Agustus 19, 2019 Berita

Enesis Group Sosialisasikan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) #MerdekaDariNyamuk dan Workshop Daur Ulang Sampah Kepada Warga Sekitar Pabrik Pulo Gadung

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Tahun ini, diketahui bahwa beberapa wilayah di Indonesia terjadi peningkatan kasus DBD. Didasari atas hal tersebut dan dalam rangka memeriahkan HUT Indonesia ke 74, Enesis Group melakukan sosialisasi pencegahan DBD kepada penduduk sekitar pabrik agar #MerdekaDariNyamuk, khususnya warga di lingkungan RW 8, Jatinegera, Cakung,  Jakarta Timur.

Ani Aryani (HR Corporate Head) mengatakan “Kami berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi pencegahan DBD ini, warga akan lebih peduli terhadap kesehatan diri serta keluarganya dan menjaga kebersihan lingkungannya agar terhindar dari DBD dan #MerdekaDariNyamuk” ungkap Ani.

Shabrina Ghassani Roza (Dokter Enesis Group) menjelaskan, dalam mencegah DBD harus diawali dengan kesadaran dari warga untuk melindungi dirinya dari gigitan nyamuk. “Pencegahan itu dapat dilakukan dengan cara sederhana yakni melakukan 3MPlus, yaitu menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi, serta mengubur atau mendaur ulang barang tak terpakai. Kemudian, plus-nya yaitu salah satunya menggunakan lotion tolak nyamuk ke bagian tubuh yang terbuka sebagai perlindungan pribadi ataupun menyemprotkan obat nyamuk, selain itu juga bisa menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, ataupun tidur menggunakan kelambu,” jelas Shabrina.

Pada kegiatan sosialisasi ini selain edukasi mengenai DBD dan cara pencegahannya, Enesis Group juga mengadakan Workshop Daur Ulang Sampah bekerja sama dengan Bank Sampah Induk Gesit Menteng, Sri Endarwati (Pengelola BSI) menyambut positif kegiatan yang dilakukan Enesis Group, “Dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Enesis Group, kita dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi suatu karya seni sehingga sampah ini tidak lagi menjadi penghambat saluran air yang menjadi penyebab banjir atau sampah yang merusak lingkungan, tapi bisa dijadikan barang bernilai seni dan bermanfaat, seperti dijadikan tas, tempat tissue, pot bunga, ataupun tempat pensil, sehingga dari sampah plastik yang tidak berguna menjadi barang berharga” jelasnya.

Elkana Lewerissa (Public Relations Head Enesis Group) mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu komitmen perusahaan untuk melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pengendalian DBD dan lingkungan. “Kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud nyata komitmen Enesis Group untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas mengenai bahaya dan pencegahan DBD. Kami juga berkerja sama dengan BSI sebagai salah satu bentuk tanggung jawab Enesis Group terhadap permasalahan sampah plastik. Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastik agar dapat diolah menjadi barang yang bernilai guna,” tambah Elkana.