Di balik kesuksesan banyak startup hingga perusahaan besar, ada satu dokumen penting yang menentukan perjalanan bisnis mereka dengan membuka pintu kepada investor, partner, hingga klien potensial. Dokumen tersebut adalah pitching deck.
Pada dasarnya, pitching deck adalah presentasi singkat yang menarik untuk menjelaskan ide bisnis secara jelas dan meyakinkan. Dokumen ini biasanya berisi gambaran produk, masalah yang diselesaikan, peluang pasar, hingga potensi keuntungan.
Setiap halaman pitching deck dirancang untuk membangun cerita yang kuat dan logis, sehingga audiens dapat memahami nilai unik dari bisnis yang ditawarkan. Karena itulah, memahami pitching deck merupakan langkah penting bagi siapa pun yang ingin mengembangkan bisnis.
Untuk memahami apa itu pitching deck selengkapnya, kamu bisa menyimak artikel berikut ini sampai tuntas.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pitching deck adalah sebuah presentasi singkat yang menjelaskan tentang rencana suatu bisnis. Umumnya, pitching deck ditujukan bagi para investor yang hendak membiayai bisnis tersebut.
Namun, tak jarang juga pitching deck digunakan untuk menawarkan produk kepada klien. Perlu diingat bahwa pitching deck berbeda dengan business plan. Walaupun keduanya bisa digunakan untuk menunjukkan gambaran rencana bisnis kepada investor, pitching deck umumnya memiliki tampilan yang lebih singkat namun tetap informatif.
Selain itu, pitching deck sering kali terdiri dari sekitar 10 halaman presentasi, sedangkan business plan bisa mencapai 50 halaman.
Untuk memberikan gambaran mendetail namun ringkas tentang suatu bisnis, pitching deck template perlu memuat beberapa bagian penting, di antaranya:
Baca juga: Ini Dia Cara Presentasi yang Baik & Menarik, Simak Tipsnya!
Tujuan dibuatnya pitching deck adalah untuk menarik investor agar tertarik dan bersedia untuk mendanai bisnis yang telah direncanakan.
Selain itu, dokumen pitching deck juga bisa digunakan untuk membuka pintu perusahaan agar bisa bekerja sama dengan perusahaan lain atau bahkan menarik calon klien potensial.
Itulah mengapa pitching deck tidak bisa dibuat secara asal-asalan. Penting untuk membuat tampilannya agar terlihat menarik dan informatif supaya investor atau klien mau bekerja sama dengan perusahaanmu.
Setelah memahami elemen-elemen penting dalam pitching deck, langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana semua komponen tersebut disusun secara sederhana dan rapi.
Struktur pitching deck yang tepat akan membantu pesan bisnismu tersampaikan dengan lebih jelas dan mudah dipahami oleh audiens. Untuk membuatnya secara tepat, kamu bisa mengikuti tips-tips berikut ini:
Pertama-tama, kamu bisa memulai presentasi dengan ringkasan bisnis yang dijalankan dalam satu hingga dua kalimat.
Pastikan ringkasannya langsung menggambarkan siapa kamu, apa yang ditawarkan, dan kenapa bisnis ini layak diperhatikan. Bagian awal ini berfungsi untuk memancing rasa ingin tahu audiens.
Selanjutnya, kamu perlu menjelaskan alasan mengapa ide bisnismu relevan dan memiliki peluang yang besar di pasar yang ditargetkan.
Sebab, saat sedang pitching, investor tentu perlu melihat bahwa bisnismu menawarkan solusi yang memang dibutuhkan dan memiliki ruang untuk berkembang.
Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Skill Komunikasi dalam Dunia Kerja
Jangan lupa juga untuk menyertakan demo produk, bisa berupa foto, ilustrasi, atau video singkat agar audiens dapat memahami bisnismu dengan cepat.
Selain itu, visual ini juga bisa membantu investor untuk membayangkan bagaimana solusi tersebut bekerja di dunia nyata.
Isi dari pitching deck juga perlu difokuskan pada aspek-aspek yang paling diperhatikan investor, seperti proyeksi keuangan, analisis kompetitor, strategi pemasaran dan branding, serta kekuatan tim manajemen.
Namun, usahakan untuk tidak memuat terlalu banyak teks karena hal tersebut justru akan membuat pitching deck perusahaanmu terlihat membosankan. Ada baiknya untuk memperdalam poin-poin strategis dari setiap aspek tersebut.
Untuk membuat pitching deck terlihat semakin menarik, kamu juga dapat mengombinasikannya dengan grafik, ikon, atau ilustrasi yang akan membantu menjelaskan data-data kompleks, seperti ukuran pasar atau pertumbuhan bisnis.
Terakhir, kamu perlu membuat slide presentasi tetap ringkas. Dalam hal ini, batasilah jumlah slide agar tidak lebih dari 20 halaman. Penting juga untuk memastikan ukuran teksnya mudah dibaca.
Saat presentasi, jangan lupa untuk menetapkan durasinya agar tidak lebih dari 30 menit. Dengan presentasi yang singkat, jelas, dan struktur, proses pitching akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh audiens.
Agar tidak bingung memulainya dari mana, menggunakan contoh pitching deck template yang simpel bisa menjadi solusi praktis.
Template ini dapat dijadikan panduan awal untuk menyusun slide yang ringkas, fokus, dan tetap menarik, tanpa menghilangkan informasi penting yang dibutuhkan investor atau partner bisnis. Berikut adalah beberapa contohnya:
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pitching deck adalah alat penting untuk menyampaikan ide, strategi, dan potensi bisnis secara ringkas kepada investor maupun klien potensial.
Pemahaman tentang pitching deck ini pada dasarnya bisa melatih cara berpikir strategis, komunikasi yang terarah, serta kemampuan menyusun presentasi yang profesional.
Tak hanya berguna dalam dunia startup, keterampilan ini juga sangat relevan di lingkungan kerja modern yang dinamis dan kolaboratif.
Jika kamu tertarik mengembangkan kemampuan tersebut dalam dunia profesional, memilih perusahaan dengan budaya kerja yang mendukung tentu menjadi langkah penting.
Enesis Group bisa menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin bertumbuh bersama perusahaan yang menghargai ide, inisiatif, dan kontribusi setiap individu.
Dengan pengalaman panjang sejak tahun 1988, Enesis Group terus membangun lingkungan kerja yang mendorong pengembangan diri, dan pembelajaran berkelanjutan, termasuk mengasah kemampuan komunikasi hingga presentasi dalam konteks bisnis yang nyata.
Mari ambil langkah berikutnya untuk lebih healthy dan happy berkarier bersama Enesis Group!
Baca juga: Contoh Profil CV Fresh Graduate, ATS Friendly & Profesional