Dalam dunia kerja, cara mencapai tujuan bisa berbeda-beda. Ada yang berfokus pada hasil akhir, ada juga yang lebih memperhatikan prosesnya, termasuk bagaimana kerja sama tim dibangun selama pekerjaan berlangsung. Dua pendekatan ini dikenal sebagai result-oriented dan process-oriented.
Result-oriented adalah pendekatan yang menilai keberhasilan dari target atau hasil yang dicapai. Sebaliknya, process-oriented menitikberatkan pada alur kerja dan tahapan yang dijalani. Ingin tahu perbedaan keduanya secara lebih jelas? Simak penjelasannya di bawah ini.
Result-oriented adalah cara bekerja yang lebih mengutamakan hasil akhir dibandingkan prosesnya. Individu yang menggunakan pendekatan ini biasanya langsung fokus pada target yang ingin dicapai dan berusaha menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin.
Pola pikir result-oriented cukup membantu saat kamu punya banyak tugas. Dengan tujuan yang jelas, pekerjaan jadi lebih terarah dan tidak mudah tertunda. Fokusnya sederhana, yaitu pekerjaan selesai dan target tercapai.
Misalnya, seseorang yang result-oriented sedang berkebun. Dalam praktiknya, orang tersebut akan memastikan semua tanaman sudah tertanam, tanpa terlalu lama memikirkan detail di setiap langkahnya. Selama tujuan tercapai, cara yang ditempuh sering kali dianggap cukup.
Namun, pendekatan ini tetap perlu keseimbangan. Jika terlalu mengejar hasil, ada risiko mengabaikan aturan atau memilih jalan pintas demi target, sehingga cara kerja menjadi kurang sehat.
Untuk melihat perbedaannya dengan jelas, kamu bisa memperhatikan ciri-ciri dari masing-masing pendekatan. Berikut perbedaan result-oriented dan process-oriented yang dibagi berdasarkan karakteristiknya.
Pendekatan ini biasanya terlihat dari cara seseorang menentukan prioritas kerja dan menilai keberhasilan. Berikut ciri-ciri yang bisa kamu temui pada pendekatan result-oriented.
Dari sisi kelebihan, result-oriented membantu tujuan tercapai lebih cepat. Target yang jelas juga bisa memicu semangat kerja karena ada hasil yang ingin dikejar. Dampaknya, produktivitas dan efisiensi kerja cenderung meningkat.
Namun, ada juga kekurangannya. Jika terlalu berfokus pada hasil, kualitas proses kerja bisa terabaikan. Tekanan untuk mencapai target juga berpotensi menimbulkan stres. Selain itu, pendekatan ini sering kurang memberi ruang untuk pengembangan keterampilan dalam jangka panjang.
Berbeda dengan pendekatan yang berfokus pada hasil, process-oriented menekankan perjalanan kerja itu sendiri. Untuk memahaminya lebih jauh, berikut ciri-ciri yang biasanya melekat pada pendekatan process-oriented.
Dilihat dari kelebihannya, pendekatan process-oriented memberi ruang bagi peningkatan kemampuan secara perlahan. Beban kerja biasanya terasa lebih ringan karena keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil akhir. Lingkungan kerja juga cenderung lebih fleksibel, kreatif, dan mendukung kerja sama antaranggota tim. Meski begitu, ada hal yang perlu diwaspadai.
Karena menitikberatkan pada proses, hasil akhir sering kali membutuhkan waktu lebih lama untuk tercapai. Fokus yang terlalu besar pada detail juga bisa membuat tujuan utama menjadi kurang jelas. Pendekatan ini pun kurang efektif jika diterapkan pada pekerjaan yang menuntut target ketat dengan batas waktu yang singkat.
Baca juga: Contoh Portofolio Fresh Graduate yang Profesional dan Menarik
Baik result-oriented maupun process-oriented sama-sama punya kelebihan. Tidak ada yang benar atau salah, karena semuanya tergantung pada jenis pekerjaan dan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam praktiknya, dunia kerja dan bisnis justru sering membutuhkan perpaduan dari kedua pendekatan ini. Contohnya, pendekatan result-oriented lebih cocok digunakan di bidang penjualan atau sales karena fokus utamanya adalah mencapai target penjualan.
Sementara itu, pada bidang kreatif dan inovasi, process-oriented lebih sesuai karena kualitas kerja, ide, dan pengembangan keterampilan menjadi hal yang paling penting.
Untuk manajemen proyek, kedua pendekatan biasanya dipakai bersamaan. Result-oriented membantu memastikan target dan deadline tercapai, sedangkan process-oriented menjaga agar tim tetap berkembang dan cara kerja berjalan dengan baik.
Itulah penjelasan mengenai result-oriented hingga perbedaannya dengan process-oriented. Result-oriented adalah pendekatan kerja yang menempatkan pencapaian hasil sebagai fokus utama, dengan target dan waktu sebagai tolok ukur keberhasilan.
Sementara itu, process-oriented lebih menekankan cara kerja, kualitas proses, serta pengembangan keterampilan dalam jangka panjang. Kedua pendekatan ini punya peran yang sama penting dan bisa saling melengkapi. Saat kamu paham kapan harus fokus ke hasil dan kapan perlu memberi ruang pada proses, cara kerja jadi lebih fleksibel dan terasa pas dengan kebutuhan pekerjaan.
Jika kamu ingin berkembang dengan pola kerja seperti ini, lingkungan kerja yang tepat tentu berpengaruh besar. Enesis Group bisa jadi pilihan menarik karena perusahaan ini memberi ruang bagi karyawan untuk berpendapat, berinisiatif, dan ikut berkontribusi secara nyata.
Sejak 1988, Enesis Group membangun budaya kerja yang mendorong pencapaian target sekaligus mendukung proses belajar. Fokus pada hasil tetap ada, tetapi proses kolaborasi, pengembangan diri, dan kualitas kerja juga diperhatikan.
Life at Enesis menghadirkan suasana kerja yang nyaman dan suportif. Kamu punya kesempatan untuk mencoba hal baru, berinovasi, dan tumbuh bersama tim yang solid. Lingkungan seperti ini membantu kamu berkembang tanpa tekanan berlebihan, sambil tetap bergerak ke arah tujuan.
Siap melangkah lebih jauh dan mengembangkan potensi diri? Saatnya berkarier dengan lebih healthy & happy bersama Enesis Group!
Baca juga: 15 Tipe Kepemimpinan dan Cara Menentukan yang Paling Cocok untuk Kamu