marathon 2026
Januari 30, 2026 Artikel

Jadwal Event Marathon 2026 di Indonesia, Ini Tips Persiapannya!

Pernahkah kamu terpikir untuk lari maraton jarak jauh bersama ribuan orang sambil keliling kota atau menikmati pemandangan alam di Indonesia? Untuk itu, kamu bisa mengikuti jadwal marathon 2026 di Indonesia yang akan dilaksanakan di berbagai daerah!

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat, acara fun run 2026 di Indonesia pun semakin bervariasi, mulai dari city run di kota besar hingga lomba lari dengan latar pemandangan desa yang indah.

Siapa pun bisa mengikuti acara ini, baik pelari pemula maupun profesional. Sebab, pilihan ajangnya juga beragam yang bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Mau tahu jadwal event marathon 2026 selengkapnya? Baca terus artikel berikut ini sampai tuntas ya!

Jadwal Event Marathon 2026 di Indonesia

Buat kamu yang hobi lari atau sekadar ingin merasakan serunya ikut fun run, tahun 2026 ini mungkin akan menjadi momen yang pas.

Beragam event lari dengan jarak dan tingkat kesulitan berbeda siap digelar di berbagai kota di Indonesia, dari jarak pendek 5K untuk pemula sampai ultra marathon yang menantang.

Nah, supaya tidak salah pilih dan bisa mengatur jadwalnya dari sekarang, berikut daftar event marathon 2026 di Indonesia yang bisa kamu catat:

Tanggal Nama Acara Pilihan Kategori Lokasi
4 Januari OXY Fun Run 2026 3K, 5K Tenis Indoor, Jombang, Jawa Timur
5 Januari Fun Run Halah UKM GEMALAWA 6K Gedung Pramuka, Jl. Mlaten 1, Pekalongan, Jawa Tengah
10 Januari Lintas Sentul Trail Run 10K, 21K, 36K Camp de Katarina, Bogor, Jawa Barat
11 Januari Minions Run 5K Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan
11 Januari RSDK Berlari 5K, 10K RS Dadi Keluarga, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah
17 Januari Lelono by Mantra 1K, 7K, 16K, 30K, 55K Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Jawa Timur
18 Januari SPINDO Run 3K, 5K Grand City Convex, Kota Surabaya, Jawa Timur
8 Februari Kiky Run 2,5K, 5K, 10K, 21K Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah
8 Februari Renewable Energy Run 2,5K, 5K, 10K Scientia Square Park, Tangerang, Banten
14 Februari Coast to Coast Night Trail Ultra 7K, 15K, 30K, 80K, 100K Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta
29 Maret Multikultural Run 5K Balai Kota, Semarang, Jawa Tengah
10 April The Wujil Semarang Mountain Race 7K, 15K, 27K, 50K, 82K The Wujil Resort & Conventions, Semarang, Jawa Tengah
1 Mei Rinjani 100 Ultra 12K, 27K, 36K, 60K, 100K, 162K Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB
10 Mei QRIS UNSIL Tasik Half Marathon 2026 7K, 10K, 21K Kampus 2 Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat
12 Juni Trail of the Kings by UTMB 5K, 10K, 28K, 60K, 100K Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara
14 Juni  BTN Jakarta International Marathon 21K, 42K Monumen Nasional, Jakarta Pusat
11 Juli Pocari Sweat Run 4,3K, 10K, 21K, 42K TBA, Lombok Tengah, NTB
23 Agustus Maybank Marathon 10K, 21K, 42K Bali United Training Center, Gianyar, Bali
20 September Garmin Run Asia Series 5K, 10K, 21K TBA, Tangerang, Banten
7 November BTS 100 Ultra 8K, 18K, 35K, 70K, 100K, 170K Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur
4 Desember Gede Pangrango 100 Ultra 7K, 15K, 25K, 50K, 100K, 150K Taman Nasional Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat

Baca juga: 10+ Cara Agar Kuat Lari untuk Pemula, Anti Ngos-ngosan!

Tips Persiapan Lari Maraton

Perlu dipahami bahwa lari maraton bukanlah olahraga yang bisa dilakukan tanpa adanya persiapan sama sekali.

Sebab, tanpa persiapan, kamu justru berisiko mengalami cedera fisik, alih-alih mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Maka dari itu, sangat penting untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum melakukan latihan fisik ini. Bagi pemula, beberapa langkah persiapan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Melakukan Medical Check Up

Sebelum mulai latihan maraton, sebaiknya pastikan terlebih dahulu kondisi tubuhmu benar-benar siap untuk melakukan olahraga ini dengan menjalani medical check up.

