutuhan sehari-hari dengan minuman yang praktis. 

Adem Sari Sachet merupakan minuman dalam kategori obat tradisional yang dapat membantu meredakan panas dalam dengan gejala seperti sariawan, bibir pecah-pecah, dan tenggorokan kering.

Adem Sari mengandung ekstrak lemon, citrus, pulosari, kayu manis, dan gypsum fibrosum. Bentuk sachetnya juga praktis dibawa, sehingga mudah disiapkan saat sedang beraktivitas di luar rumah maupun ketika membutuhkan minuman yang menyegarkan di sela kesibukan.

Jadi, saat sariawan membuat makan dan minum terasa kurang nyaman, jangan lupa tetap menjaga asupan cairan, memperhatikan makanan yang dikonsumsi, serta memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.

Related article