ide belajar sambil bermain
Desember 16, 2025 Artikel

5 Ide Belajar Sambil Bermain agar Anak Tidak Cepat Bosan

Belajar sambil bermain adalah metode yang menggabungkan permainan dengan kegiatan belajar. Cara ini dibuat agar anak bisa belajar dalam suasana yang menyenangkan, tanpa merasa terbebani.

Lewat aktivitas bermain, anak bisa memahami materi dengan lebih mudah, sekaligus melatih fokus, kemampuan berpikir, cara bergaul, dan pengelolaan emosi. Mau tahu apa saja ide belajar sambil bermain? Simak artikel ini sampai selesai.

Kenapa Belajar Sambil Bermain Efektif untuk Anak

Metode belajar sambil bermain efektif karena permainan membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.

Saat suasana santai, siswa lebih tertarik untuk ikut serta dan tidak merasa belajar sebagai hal yang membosankan. Mereka jadi lebih mudah menerima informasi dan siap memahami materi.

Lewat permainan, siswa terlibat langsung dengan pelajaran. Mereka bisa memecahkan teka-teki, bermain peran, atau mengikuti simulasi yang membantu memperkuat pemahaman. 

Aktivitas seperti ini juga melatih kreativitas anak dan cara berpikir  logis karena siswa harus mencari solusi dan membuat keputusan selama bermain.

Belajar sambil bermain juga membuat materi lebih mudah dipahami karena dihubungkan dengan situasi nyata. 

Misalnya, konsep matematika dijelaskan lewat kartu atau benda kecil, sementara bahasa Inggris dipelajari lewat permainan peran. Dengan cara ini, siswa bisa memahami dan menerapkan materi dengan lebih cepat.

Penerapan metode ini dapat dilakukan melalui berbagai permainan edukatif yang memang dibuat khusus untuk mendukung proses belajar.

Ide Belajar Sambil Bermain

Untuk menerapkan metode belajar sambil bermain, ada berbagai aktivitas yang bisa dipilih agar proses belajar terasa lebih menarik bagi anak. Berikut beberapa ide belajar sambil bermain yang bisa dicoba:

1. Permainan Peran atau Role Play

Banyak anak suka bermain sambil berpura-pura menjadi dokter, guru, atau polisi. Kebiasaan ini sebenarnya bisa dipakai sebagai cara belajar.

Guru atau orang tua hanya perlu memberi situasi tertentu, lalu meminta anak memainkan peran sesuai pelajaran yang sedang dibahas.

Contohnya, saat belajar sejarah, anak bisa diminta berpura-pura menjadi seorang pahlawan yang menceritakan perjuangannya.

Cara tersebut membuat proses belajar lebih hidup, membantu anak lebih percaya diri, dan mengasah kemampuan berpikir serta imajinasinya.

Baca juga: 10 Permainan Anak Tradisional, Bantu Tumbuh Kembang si Kecil!

2. Eksperimen Sains Sederhana

Kegiatan belajar sambil bermain juga bisa dilakukan lewat eksperimen sains sederhana. Cara ini cocok untuk siswa yang biasanya merasa pelajaran sains membosankan, karena eksperimen membuat mereka lebih tertarik dan ingin mencoba.

Melalui eksperimen, siswa bisa melihat langsung bagaimana sebuah proses ilmiah terjadi, bukan hanya membacanya di buku. Beberapa percobaan yang bisa dilakukan adalah:

  • Membuat efek letusan gunung dari campuran baking soda dan cuka
  • Mengamati bagaimana air bergerak melalui tisu yang diberi pewarna
  • Membuat pelangi kecil dengan larutan gula yang berbeda tingkat kepekatannya

3. Board Game yang Edukatif

Kegiatan belajar sambil bermain juga dapat dilakukan lewat board game atau permainan papan yang memiliki unsur edukasi. Ada banyak pilihan yang bisa digunakan. Scrabble, misalnya, membantu siswa mengenal dan menyusun kosakata. 

Ada juga permainan tentang peta Indonesia yang membuat mereka lebih cepat mengingat letak daerah. Bahkan ular tangga bisa dimodifikasi dengan menambahkan soal sesuai pelajaran.

Mengaplikasikan permainan dalam proses belajar dapat membantu siswa melatih strategi, berpikir kritis, dan menikmati prosesnya tanpa merasa terbebani.

4. Kuis Interaktif Berbasis Game

Guru atau orang tua bisa memakai teknologi untuk membuat belajar terasa seperti bermain, misalnya lewat kuis interaktif seperti Kahoot atau Quizizz yang bisa dibuka dari HP atau laptop.

Kuis dengan skor dan papan peringkat biasanya membuat siswa lebih bersemangat, karena mereka ingin menjawab dengan benar dan meraih posisi terbaik. Dengan begitu, proses belajar terasa lebih seru dan menarik.

Baca juga: 10 Cara Mengetahui Bakat Anak dan Tips Mengembangkannya!

5. Treasure Hunt atau Berburu Harta Karun

Untuk anak yang suka bergerak, permainan berburu harta karun bisa menjadi pilihan belajar sambil bermain yang menyenangkan. Aktivitas ini bisa dirancang agar tetap punya nilai edukatif.

Guru atau orang tua hanya perlu menyiapkan beberapa petunjuk dan menaruhnya di tempat berbeda. 

Anak kemudian mengikuti jejak petunjuk tersebut, menyelesaikan teka-teki, lalu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pelajaran. Dengan cara ini, proses belajar terasa lebih hidup dan membuat anak tetap aktif.

Itulah beberapa ide belajar sambil bermain hingga alasan mengapa pendekatan ini efektif untuk anak. Cara belajar seperti ini membuat proses memahami materi terasa lebih ringan, karena anak terlibat langsung dalam aktivitas yang mereka sukai. 

Banyak kegiatan belajar sambil bermain juga berlangsung di luar ruangan, sehingga anak bisa bergerak bebas, bereksplorasi, dan belajar melalui pengalaman langsung.

Namun, aktivitas di luar ruangan membuat anak lebih rentan terhadap gigitan nyamuk. Saat mereka berlari, mencari petunjuk, atau melakukan permainan kelompok, mereka sering tidak menyadari jika nyamuk berada di sekitar. 

Gigitan nyamuk bisa membuat kulit gatal, mengganggu konsentrasi, bahkan membuat anak kurang nyaman saat belajar.

Untuk menjaga kenyamanan anak selama beraktivitas, guru maupun orang tua bisa memberikan perlindungan tambahan dengan Soffell. Produk ini tersedia dalam bentuk lotion dan spray, mudah dibawa, dan nyaman digunakan. 

Teksturnya tidak membuat kulit kering atau lengket, ditambah aroma lembut yang disukai banyak anak. Soffell cocok dipakai sebelum kegiatan luar ruangan, bermain di halaman, hingga aktivitas santai di rumah.

Soffell juga memberikan perlindungan hingga 8 jam dengan dua lapis perlindungan sekaligus, yaitu mencegah nyamuk mendekat melalui formula lembut, dan menjaga tubuh dari gigitan berkat rasa yang tidak disukai nyamuk. 

Kandungan pelembapnya membantu kulit tetap lembut dan tidak panas meski digunakan sepanjang hari.

Dengan perlindungan ini, anak bisa belajar sambil bermain dengan lebih nyaman dan tetap fokus tanpa terganggu gigitan nyamuk.

Jadi, pastikan anak bisa belajar dengan seru dan aman di mana pun mereka berada. Untuk itu, percayakan perlindungan terhadap nyamuk pada Soffell!

Baca juga: 10 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani dan Percaya Diri

Related article