penyebab betis pegal di malam hari
Desember 31, 2025 Artikel

8 Penyebab Betis Pegal di Malam Hari & Cara Mengatasinya

Reviewed by: dr. Anggi Medita

Rasa pegal di kaki dan betis di malam hari sering muncul tiba-tiba dan mengganggu waktu istirahat. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa menandakan adanya masalah pada otot, aliran darah, atau kebiasaan harian yang tidak disadari.

Jika terus berulang, rasa pegal ini bisa menurunkan kualitas tidur dan membuat tubuh terasa lelah keesokan paginya. Oleh karena itu, memahami penyebab betis pegal di malam hari bisa menjadi langkah awal untuk mencegah keluhan ini datang kembali.

Simak artikel ini untuk mencari tahu apa saja penyebab betis terasa pegal terutama saat malam hari beserta cara efektif untuk mengatasinya.

Penyebab Betis Pegal di Malam Hari

Betis ditopang oleh otot soleus dan gastrocnemius yang terhubung ke tendon achilles. Ketika otot, saraf, atau pembuluh darah di area ini mengalami gangguan, rasa pegal bisa muncul dan semakin terasa saat tubuh mulai beristirahat. 

Nah, beberapa kondisi di bawah ini sering menjadi pemicu rasa pegal di malam hari.

1. Kram Otot

Kram muncul ketika otot berkontraksi mendadak dan sulit kembali rileks. Kondisi ini sering terjadi setelah aktivitas berat, penumpukan asam laktat, kurang pemanasan, atau kekurangan mineral seperti magnesium, kalsium, dan kalium.

Pada beberapa kasus, kram otot juga dipicu oleh kondisi medis tertentu seperti diabetes, gagal ginjal, hipotiroid, atau penyakit arteri perifer.

2. Achilles Tendinitis

Peradangan pada tendon achilles membuat betis terasa tegang dan berat, terutama setelah melakukan aktivitas fisik. 

Pemicunya bisa karena iritasi berulang atau bone spur yang menekan jaringan di sekitar tumit. Sementara gejalanya berupa pembengkakan, nyeri, dan gerak kaki yang terasa terbatas.

3. Klaudikasio Neurogenik

Tekanan pada saraf tulang belakang dapat menjalar ke area betis sehingga menjadi penyebab betis pegal di malam hari. 

Rasa nyeri biasanya muncul saat berdiri atau berjalan terlalu lama. Kondisi ini juga sering terjadi akibat penyempitan ruang pada tulang belakang.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Badan Pegal-Pegal agar Siap Beraktivitas Lagi 

4. Sindrom Kompartemen

Pada kondisi ini, tekanan dalam ruang otot meningkat dan menekan saraf serta pembuluh darah. Rasa sakitnya cukup kuat dan bisa berlangsung lama. Adapun sindrom kompartemen biasanya terjadi setelah cedera berat atau latihan intens yang berulang.

5. Deep Vein Thrombosis (DVT)

Penyebab betis pegal di malam hari juga bisa karena gangguan trombosis vena dalam (Deep Vein Thrombosis). DVT muncul ketika bekuan darah terbentuk di vena dalam. Betis akan terasa pegal, bengkak, dan hangat.

Kondisi ini tergolong serius dan membutuhkan pemeriksaan medis segera untuk mencegah komplikasi berbahaya.

6. Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit arteri perifer (Peripheral Artery Disease) dapat terjadi ketika arteri yang membawa darah ke kaki menyempit. Betis terasa pegal saat mau tidur atau nyeri karena aliran darah tidak lancar. Keluhan ini biasanya memburuk saat malam hari atau setelah berjalan.

7. Asam Urat

Kadar asam urat yang tinggi dapat memicu peradangan di sendi sekitar kaki. Selain muncul rasa nyeri yang tajam, area betis bisa terasa berat atau pegal saat malam. Serangannya juga dapat bertahan hingga beberapa hari jika tidak segera ditangani dengan benar.

