inhaler membatalkan puasa
Maret 11, 2026 Artikel

Apakah Menghirup Inhaler Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Salah satu hal yang sering dipertanyakan saat puasa adalah apakah penggunaa inhaler membatalkan puasa, khususnya inhaler aromaterapi yang digunakan untuk membantu meredakan pusing, hidung tersumbat, atau sekadar memberi efek relaksasi.

Di tengah masyarakat, terdapat perbedaan pendapat mengenai hukum menghirup inhaler saat puasa. Sebagian orang menganggap bahwa apa pun yang masuk melalui hidung bisa membatalkan puasa. Namun, ada pula pendapat ulama yang menyatakan bahwa inhaler tidak membatalkan puasa, terutama jika yang dihirup hanya berupa aroma.

Lalu, sebenarnya bagaimana hukumnya menurut puasa menghirup inhaler? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apakah Inhaler Membatalkan Puasa?

Secara umum, beberapa sumber kajian keislaman menyimpulkan bahwa menghirup inhaler aromaterapi tidak membatalkan puasa. Hal ini karena inhaler tidak termasuk kategori makanan, minuman, atau benda yang secara fisik dimasukkan ke dalam tubuh untuk memberikan nutrisi. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

1. Inhaler Aromaterapi Hanya Menghasilkan Aroma

Inhaler aromaterapi bekerja dengan cara menghasilkan aroma dari minyak esensial yang kemudian dihirup melalui hidung. Aroma tersebut tidak berbentuk makanan atau minuman, melainkan hanya uap atau bau.

Dalam fikih puasa, sesuatu yang dapat membatalkan puasa umumnya adalah benda yang masuk ke dalam tubuh melalui rongga terbuka dengan sengaja dan memiliki bentuk fisik, seperti makanan atau minuman. Aroma sendiri tidak termasuk kategori tersebut.

Karena itu, menghirup aroma dari inhaler lebih dianalogikan seperti mencium bau bunga atau parfum, yang secara umum tidak membatalkan puasa.

Menurut Ustadz Abdul Somad, “Inhaler tidak membatalkan puasa. Dalam Kitab Buku 30 Fatwa Seputar Ramadan oleh tiga ulama, Syekh ‘Atthiyah Shaqar, Syekh Yusuf Al-Qaradhawi, Syekh Ali Jum’ah, disebutkan bahwa penggunaan inhaler saat puasa diperbolehkan karena tidak sampai ke lambung.”

Baca juga: Rekomendasi Inhaler Hidung Tersumbat untuk Bantu Redakan Flu

2. Tidak Mengandung Zat yang Mengenyangkan

Alasan lain mengapa inhaler aromaterapi tidak membatalkan puasa adalah karena tidak memiliki unsur nutrisi atau zat yang mengenyangkan. Tujuan penggunaan inhaler biasanya hanya untuk:

  • Menyegarkan pernapasan.
  • Meredakan hidung tersumbat.
  • Membantu tubuh lebih rileks.

Karena tidak memberikan asupan energi atau nutrisi, maka penggunaannya tidak dianggap sebagai aktivitas yang membatalkan puasa.

3. Bukan Benda yang Masuk ke Lambung

Dalam banyak pembahasan fikih, sesuatu dianggap membatalkan puasa apabila masuk ke dalam tubuh hingga mencapai lambung secara sengaja.

Sementara itu, inhaler aromaterapi hanya dihirup dalam bentuk aroma ringan yang bekerja di saluran pernapasan, bukan cairan yang ditelan atau dimasukkan ke dalam tubuh. Selama tidak ada cairan yang masuk atau tertelan, maka penggunaannya tetap berada dalam batas yang diperbolehkan.

4. Dianalogikan dengan Menghirup Bau Wewangian

Beberapa ulama juga mengqiyaskan (menganalogikan) inhaler dengan menghirup bau wewangian seperti minyak wangi bunga, atau minyak angin. Pada dasarnya, aktivitas ini tidak membatalkan puasa karena hanya melibatkan indra penciuman, bukan konsumsi sesuatu ke dalam tubuh.

Dengan demikian, selama hanya memberikan aroma tanpa memasukkan cairan atau zat tertentu ke dalam tubuh, memakai inhaler saat puasa boleh-boleh saja.

Baca juga: Ini Dia 6 Manfaat Plossa untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Tips Aman Menggunakan Inhaler Aromaterapi Saat Berpuasa

Walaupun secara umum inhaler aromaterapi tidak membatalkan puasa, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan bijak agar tidak menimbulkan keraguan atau potensi masalah lain.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Hindari Cairan Masuk ke Dalam Hidung

Pastikan inhaler digunakan hanya untuk menghirup aroma, bukan sampai mengeluarkan cairan yang bisa masuk ke dalam hidung atau tertelan. Jika inhaler berbentuk stik aromaterapi, cukup hirup aromanya dari ujung inhaler tanpa menyentuh bagian dalam hidung terlalu dalam.

2. Gunakan Produk yang Aman dan Tepercaya

Pilih inhaler aromaterapi yang memiliki komposisi jelas dan aman, seperti yang menggunakan minyak esensial alami. Produk yang baik biasanya memberikan efek menyegarkan tanpa menimbulkan sensasi terlalu kuat atau berlebihan di saluran pernapasan.

3. Gunakan Saat Dibutuhkan untuk Menjaga Kenyamanan

Puasa bukan berarti harus menahan diri dari segala bentuk kenyamanan. Apabila inhaler bisa membantumu mengurangi pusing, meningkatkan fokus, atau membuat tubuh lebih rileks, penggunaannya justru dianjurkan.

Dengan kondisi tubuh yang nyaman, aktivitas ibadah selama Ramadan juga bisa kamu lakukan dengan lebih khusyuk.

Itulah penjelasan mengenai hukum penggunaan inhaler aromaterapi saat puasa yang perlu kamu pahami. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang belajar mengendalikan emosi serta menjaga hati dan pikiran tetap tenang.

Dalam praktiknya, kondisi lapar, haus, dan aktivitas harian yang padat kadang bisa membuat suasana hati menjadi lebih sensitif atau mudah lelah secara emosional. Apakah kamu juga begitu?

Karena menghirup inhaler aromaterapi tidak membatalkan puasa, produk seperti Plossa Sarangheo bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengembalikan rasa tenang di tengah aktivitas selama Ramadan.

Aromaterapinya dirancang membantu tubuh dan pikiran kembali rileks ketika mulai terasa penat. Plossa Sarangheo menawarkan aroma Korean cherry strawberry blossom yang terasa manis dan menyejukkan, serta bisa di-twist menjadi dual inhaler.

Dengan begitu, kamu bisa menjalani hari-hari puasa dengan perasaan yang lebih nyaman, emosi lebih stabil, dan tetap fokus menjalani ibadah serta aktivitas sehari-hari dengan baik!

Baca juga: 4 Varian Plossa Press & Soothe Aromatics dan Cara Pakainya

Related article