cara menggunakan linkedin untuk pemula
Januari 7, 2026 Karir

Cara Menggunakan LinkedIn untuk Pemula, Lengkap & Praktis!

LinkedIn bukan sekadar media sosial. Platform ini bisa jadi tempat untuk mencari kerja, membangun reputasi, serta mendapatkan koneksi profesional. Bagi pemula, tampilannya mungkin terasa rumit dan membingungkan. 

Padahal, kalau sudah tahu langkah teknisnya, LinkedIn justru sangat membantu untuk aktivitas profesional.

Artikel ini akan membahas cara menggunakan LinkedIn untuk pemula secara praktis dan bertahap, mulai dari melengkapi profil LinkedIn sampai memaksimalkan personal branding. Yuk simak!

Cara Menggunakan Linkedin untuk Pemula

Bagi pemula, cara menggunakan LinkedIn perlu fokus ke langkah teknis agar profil terlihat rapi, relevan, dan mudah ditemukan rekruter. Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:

1. Buat Akun di LinkedIn

Bagi yang belum punya akun, cara daftar LinkedIn dimulai dengan membuat akun menggunakan email aktif. Setelah itu, kamu bisa langsung masuk ke akun LinkedIn milikmu. 

Selanjutnya, kamu bisa mengubah nama pengguna default dan mengatur tautan profil agar lebih profesional.  Ubah tampilan publik untuk mengatur informasi apa saja yang bisa ditampilkan secara publik.

2. Lengkapi Profil LinkedIn secara Profesional

Setelah berhasil membuat akun, kamu harus melengkapi profil secara menyeluruh. Profil adalah hal pertama yang dilihat rekruter. Pastikan semua bagian terisi dengan rapi dan profesional. 

Beberapa hal yang perlu kamu lengkapi mencakup foto profil yang jelas dan profesional, nama asli, lokasi, pendidikan, hingga pengalaman kerja atau organisasi.

Data ini akan membantu sistem LinkedIn mengenali bidangmu dan memudahkan rekruter menemukan profilmu melalui pencarian. Sebaliknya, profil yang kosong atau setengah jadi biasanya terlihat kurang meyakinkan.

3. Buat Headline yang Menarik

Headline berfungsi sebagai ringkasan singkat tentang dirimu. Dalam cara menggunakan LinkedIn untuk pemula, headline sebaiknya tidak hanya berisi jabatan, tapi juga keahlian atau minat karier. Misalnya:

  • Fresh Graduate Akuntansi | Finance Enthusiast.
  • Content Writer | SEO Article & Copywriting.
  • Admin Media Sosial | Social Media Specialist.

Headline yang jelas dan mengandung kata kunci bidang kerja seperti ini akan membuat profil lebih menonjol dan mudah dipahami dalam hitungan detik.

Baca juga: 10 Tips Membuat CV yang Menjual dan Efektif Dilirik oleh HR 

4. Tuliskan Deskripsi Diri di Bagian “About”

Bagian About yang ada di profil LinkedIn adalah tempat kamu menjelaskan siapa dirimu secara profesional. Saat mempelajari cara menggunakan LinkedIn untuk pemula, isi bagian ini dengan cerita singkat tentang latar belakang, keahlian utama, dan arah karier yang ingin dituju.

Gunakan bahasa yang sederhana, paragraf pendek, dan hindari kalimat bertele-tele agar lebih nyaman dibaca.

5. Beri Tautan Portofolio

Menambahkan portofolio juga bagian penting dari LinkedIn, terutama untuk kamu yang bekerja di bidang kreatif dan teknis. Tautan portofolio bisa berupa Google Drive, website pribadi, atau platform lain yang menampilkan hasil karyamu. 

Tautan ini nantinya akan muncul di profil bagian Contact Info. Dengan begitu, rekruter tidak hanya membaca deskripsi diri, tapi juga bisa melihat bukti kemampuanmu secara langsung.

Selain portofolio, kamu juga bisa menyematkan CV di LinkedIn. Namun, CV perlu diperbarui secara berkala. 

Cara mengganti CV di LinkedIn bisa melalui fitur unggah di bagian Featured atau Experience. Pastikan CV yang ditampilkan selalu versi terbaru dan sesuai dengan posisi yang kamu incar.

