Proses melamar kerja sering terasa melelahkan jika hanya mengandalkan kirim lamaran online tanpa kepastian. Di sinilah job fair hadir sebagai solusi yang lebih nyata karena mempertemukan pencari kerja dan perusahaan dalam satu tempat.
Namun, kamu perlu benar-benar paham apa itu job fair dan bagaimana cara mengikutinya dengan tepat agar peluang mendapatkan pekerjaan makin besar. Yuk, cari tahu selengkapnya dalam artikel ini!
Job fair adalah event rekrutmen yang mempertemukan banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja dengan pencari kerja dalam satu waktu dan lokasi.
Di acara ini, perusahaan membuka booth untuk memperkenalkan profil, budaya kerja, dan lowongan yang sedang tersedia. Sementara itu, pencari kerja bisa langsung menyerahkan CV, bertanya soal posisi kerja, hingga mengikuti seleksi awal.
Job fair bisa diadakan dengan dua cara, baik secara offline maupun online. Tujuannya sama, yaitu mempermudah proses rekrutmen dan mempercepat pertemuan antara kandidat dan perusahaan yang sesuai.
Lantas, apakah job fair langsung kerja? Jawabannya, belum tentu. Sebagian perusahaan memang bisa langsung mengundang kandidat ke tahap interview lanjutan atau tes berikutnya. Namun, ada juga yang hanya mengumpulkan CV untuk diseleksi lebih lanjut.
Baca juga: Cara Menggunakan LinkedIn untuk Pemula, Lengkap & Praktis!
Job fair dapat dibedakan berdasarkan penyelenggara, target peserta, dan fokus industrinya. Dengan mengenali apa itu job fair dan jenisnya, pencari kerja bisa memilih acara yang paling sesuai dengan latar belakang dan tujuan karier. Jenis-jenis job fair meliputi:
Job fair ini biasanya diselenggarakan oleh perguruan tinggi sebagai jembatan antara mahasiswa, lulusan baru, dan dunia kerja. Perusahaan yang hadir umumnya membuka lowongan entry level, program trainee, atau magang dengan kualifikasi pendidikan tertentu.
Contoh job fair kampus antara lain Airlangga Career Fair, UI CISE, atau UGM Integrated Career Days. jenis job fair ini cocok untuk fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan pertama.
Job fair umum terbuka untuk siapa saja, baik pencari kerja pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Perusahaan yang ikut berasal dari berbagai industri dan menawarkan berbagai posisi, mulai dari level awal hingga manajerial. Melalui job fair ini, pelamar bisa menemukan banyak pilihan karier dalam satu acara.
Job fair jenis ini hanya berfokus pada satu sektor tertentu, seperti teknologi, kesehatan, keuangan, manufaktur, atau transportasi. Perusahaan yang hadir biasanya mencari kandidat dengan keahlian dan pengalaman yang relevan di bidang tersebut.
Jika kamu sudah punya minat atau skill khusus di satu industri, job fair ini bisa memberi peluang yang lebih tepat sasaran.
Job fair virtual diselenggarakan secara online melalui platform digital. Peserta dapat mengirim CV, berinteraksi dengan recruiter, hingga mengikuti sesi wawancara tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Jenis ini lebih praktis dibandingkan job fair lainnya, terutama bagi pencari kerja yang memiliki keterbatasan waktu atau tinggal jauh dari pusat kota.
Job fair pemerintah biasanya diadakan oleh instansi negara atau lembaga terkait ketenagakerjaan.
Fokusnya adalah membantu masyarakat untuk mendapatkan akses ke pekerjaan di sektor publik, BUMN, atau program kerja yang berkaitan dengan layanan masyarakat. Acara ini sering menjadi sarana pemerataan informasi lowongan kerja secara luas.
Mengikuti job fair bisa memberikan banyak keuntungan dibanding lamaran online biasa karena CV kamu bisa langsung masuk ke tangan recruiter. Berikut beberapa manfaat lainnya:
Baca juga: 10 Rumus Excel Lengkap untuk Tingkatkan Produktivitas Kerja
Setelah memahami apa itu job fair dan manfaatnya, langkah berikutnya adalah menyiapkan strategi agar kehadiranmu benar-benar memberikan hasil yang baik.