8. Dehidrasi

Terlepas dari kondisi medis penyebab betis pegal di malam hari, kurang cairan membuat elektrolit tubuh menurun dan otot menegang. Otot yang tegang bisa memicu kram atau pegal di betis. Kondisi ini sering muncul tanpa disadari, terutama setelah beraktivitas seharian.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Pegal di Leher dan Pundak Bahu, Ampuh! 

Cara Mengatasi Betis Pegal di Malam Hari

Keluhan betis pegal yang sifatnya ringan sebenarnya bisa membaik sendiri. Namun, beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu tubuh pulih lebih cepat dan mencegah rasa sakit muncul kembali.

1. Pijat secara Perlahan

Pijatan lembut bisa membantu merilekskan otot tegang dan membuat aliran darah berjalan lebih baik. Hindari tekanan kuat saat memijat karena bisa membuat betis terasa semakin nyeri. 

Jika keluhan menetap atau nyerinya berat, kamu perlu memeriksakan ke dokter agar penyebabnya lebih jelas dan bisa menentukan penanganan yang tepat.

2. Lakukan Peregangan

Cara mengatasi betis pegal di malam hari juga bisa dengan melakukan peregangan. Peregangan ringan akan membuat otot betis lebih tenang dan fleksibel.

Coba lakukan gerakan sederhana seperti menarik ujung kaki ke arah tubuh sambil meluruskan lutut. Ini akan membantu mengurangi tegang dan mencegah kram kambuh di malam hari.

3. Gunakan Kinesio Tape

Penggunaan Kinesio Tape (KT) bisa memberi dukungan ekstra pada otot yang sedang kelelahan. 

Riset dalam Journal of Clinical Medicine (2022) menunjukkan bahwa penggunaan Kinesio Tape dapat menurunkan rasa pegal pada betis setelah aktivitas intens dan membantu tubuh bertahan lebih lama sebelum muncul lelah. 

Dengan begitu, cara ini cocok digunakan setelah olahraga atau saat betis terasa berat menjelang tidur.

4. Gunakan Metode RICE

Metode RICE bisa menjadi pertolongan cepat ketika betis terasa sakit karena cedera ringan. Cara melakukannya melalui tahapan ini:

  • Rest: Beri waktu istirahat 24–48 jam. Letakkan betis di atas bantal agar posisinya sedikit lebih tinggi dari dada.
  • Ice: Kompres dingin selama 20 menit dengan kain lembut untuk menurunkan bengkak dan nyeri.
  • Compress: Balut dengan tekanan ringan untuk menjaga stabilitas otot.
  • Elevate: Tinggikan kaki saat duduk atau berbaring agar sirkulasi tetap lancar.

Metode ini memang mengharuskan kamu untuk beristirahat, tetapi jangan membuat kaki diam sepanjang hari. Tetap gerakkan lutut dan tumit secara perlahan selama beberapa detik setiap jam agar peredaran darah tetap lancar.

Demikian ulasan tentang penyebab dan cara meredakan betis pegal di malam hari. Keluhan ini memang bisa terasa mengganggu, terutama saat tubuh seharusnya beristirahat setelah seharian beraktivitas. Dengan penanganan yang tepat, otot dapat lebih rileks sehingga kualitas tidur pun tetap terjaga.

Agar proses relaksasi terasa lebih nyaman dan praktis sebelum tidur, kamu juga bisa memanfaatkan bantuan aromaterapi. Salah satunya dengan menggunakan Plossa Press & Soothe Aromatics dari Enesis Group sebagai pendamping relaksasi di malam hari.

Plossa mengandung minyak aromatherapy dengan eucalyptus dan menthol yang dapat memberikan sensasi hangat, pijatan lembut, aroma menenangkan, serta roll on dalam satu kemasan praktis.

Yuk, gunakan Plossa sebelum tidur untuk membantu betis terasa lebih ringan dan tubuh lebih siap beristirahat dengan rileks.

Baca juga: 7 Tanaman Herbal untuk Nyeri Otot dan Sendi di Sekitar Kita 

Related article