6. Tuliskan Keterampilan sesuai Tujuan Karier

Kolom skill membantu memperjelas kompetensi yang kamu miliki. Karena itu, pilih keterampilan yang benar-benar relevan dengan pekerjaan yang kamu incar. 

Skill yang tepat akan meningkatkan peluang profil muncul di hasil pencarian dan memberi gambaran cepat tentang kemampuan profesionalmu.

7. Tambahkan Sertifikasi Pelatihan

Sertifikat menunjukkan bahwa kamu aktif belajar dan mengembangkan diri. Cara menggunakan LinkedIn untuk pemula juga mencakup memahami cara menambahkan sertifikat di LinkedIn melalui menu Licenses & Certifications.

Di sini, kamu bisa melampirkan banyak sertifikat seperti sertifikat dari kursus online, webinar, atau pelatihan singkat yang berkaitan keahlian atau tujuan kariermu agar profilmu lebih menonjol.

Baca juga: 10 Contoh Soft Skill Penting yang Bisa Dimasukkan ke CV 

8. Bangun Koneksi dengan Expert

Membangun koneksi bukan soal jumlah, tapi relevansi. Cara membangun koneksi di LinkedIn bisa dimulai dengan terhubung dengan profesional di bidang yang sama, alumni kampus,a tau praktisi yang kamu kagumi.

Koneksi yang tepat akan membuka peluang untuk belajar, diskusi, dan sharing informasi lowongan kerja.

9. Konsisten Mengunggah Postingan

Tidak hanya fokus mempercantik profil LinkedIn, aktivitas posting juga membantu profil tetap terlihat aktif. Cara menggunakan LinkedIn untuk pemula tidak menuntun konten yang rumit. 

Cukup bagikan pengalaman belajar, insight dari pelatihan, atau refleksi singkat seputar dunia kerja. Konsistensi dalam mengunggah postingan lebih penting daripada frekuensi.

10. Aktif Berinteraksi di LinkedIn

Selain posting, interaksi juga berpengaruh besar untuk perkembangan akun LinkedIn yang kamu miliki. 

Kamu perlu berinteraksi dengan rutin memberi like, komentar, atau membagikan postingan profesional agar visibilitas akunmu meningkat. Interaksi sederhana menunjukkan bahwa kamu terlibat aktif dalam komunitas profesional.

Tips Memaksimalkan Personal Branding di Linkedin

Personal branding yang kuat tidak harus terlihat sempurna. Yang penting jelas dan jujur. Agar LinkedIn benar-benar bermanfaat untuk masa depan kariermu, yuk terapkan tips personal branding berikut:

  • Gunakan foto dan headline yang konsisten dan profesional.
  • Bangun citra sesuai dengan bidang yang diincar.
  • Buat postingan dengan sudut pandang profesional.
  • Tampilkan proses belajar, bukan hanya pencapaian, agar profil lebih autentik.

Demikian pembahasan mengenai cara menggunakan LinkedIn untuk pemula, mulai dari pengaturan profil hingga memanfaatkannya untuk membangun relasi dan peluang karier. 

Dengan memahami langkah-langkah dasarnya, kamu bisa menggunakan LinkedIn secara lebih efektif dan sesuai tujuan profesional.

Selain aktif di LinkedIn, lingkungan kerja yang positif juga berperan besar dalam perkembangan karier. Budaya kerja yang positif membantu karyawan merasa nyaman, termotivasi, dan terus berkembang.

Enesis Group dikenal dengan budaya kerja yang menjunjung profesionalisme, komunikasi yang baik, dan sistem kerja yang tertata. Sejak berdiri pada 1988, Enesis Group berkomitmen menciptakan lingkungan yang suportif agar karyawan dapat bertumbuh secara optimal.

Bagi kamu yang ingin membangun karier di lingkungan yang sehat dan mendukung pengembangan diri, Enesis Group bisa menjadi pilihan tepat. Mari bergabung bersama Enesis Group dan mulai perjalanan kariermu dengan lebih mantap.

Baca juga: Bingung Mau Kerja di Mana? Intip Dulu Career Path di FMCG! 

Related article