Job fair bukan sekadar datang dan meneyrahkan CV, tetapi juga bagaimana cara kamu membangun kesan dan komunikasi dengan perekrut. Berikut ini tips melamar kerja di job fair yang bisa kamu terapkan:
Pertama, siapkan CV dan surat lamaran kerja yang jelas dan mudah dibaca. Kamu bisa menyesuaikan dengan contoh CV untuk job fair yang ada di internet. Mempelajari contoh surat lamaran kerja job fair juga penting untuk menunjukkan keseriusan dan tujuan kamu melamar.
Kemudian, bawa CV terbaru dan surat lamaran yang sudah disesuaikan dengan posisi yang kamu incar. Siapkan juga beberapa salinan agar bisa diberikan ke lebih dari satu perusahaan.
Jika perlu, lengkapi CV dengan dokumen pendukung lainnya seperti portofolio, sertifikat, atau transkrip nilai untuk memperkuat profilmu.
Meski suasana job fair cenderung santai, penampilan tetap menjadi poin penting. Gunakan pakaian yang bersih, sopan, dan nyaman. Kesan pertama sering kali menentukan apakah perekrut tertarik melanjutkan proses rekrutmen.
Cari tahu daftar perusahaan peserta sebelum datang ke lokasi job fair. Dengan begitu, kamu bisa langsung menuju booth yang sesuai dan menyiapkan pertanyaan yang relevan berdasarkan kebutuhan perusahaan tersebut.
Latih perkenalan diri singkat sekitar 30 detik hingga satu menit. Jelaskan siapa kamu, latar belakang pendidikan atau pengalaman, serta posisi yang kamu tuju. Penyampaian yang jelas dan ringkas akan lebih mudah diingat oleh perekrut.
Jangan terpaku pada satu booth saja. Luangkan waktu untuk berbincang dengan beberapa perekrut dari perusahaan berbeda. Semakin luas koneksi yang kamu bangun, semakin besar pula peluang karier yang terbuka.
Saat berdiskusi dengan perekrut, jangan ragu untuk menanyakan tahapan seleksi berikutnya. Ini menunjukkan ketertarikanmu sekaligus membantu kamu mempersiapkan diri jika ada tes atau wawancara lanjutan.
Sikap ramah, senyum, dan kontak mata akan memberi kesan profesional. Rasa gugup itu wajar, tetapi tetap usahakan berbicara dengan tenang dan percaya diri agar perekrut merasa nyaman berinteraksi dengan kamu.
Setelah job fair selesai, tidak ada salahnya untuk mengirim pesan atau email singkat untuk mengucapkan terima kasih kepada perekrut. Sertakan kembali minatmu pada posisi yang dilamar agar perekrut mengingat percakapan kalian.
Beberapa perusahaan bisa langsung mengadakan wawancara di lokasi job fair. Karena itu, persiapkan jawaban untuk pertanyaan umum, seperti alasan melamar, kelebihan yang kamu miliki, dan kontribusi yang bisa kamu berikan kepada perusahaan.
Demikian penjelasan mengenai apa itu job fair, jenis-jenisnya, serta tips melamar kerja agar peluang diterima semakin besar. Dengan persiapan yang matang, job fair bisa menjadi langkah awal menuju karier yang kamu inginkan.
Enesis Group termasuk salah satu perusahaan yang aktif menjaring talenta melalui berbagai event job fair, bahkan hingga tingkat internasional.
Enesis Group tercatat pernah mengikuti NUS Career Fest 2025 di Singapura dengan menawarkan peluang karier sekaligus menghadirkan aktivitas menarik bagi para peserta.
Ini menunjukkan komitmen Enesis Group dalam membuka kesempatan kerja yang luas dan menjangkau talenta dari berbagai latar belakang.
Jika kamu tertarik untuk bergabung dan ingin tahu lebih banyak tentang peluang yang tersedia, kunjungi media sosial Life at Enesis untuk melihat informasi lowongan terbaru dan proses rekrutmen yang sedang dibuka.
Saatnya melangkah dan mulai perjalanan kariermu bersama Enesis Group yang terbukti kiprahnya di industri FMCG sejak tahun 1988!
Baca juga: 10 Tips Membuat CV yang Menjual dan Efektif Dilirik oleh HR