Salah satunya jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan tulang dan sendi, terutama di area lutut yang paling sering terkena beban saat berlari.

Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat melihat kondisi tulang rawan, ligamen, hingga tanda-tanda osteoartritis yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan performa seseorang saat lari jarak jauh.

Selain itu, konsultasikan juga dengan dokter olahraga atau rehabilitasi guna menentukan pola latihan yang aman serta sesuai dengan kemampuan fisikmu.

2. Latihan Fisik Bertahap

Persiapan maraton akan terasa jauh lebih ringan kalau kamu punya jadwal latihan yang jelas sejak awal.

Idealnya, rencana ini mulai disusun sekitar empat sampai lima bulan sebelum hari lomba, dengan kombinasi lari jarak pendek di hari biasa dan lari jarak jauh yang dilakukan dengan santai saat akhir pekan.

Bagi pelari pemula, jarak awal saat long run bisa dimulai dari kisaran 5-8 km. Sementara itu, itu, pelari yang sudah terbiasa dapat langsung menargetkan jarak lebih jauh, sekitar 9-12 km, lalu diselingi dengan latihan kecepatan untuk meningkatkan stamina dan tempo.

Selain lari, jangan lupa juga untuk melakukan latihan pendukung, seperti penguatan otot inti dan latihan keseimbangan. 

Latihan ini berperan besar dalam menjaga stabilitas tubuh, membantu postur tetap efisien, dan mengurangi risiko cedera selama masa persiapan.

Baca juga: 10 Gerakan Pemanasan Sebelum Lari untuk Bantu Mencegah Cedera

3. Memperhatikan Asupan Makanan

Selain latihan, asupan makanan juga memiliki peran besar dalam menunjang performa lari. Pastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup supaya energi tetap terjaga.

Saat mulai latihan lari dengan jarak di atas 10 km, kamu bisa mengonsumsi energy bars untuk mendapatkan energi tambahan.

Setelah selesai berlari, perhatikan juga menu makanan untuk pemulihan. Mengonsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, kentang, dan jagung dapat membantu mengisi kembali cadangan energi tubuh agar siap menghadapi sesi latihan berikutnya.

4. Memilih Sepatu yang Sesuai

Jangan lupa juga untuk memilih sepatu lari yang nyaman dan sesuai dengan bentuk kaki dan pola jalan kamu.

Misalnya, jika kamu memiliki bentuk telapak kaki low arch, pilihlah sepatu lari jenis high-stability atau motion control. Bagi pemilik telapak kaki medium arch, maka bisa memilih sepatu jenis stability

Lalu, kamu yang memiliki telapak kaki high arch bisa menggunakan sepatu lari jenis neutral-stability.

Selain itu, jika pelari memiliki bobot tubuh yang cukup besar, disarankan untuk menggunakan bantalan ekstra guna mengurangi beban berlebih pada tulang dan sendi.

5. Istirahat yang Cukup

Dalam persiapan lari maraton, waktu istirahat sama pentingnya dengan jadwal latihan fisik. Sebab, jika kurang istirahat, tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukan maraton yang tergolong sebagai aktivitas fisik berat. Hal ini justru bisa meningkatkan risiko cedera.

Karena itu, usahakan untuk menyisihkan waktu setidaknya satu hari tanpa latihan setiap minggu agar otot dan tubuh memiliki kesempatan untuk pulih. Bagi orang dewasa, dianjurkan juga untuk tidur sekitar 7-9 jam setiap malamnya.

Mengikuti event lari maraton 2026 tentu jadi tantangan yang membutuhkan persiapan matang. Bukan cuma soal jarak dan kecepatan, pelari maraton juga perlu memperhatikan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Saat intensitas latihan meningkat, menjaga tubuh tetap fit dan tidak mudah tumbang menjadi salah satu kunci agar persiapan sampai hari lomba bisa berjalan dengan maksimal.

Dalam hal ini, Amunizer dari Enesis Group bisa menjadi pilihan minuman herbal untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama menjalani olahraga intensitas tinggi.

Dengan kandungan vitamin C yang tinggi, zinc, serta bahan herbal yang lengkap, Amunizer berperan mendukung sistem imun sekaligus membantu proses pemulihan tubuh setelah aktivitas berat.

Jadi, jangan lupa untuk jaga kondisi tubuhmu dengan mengonsumsi healthy product for healthy sebelum melakukan latihan fisik, ya!

Baca juga: 6 Gerakan Pendinginan setelah Lari dan Manfaatnya, Yuk Simak!

Related article