sertifikat iso adalah
Januari 28, 2026 Karir

Kenali Sertifikat ISO: Jenis & Penerapannya di Industri FMCG

Industri FMCG termasuk sektor industri yang bergerak cepat dan produknya langsung digunakan oleh jutaan konsumen setiap hari. Di balik produk yang terlihat sederhana, ada proses panjang yang menuntut konsistensi kualitas, keamanan, dan kepatuhan standar.

Di sinilah peran ISO menjadi penting. Memahami sertifikat ISO adalah langkah awal untuk mengenal bagaimana suatu perusahaan dalam menjaga mutu produk, melindungi konsumen, dan membangun kepercayaan pasar secara berkelanjutan.

Lewat artikel ini, kamu akan mendapatkan informasi lengkap terkait sertifikat ISO, mulai dari jenis, fungsi, cara mendapatkan sertifikat, hingga penerapannya di perusahaan. Mari simak!

Apa Itu Sertifikat ISO?

Sertifikat ISO adalah bukti bahwa sebuah perusahaan telah menerapkan sistem manajemen sesuai standar internasional. 

ISO sendiri adalah sebuah badan standar internasional yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Organisasi ini didirikan pada tahun 1947 dengan tujuan mengembangkan, mempromosikan, dan mengoordinasikan standar internasional untuk berbagai industri dan sektor.

Standar yang ditetapkan ISO tidak menilai kualitas produk akhir secara langsung, tetapi menilai bagaimana perusahaan mengelola proses kerja, mutu, keamanan, keselamatan, dan dampak lingkungan secara terstruktur. 

Karena itu, sertifikat ISO sering dijadikan tolok ukur kredibilitas perusahaan, termasuk di industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keamanan produk.

Jenis-Jenis ISO

Setelah memahami pengertian dan tujuan penerapan ISO, kamu juga perlu mengetahui berbagai jenis standar ISO yang saat ini banyak diterapkan di dunia industri. Beberapa di antaranya:

1. ISO 9001

Sertifikat ISO 9001 merupakan standar yang paling umum diterapkan, terutama di sektor manufaktur. Fokus utamanya adalah sistem manajemen mutu.

Standar ini membantu perusahaan dalam menyusun proses kerja yang efisien, mengelola kualitas secara konsisten, dan menemukan solusi yang tepat terhadap masalah mutu dan pengendalian biaya.

Sementara tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing di pasar.

2. ISO/IEC 17025

ISO/IEC 17025 digunakan sebagai acuan bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini menunjukkan bahwa laboratorium memiliki kompetensi teknis dan mampu menghasilkan hasil uji yang andal. 

Sertifikasi ISO/IEC 17025 juga memudahkan kerja sama antar laboratorium tanpa perlu pengujian ulang.

3. ISO 28000

ISO 28000 mengatur sistem manajemen keamanan rantai pasok. Standar ini banyak diterapkan di bidang logistik untuk memastikan keamanan barang selama proses distribusi, sekaligus melindungi aset dan properti perusahaan dari risiko gangguan keamanan.

4. ISO 50001

ISO 50001 berfokus pada sistem manajemen energi. Penerapan standar ini membantu perusahaan mengelola penggunaan energi secara lebih efisien, mengurangi pemborosan, menekan biaya operasional, dan mendukung praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.

5. ISO 14001

Sertifikat ISO 14001 merupakan standar sistem manajmen lingkungan. Sertifikasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengendalikan dampak lingkungan.

Mulai dari pengelolaan limbah, pencegahan pencemaran, hingga mitigasi risiko lingkungan yang mungkin timbul dari aktivitas operasional.

6. ISO 22000

Sertifikat ISO 22000 mengatur sistem manajemen keamanan pangan. Standar ini berlaku untuk seluruh rantai produksi pangan, dari proses pengolahan hingga produk sampai ke konsumen. 

Tujuannya adalah memastikan makanan dan minuman yang dihasilkan aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.

7. ISO 45001

Sertifikat ISO 45001 mengatur sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Standar ini dirancang untuk membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, mengurangi risiko kecelakaan, dan meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja.

8. ISO 37001

ISO 37001 merupakan standar sistem manajemen anti-suap. Penerapannya membantu perusahaan membangun budaya bisnis yang bersih, transparan, dan berintegritas, termasuk dalam hubungan dengan mitra dan pihak ketiga.

Baca juga: Aneka Tugas Supply Chain dalam Industri FMCG, Simak! 

Fungsi Sertifikat ISO

Sertifikat ISO adalah dokumen administrasi perusahaan yang penerapannya memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan dan perkembangan bisnis. Beberapa kegunaan sertifikat ISO antara lain:

Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Sertifikat ISO menunjukkan bahwa produk atau layanan dihasilkan melalui proses yang telah memenuhi standar internasional sehingga pelanggan merasa lebih yakin terhadap kualitasnya.

