Munculnya bercak merah pada mata atau titik merah di mata sering membuat orang panik, apalagi jika munculnya tiba-tiba. Banyak orang langsung bertanya, kenapa mata ada bercak merah, apakah berbahaya, dan bagaimana cara mengobati bercak merah pada mata.
Sebenarnya, sebagian besar kasus tergolong ringan dan bisa hilang sendiri. Namun, ada juga kondisi medis yang perlu penanganan khusus. Karena itu, penting untuk mengenali penyebab mata merah sejak awal sebagai antisipasi.
Mari simak penjelasan lebih detail terkait penyebab hingga solusinya dalam artikel ini!
Bercak merah di mata bisa disebabkan oleh iritasi ringan, infeksi, hingga gangguan mata yang serius. Sebelum mempelajari cara mengobati bercak merah pada mata, pahami dulu beberapa penyebab yang paling sering terjadi berikut ini:
Tekanan mendadak saat bersin, batuk keras, muntah, atau mengejan dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di mata pecah. Kondisi ini tampak seperti bercak merah terang di bagian putih mata dan sering disebut perdarahan subkonjungtiva.
Meski terlihat mengkhawatir, kondisi biasanya tidak sakit dan akan hilang sendiri dalam beberapa hari hingga dua minggu.
dr. Shabrina Ghassani Roza menambahkan, “Perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya, tidak nyeri dan dapat sembuh dengan sendirinya. Perlu diperiksakan lebih lanjut ke dokter jika hal ini sering terjadi (kambuh-kambuhan) disertai nyeri atau penurunan daya penglihatan.”
Benturan, goresan, atau kemasukan benda asing dapat memicu iritasi dan bercak merah pada mata. Cedera ringan sering kali terjadi saat olahraga, bekerja di lingkungan berdebu, atau akibat mengucek mata terlalu keras.
Jika kamu berada di kondisi seperti ini, sebaiknya gunakan pelindung mata untuk membantu mencegah risiko cedera yang lebih buruk.
Kosmetik mata yang tidak higienis atau lensa kontak yang tidak sesuai dapat menyebabkan iritasi mata. Gejalanya meliputi mata merah, gatal, perih, dan berair.
Jika bercak merah pada mata muncul setelah pemakaian produk tertentu, segera hentikan penggunaan sementara dan pastikan kembali kebersihan produknya.
Konjungtivitis atau mata merah adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan bening yang melapisi bagian mata. Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, atau iritasi.
Gejala konjungtivitis meliputi mata merah menyeluruh, gatal, berair, rasa mengganjal, dan kadang keluar kotoran mata. Konjungtivitis akibat infeksi bersifat menular sehingga menjaga kebersihan tangan sangatlah penting. Kondisi ini umumnya bersifat self-timing (tidak membutuhkan antibiotik).
Blefaritis merupakan peradangan pada tepi kelopak mata. Kondisi ini sering ditandai dengan mata merah, gatal, terasa panas, dan kelopak mata tampak berminyak atau bersisik.
Blefaritis umumnya bersifat kronis dan bisa kambuh jika kebersihan kelopak mata tidak dijaga dengan baik. Kompres hangat dan pembersihan kelopak mata secara rutin dapat membantu meredakan gejalanya.
Episkleritis adalah peradangan pada jaringan tipis di antara konjungtiva dan sklera. Gejalanya berupa mata tampak merah sebagian, terasa tidak nyaman, dan lebih sensitif terhadap cahaya.
Sebagian besar kasus episkleritis dapat sembuh sendiri, tetapi pada beberapa orang justru bisa berkaitan dengan peradangan di bagian tubuh lain.
Pinguecula merupakan penebalan jaringan pada konjungtiva yang biasanya berwarna kekuningan. Penyebab bercak merah pada mata akibat kondisi ini umumnya berasal dari paparan sinar matahari, debu, dan angin.
Glaukoma, khususnya glaukoma sudut tertutup akut, dapat menyebabkan mata merah disertai nyeri hebat, sakit kepala, mual, dan penglihatan kabur.
Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan memerlukan penanganan segera. Pemeriksaan mata rutin juga sangat diperlukan karena glaukoma sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal.
Baca juga: Ini Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami? Catat!
Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi bercak merah di area mata. Pemilihan cara mengobati bercak merah pada mata harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Jika bercak merah disertai rasa nyeri, gangguan penglihatan, atau sering kambuh, segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata. Dokter akan memberikan resep yang tepat, seperti obat tetes, salep, atau terapi lanjutan sesuai diagnosis.
Kompres dingin dapat membantu meredakan peradangan dan kemerahan akibat iritasi ringan atau alergi. Gunakan kain bersih dan tempelkan pada mata tertutup selama 10–15 menit beberapa kali dalam sehari.
Untuk cara mengobati bercak merah pada mata akibat debu atau alergen, membilas mata dengan cairan saline dapat membantu membersihkan permukaan mata dan mengurangi iritasi. Cairan ini mudah ditemukan di apotek dan bisa digunakan tanpa resep dokter.
Jika kamu terbiasa bekerja di depan layar, coba kurangi waktu menatap layar ponsel atau komputer sesekali. Dengan mengistirahatkan mata sejenak, kamu memberi kesempatan jaringan di sekitar mata untuk pulih secara alami.
Jika mata merah terjadi akibat mata kering dan terasa tidak nyaman, obat tetes air mata buatan bisa membantu menjaga kelembapan dan mengurangi iritasi yang memicu bercak merah.
Sebagian besar bercak merah akan hilang sendiri dalam 1–2 minggu tanpa pengobatan khusus.
Baca juga: 6 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya
Agar risiko titik merah di mata tidak sering muncul, kamu bisa melakukan beberapa langkah pencegahan berikut:
Bercak merah memang sering terlihat mengkhawatirkan, tetapi sebagian besar tidak berbahaya.
Dengan memahami kenapa mata ada bercak merah dan menerapkan cara mengobati bercak merah pada mata secara tepat, kamu bisa mencegah kondisi ini berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Jika keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter mata. Menjaga kesehatan mata sejak dini adalah langkah penting untuk kualitas penglihatan jangka panjang. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami:
Selain menjaga kebersihan dan kesehatan mata, penting juga untuk menjaga daya tahan tubuh secara menyeluruh. Sistem imun yang kuat membantu tubuh melawan infeksi dan peradangan, termasuk yang berdampak pada kesehatan mata.
Untuk mendukung hal tersebut, kamu bisa mengonsumsi Amunizer, suplemen kesehatan dari Enesis Group. Amunizer mengandung elderberry, zinc, dan vitamin C serta herbal antivirus yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan radikal bebas.
Yuk, mulai jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dari sekarang bersama Amunizer!
Baca juga: 10 Penyebab Mata Panda dan Cara Mengatasinya