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Standar ISO membantu perusahaan menyusun prosedur kerja yang lebih rapi dan konsisten, mengurangi kesalahan operasional, dan mendorong produktivitas.

Mempermudah Akses ke Pasar Internasional

Banyak perusahaan global mensyaratkan sertifikasi ISO dalam kerja sama bisnis sehingga perusahaan lebih mudah menembus pasar luar negeri.

Meningkatkan Reputasi dan Daya Saing

Perusahaan yang bersertifikasi ISO dinilai lebih profesional dan kredibel, baik oleh mitra bisnis, investor, maupun konsumen.

Membantu Kepatuhan Terhadap Regulasi

Penerapan ISO umumnya sejalan dengan peraturan pemerintah sehingga perusahaan lebih siap memenuhi kewajiban hukum yang berlaku.

Cara Mendapatkan Sertifikat ISO

Untuk memperoleh sertifikat ISO, perusahaan perlu melalui beberapa tahapan yang terstruktur agar sistem manajemen yang diterapkan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Berikut prosedur untuk memperoleh sertifikat ISO:

1. Menentukan Jenis ISO yang Sesuai dengan Kebutuhan

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memilih standar ISO yang relevan dengan bidang usaha. Misalnya, ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu atau ISO 14001 untuk pengelolaan lingkungan.

2. Menyiapkan Sistem Manajemen Sesuai Standar ISO

Perusahaan perlu menyesuaikan kebijakan, prosedur, dan alur kerja operasional agar memenuhi persyaratan ISO yang dipilih.

3. Melakukan Audit Internal

Audit internal bertujuan untuk menilai kesiapan perusahaan sekaligus mengidentifikasi kekurangan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh auditor eksternal.

4. Mengajukan Sertifikasi ke Lembaga Resmi

Setelah sistem dinilai siap, perusahaan dapat mengajukan permohonan sertifikasi ke badan sertifikasi yang terakreditasi oleh KAN atau lembaga internasional yang diakui.

5. Mengikuti Audit Sertifikasi dan Perbaikan

Selanjutnya, auditor akan melakukan penilaian menyeluruh. Jika ditemukan ketidaksesuaian, perusahaan wajib melakukan perbaikan sampai akhirnya mendapatkan sertifikat ISO.

Baca juga: Tertarik Jadi Legal Officer di FMCG? Ini Tugas dan Skill yang Dibutuhkan! 

Penerapan ISO pada Perusahaan

Penerapan ISO di perusahaan membutuhkan proses yang bertahap dan konsisten. Meski tidak bisa dilakukan secara instan, standar ini memberikan dampak nyata terhadap perbaikan sistem kerja dan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Adapun penerapannya meliputi:

  • Menentukan standar ISO yang paling sesuai dengan kebutuhan dan jenis usaha perusahaan.
  • Bekerja sama dengan konsultan ISO untuk mempermudah proses persiapan dan implementasi.
  • Melakukan analisis terhadap kelemahan atau gap dalam sistem perusahaan yang perlu diperbaiki.
  • Mengoptimalkan kinerja operasional agar sejalan dengan persyaratan standar ISO.
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku, termasuk aspek lingkungan dan keselamatan kerja.
  • Memperbaiki sistem manajemen melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terukur.
  • Membentuk tim khusus yang bertanggung jawab atas implementasi dan pemeliharaan ISO.
  • Mengikuti pelatihan ISO agar seluruh tim memahami standar dan penerapannya.
  • Menerapkan sistem manajemen ISO secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari.
  • Melakukan audit internal yang disertai peninjauan oleh manajemen.
  • Bekerja sama dengan lembaga sertifikasi ISO yang kredibel dan tepercaya.
  • Mengikuti audit sertifikasi sebagai tahap akhir untuk memperoleh sertifikat ISO.

Penerapan ISO di perusahaan FMCG terlihat dari proses kerja yang lebih rapi, terdokumentasi, dan konsisten. Mulai dari pengendalian bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi, semuanya harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Di Indonesia, Enesis Group menjadi salah satu contoh perusahaan FMCG yang menerapkan standar ISO 9001:2008 dan GMP (Good Manufacturing Practice) sebagai bagian dari komitmen terhadap kualitas, keamanan, dan keberlanjutan.

Penerapan ISO di Enesis Group menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga mutu produk, keselamatan kerja, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ini sejalan dengan standar internasional yang diakui secara global.

Bagi kamu yang ingin berkembang bersama perusahaan FMCG yang menjunjung standar internasional dan profesionalisme, kamu bisa mencari tahu peluang karier di Enesis Group melalui halaman karier resmi Enesis

Di Enesis Group, tersedia berbagai kesempatan untuk bertumbuh dalam lingkungan kerja yang terstruktur dan berorientasi pada kualitas. Mari kembangkan karier profesionalmu bersama Enesis!

Baca juga: Ujung Tombak Logistik FMCG: Peran Vital Warehouse Supervisor 

Related article